Olimpiade
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk Olimpiade Musim Panas terakhir, lihat Olimpiade Beijing 2008. Untuk Olimpiade Musim Dingin terakhir, lihat Olimpiade Musim Dingin Vancouver 2010. Untuk Olimpiade Musim Panas yang sedang berlangsung, lihat Olimpiade London 2012.
Olimpiade

Cincin Olimpiade |
| Motto |
Citius, Altius, Fortius |
| Acara pertama |
1896 di Athena, Yunani
(Olimpiade Musim Panas)
1924 di Chamonix, Perancis
(Olimpiade Musim Dingin) |
| Diselenggarakan setiap |
Empat tahun |
| Acara terakhir |
2008 di Beijing, RRC
(Olimpiade Musim Panas)
2010 di Vancouver, Kanada
(Olimpiade Musim Dingin) |
| Acara berikutnya |
2016 di Rio de Janeiro, Brazil
(Olimpiade Musim Panas)
2014 di Sochi, Rusia
(Olimpiade Musim Dingin) |
| Situs web |
www.olympic.org |
Pertandingan
Olimpiade Musim Panas
Olimpiade Musim Dingin
Paralimpiade
Olimpiade Remaja
Pertandingan Olimpiade (bahasa Perancis: les Jeux olympiques, JO)[1] adalah ajang olahraga internasional empat tahunan yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga musim panas dan musim dingin serta diikuti oleh ribuan atlet yang berkompetisi dalam berbagai pertandingan olahraga. Olimpiade merupakan kompetisi olahraga terbesar dan terkemuka di dunia, dengan lebih dari 200 negara berpartisipasi.
Awalnya, Olimpiade hanya berlangsung di Yunani kuno sampai akhirnya pada tahun 393 M Olimpiade kuno ini dihentikan oleh Kaisar Romawi, Theodosius. Olimpiade kemudian dihidupkan kembali oleh seorang bangsawan Perancis bernama Pierre Frèdy Baron de Coubertin pada tahun 1896. Dalam kongres pada tahun 1894 yang diselenggarakan di Paris, didirikanlah Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan ibu kota Yunani, Athena dipilih sebagai tuan rumah Olimpiade modern pertama tahun 1896. Selanjutnya, sejak tahun 1896 sampai sekarang, setiap empat tahun sekali Olimpiade Musim Panas senantiasa diadakan kecuali tahun-tahun pada masa Perang Dunia II. Edisi khusus untuk olahraga musim dingin; Olimpiade Musim Dingin, mulai diadakan pada tahun 1924. Awalnya Olimpiade Musim Dingin diadakan pada tahun yang sama dengan Olimpiade Musim Panas, namun sejak tahun 1994 Olimpiade Musim Dingin diadakan setiap empat tahun sekali, dengan selang waktu dua tahun dari penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas.
Evolusi yang dilakukan oleh IOC selama abad ke-20 dan 21 telah menyebabkan beberapa perubahan pada penyelenggaraan Olimpiade. Beberapa penyesuaian dilakukan, termasuk penciptaan Olimpiade Musim Dingin untuk olahraga es dan salju, Paralimpiade untuk atlet dengan kekurangan fisik dan Olimpiade Remaja untuk para atlet remaja. Dalam perkembangannya, Olimpiade telah menghadapi berbagai tantangan, seperti pemboikotan, penggunaan obat-obatan, penyuapan dan terorisme. Olimpiade juga merupakan kesempatan besar bagi kota dan negara tuan rumah untuk menampilkan diri kepada dunia.
Di Indonesia, Olimpiade yang sering dikenal dan secara rutin diikuti adalah Olimpiade Musim Panas. Indonesia sendiri pertama kali berpartisipasi pada Olimpiade Helsinki 1952 di Finlandia, dan tak pernah absen berpartisipasi pada tahun-tahun berikutnya, kecuali pada tahun 1964 dan 1980. |
|
Daftar isi
- 1 Olimpiade kuno
- 2 Olimpiade modern
- 2.1 Pelopor
- 2.2 Kebangkitan
- 2.3 Olimpiade 1896
- 2.4 Perubahan dan adaptasi
- 2.4.1 Olimpiade Musim Dingin
- 2.4.2 Paralimpiade
- 2.4.3 Olimpiade Remaja
- 2.5 Olimpiade masa kini
- 3 Komite Olimpiade Internasional
- 4 Komersialisasi
- 4.1 Anggaran
- 4.2 Pengaruh televisi
- 5 Biaya
- 6 Simbol, motto dan maskot
- 7 Perayaan
- 7.1 Pembukaan
- 7.2 Penutupan
- 7.3 Penyerahan medali
- 8 Cabang olahraga
- 9 Kontroversi
- 9.1 Pemboikotan
- 9.2 Politik
- 9.3 Penggunaan obat-obatan PED
- 9.4 Diskriminasi gender
- 9.5 Kekerasan
- 10 Pemenang dan medali
- 11 Kota dan negara tuan rumah
- 12 Partisipasi Indonesia
- 13 Lihat juga
- 14 Referensi
- 15 Bibliografi
- 16 Pranala luar
|
Olimpiade kuno
Stadion Olimpiade kuno di Olympia, Yunani.
Sejak ribuan tahun lalu bangsa Yunani sudah mengenal olahraga dalam arti yang paling sederhana. Mereka melakukannya untuk kepentingan pasukan perang atau kemiliteran. Dengan berolahraga diharapkan para prajurit akan tangkas dan sigap dalam bertempur. Olimpiade yang paling awal konon sudah diselenggarakan bangsa Yunani kuno pada tahun 776 Sebelum Masehi. Kegiatan itu diikuti seluruh bangsa Yunani dan dilangsungkan untuk menghormati dewa tertinggi mereka, Zeus. Zeus bermukim di Gunung Olimpus yang kemudian dipakai sebagai nama Olimpiade hingga sekarang. Olimpiade kuno juga diselenggarakan setiap empat tahun, para olahragawan terbaik dari seluruh Yunani berdatangan ke arena di sekitar Gunung Olimpus. Mereka bertanding secara perorangan, bukan atas nama tim. Para atlet yang akan bertanding terlebih dulu berlatih keras selama sepuluh bulan di daerah masing-masing. Dulu, di Yunani sering terjadi perang saudara, namun ketika pesta olahraga berlangsung, pihak yang bertikai melakukan gencatan senjata. Siapa yang melanggar konsensus akan dikenakan denda. Bangsa Sparta pernah diharuskan membayar denda karena melanggar gencatan senjata selama Perang Peloponnesus. Menjelang pertandingan, panitia pelaksana menyembelih babi kurban.
Saat ini di wilayah Olympia, Yunani terdapat sekelompok bangunan kecil dan gelanggang di alam terbuka. Sisa-sisa puing gelanggang latihan itu merupakan peninggalan arkeologis yang dilestarikan pemerintah Yunani. Pada pesta Olimpiade kerap terjadi perjanjian perdamaian atau persekutuan antar bangsa. Juga timbul berbagai kegiatan transaksi. Barang-barang yang dijajakan antara lain anggur, makanan, jimat, dan benda-benda ibadah. Olimpiade kuno mempertandingkan cabang-cabang atletik seperti lari, loncat, dan lempar. Ada juga pacuan kuda dan pacuan kereta. Karena aturannya belum baku, para penonton sering terkena lemparan batu atau ditabrak kereta kuda para peserta.
Di Olympia juga masih dijumpai batu-batu yang merupakan pijakan olahraga lari. Pijakan batu itu disusun sedemikian rupa agar para pelari bisa mendapat ruang gerak ke kiri dan ke kanan. Pada saat start para pelari harus menempatkan telapak kaki pada batu-batu pijakan itu. Ada pula panel-panel tentang lomba lari khusus membawa perisai. Lomba ini banyak disukai penonton karena dianggap lucu.Pembukaan Olimpiade selalu diwarnai lomba kereta dengan empat kuda. Sekitar 40 kereta dijajarkan dalam kandang di gerbang keluar. Jarak yang ditempuh hampir 14 km, yakni 12 kali pulang pergi antara dua tiang batu yang ditancapkan di tanah. Berbeda dengan Olimpiade modern, dulu mahkota kemenangan tidak diberikan kepada sais atau joki, melainkan kepada pemilik kereta dan kuda yang umumnya orang-orang kaya. Orang kaya yang haus kehormatan biasanya mengirim paling sedikit tujuh kereta kuda untuk mengikuti perlombaan.
Berbagai pertandingan dalam Olimpiade kuno boleh dikatakan serba keras. Para pelari berpacu secepat-cepatnya tanpa memakai alas kaki. Para penunggang kuda berlomba habis-habisan tanpa pelana atau sanggurdi. Para peloncat membawa pemberat yang diayun-ayunkan untuk menambah dorongan maju. Olahraga yang terkeras adalah pankration, yakni perpaduan antara gulat dan tinju gaya tradisional.Para atlet boleh menyepak atau mencekik lawan, yang tidak diperbolehkan adalah memijit mata, menggigit, dan mematahkan jari. Fairplay benar-benar diperhatikan para atlet. Beberaba artefak purba memperlihatkan adegan tinju antara dua atlet. Pemenang adu tinju adalah pihak yang dapat memukul kepala lawan. Pihak yang kalah harus mengacungkan jari tanda mengaku kalah.
Olimpiade kuno hanya boleh ditonton dan diikuti oleh para pria. Sebab para atlet harus bertanding dengan tubuh telanjang, kecuali untuk kesempatan khusus, seperti lomba kereta kuda. Mereka berbusana beraneka ragam untuk menunjukkan status sosial si pemilik kereta dan kuda. Bagi orang Yunani telanjang merupakan cara paling sesuai untuk berolahraga. Mereka bangga kalau memiliki tubuh yang atletis.Pemenang pertandingan mendapatkan mahkota dedaunan, seperti daun zaitun liar sebagai pengganti medali. Kadang-kadang sang juara diarak masuk kota melalui sebuah lubang yang dibuat khusus pada tembok kota. Mereka dielu-elukan di jalan kota dan disambut pembacaan puisi. Penghargaan lain kepada olahragawan berprestasi berupa pembebasan dari pajak dan mendapat makanan gratis. Beberapa kota juga memberikan bonus uang dalam jumlah besar. Bahkan di kota kediaman pemenang didirikan patung mereka. Banyak patung batu dan perunggu masih tersisa sampai kini dan itulah hadiah paling abadi milik sang juara. Salah satu bagian cabang atletik yang masih tetap dikenal hingga kini adalah maraton, yakni perlombaan lari sejauh kira-kira 42 km.
Olimpiade mencapai puncaknya di abad ke-6 dan ke-5 SM, tetapi kemudian secara bertahap mengalami penurunan seiring jatuhnya Yunani ke tangan Romawi. Tidak ada konsensus yang menyatakan secara resmi mengenai berakhirnya Olimpiade, namun teori yang paling umum dipegang saat ini adalah pada tahun 393 M, saat Kaisar Romawi, Theodosius menyatakan bahwa semua budaya praktek-praktek kuno Yunani harus dihilangkan. Kemudian, pada tahun 426 M, Theodosius II memerintahkan penghancuran semua kuil Yunani. Setelah itu, Olimpiade tidak diadakan lagi sampai akhir abad ke-19.
Olimpiade modern
Pelopor
Dr. William Penny Brookes.
Ajang olahraga pertama yang pelaksanaannya serupa dengan Olimpiade kuno adalah
L'Olympiade de la République, sebuah festival olahraga nasional yang diadakan pada tahun 1796 sampai 1798 selama masa
Revolusi Perancis.Dalam pelaksanaannya, ajang ini mengadopsi beberapa peraturan-peraturan
yang berlaku dalam Olimpiade kuno. Ajang ini juga menandai
diterapkannya
sistem metrik ke dalam cabang-cabang olahraga.
Pada tahun 1850 sebuah Kelas Olimpiade didirikan oleh Dr. William Penny Brookes di
Much Wenlock,
Shropshire,
Inggris.
Selanjutnya, pada tahun 1859, Dr. Brookes mengganti nama Kelas
Olimpiade menjadi Olimpiade Wenlock. Ajang tersebut tetap diadakan
hingga hari ini.Tanggal 15 November 1860, Dr. Brookes membentuk Perkumpulan Olimpiade Wenlock.
Antara tahun 1862 dan 1867, di
Liverpool diadakan ajang
Grand Olympic Festival.
Ajang ini dicetuskan oleh John Hulley dan Charles Melly dan merupakan
ajang olahraga pertama yang bersifat internasional, meskipun atlet-atlet
yang berpartisipasi kebanyakan merupakan "atlet amatir".Penyelenggaraan Olimpiade modern pertama di
Athena pada tahun 1896 hampir identik dengan Olimpiade Liverpool.Pada tahun 1865, Hulley, Dr. Brookes dan EG Ravenstein mendirikan
Asosiasi Olimpiade Nasional di Liverpool, yang merupakan cikal bakal
terbentuknya
Asosiasi Olimpiade Britania Raya. Selanjutnya, pada tahun 1866, sebuah ajang bernama Olimpiade Nasional Britania Raya diselenggarakan di
London untuk pertama kalinya.
Kebangkitan
Semangat
bangsa Yunani untuk menghidupkan kembali Olimpiade dimulai seiring dengan berlangsungnya
Perang Kemerdekaan antara Yunani dengan
Kekaisaran Ottoman pada tahun 1821. Ide untuk membangkitkan Olimpiade pertama kali dicetuskan oleh seorang
penyair dan
editor majalah bernama Panagiotis Soutsos lewat puisinya yang berjudul
"Dialogue of the Dead" yang diterbitkan pada tahun 1833.
Evangelis Zappas, seorang bangsawan
Yunani-
Rumania adalah orang yang pertama kali menulis kepada Raja Otto, menawarkan untuk mendanai kebangkitan Olimpiade.Zappas mensponsori penyelenggaraan Olimpiade pada tahun 1859 yang
diselenggarakan di pusat kota Athena. Atlet-atlet yang berpartisipasi
dalam ajang tersebut berasal dari Yunani dan Kekaisaran Ottoman. Zappas
juga mendanai perenovasian
Stadion Panathinaiko kuno agar dapat dipakai sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade pada tahun-tahun berikutnya.
Stadion Panathinaiko digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade tahun 1870 dan 1875.Sekitar Tiga puluh ribu penonton menghadiri Olimpiade pada tahun 1870
namun tidak ada catatan kehadiran resmi yang tersedia untuk
penyelenggaraan Olimpiade tahun 1875.Pada tahun 1890, setelah menghadiri Olimpiade Wenlock, seorang
sejarawan Perancis bernama
Baron Pierre de Coubertin terinspirasi untuk mendirikan
Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC).Coubertin punya ide untuk menyelenggarakan suatu ajang Olimpiade
internasional setiap empat tahun sekali berdasarkan ajang Olimpiade
Yunani yang dibangkitkan oleh Brookes dan Zappas.Dia mempresentasikan ide ini dalam kongres pertama IOC yang berlangsung pada tanggal 16-23 Juni 1894 di
Universitas Sorbonne,
Paris.
Pada hari terakhir kongres, diputuskan bahwa penyelenggaraan Olimpiade
internasional berada di bawah naungan IOC dan penyelenggaraan pertamanya
akan dilangsungkan di
Athena,
Yunani pada tahun 1896.Hasil kongres juga memutuskan bahwa Demetrius Vikelas dari Yunani terpilih sebagai presiden IOC pertama.
Olimpiade 1896
Perangko peringatan Olimpiade Athena 1896.
Olimpiade pertama yang diadakan di bawah naungan IOC berlangsung di
stadion Panathinaiko, Athena, pada tahun 1896. Olimpiade pertama ini
diikuti oleh 14 negara dengan total 241
atlet yang berlaga dalam 43 pertandingan.Seperti janjinya pada Pemerintah Yunani, Zappas dan sepupunya,
Konstantinos Zappas turut membantu membiayai penyelenggaraan Olimpiade
1896.George Averoff, seorang pengusaha Yunani bersedia untuk mendanai perenovasian stadion dalam rangka persiapan Olimpiade.Pemerintah Yunani juga turut menyediakan dana, berharap dana tersebut
dapat diperoleh kembali melalui penjualan tiket dan dari penjualan set
perangko peringatan Olimpiade pertama.
Sebagian besar atlet yang berpartisipasi dalam Olimpiade Athena 1896 berasal dari Yunani,
Jerman,
Perancis, dan
Britania Raya. Negara-negara tersebut juga menguasai perolehan medali.Pada saat itu, wanita tidak boleh berpartisipasi. Penyelenggara
menyebut kesertaan mereka tidak praktis, tidak menarik, dan tidak tepat.
Sekitar 80.000 penonton hadir, termasuk
Raja George I dari Yunani.
Meskipun Yunani tidak berpengalaman dalam menyelenggarakan ajang
olahraga internasional dan awalnya juga mempunyai masalah keuangan,
namun akhirnya berhasil mempersiapkan segalanya tepat waktu. Jumlah
atlet yang berpartisipasi juga terbilang kecil jika dibandingkan dengan
ukuran saat ini, namun Olimpiade 1896 merupakan keikut sertaan
internasional terbesar untuk ajang olahraga pada masanya. Olimpiade
tersebut pun terbukti sukses bagi rakyat Yunani.
Perubahan dan adaptasi
Setelah kesuksesan Olimpiade 1896, Olimpiade memasuki masa-masa stagnasi yang mengancam keberlangsungan ajang tersebut.
Olimpiade Paris 1900 dan
Olimpiade St. Louis 1904
adalah buktinya. Olimpiade Paris tidak memiliki stadion, namun ini
adalah Olimpiade dimana pertama kalinya wanita diijinkan ikut serta
dalam pertandingan. Olimpiade St. Louis tahun 1904 diikuti oleh 650
atlet, namun 580 di antaranya berasal dari
Amerika Serikat. Hal-hal diatas menjadi dasar bagi IOC untuk melakukan perubahan pada Olimpiade.Olimpiade di tata ulang setelah diadakannya Olimpiade Interkala/
Intercalated Games
(disebut demikian karena Olimpiade ini adalah Olimpiade ketiga yang
diadakan sebelum waktu penyelenggaraan Olimpiade ketiga) pada tahun 1906
di Athena. Olimpiade Interkala ini tidak diakui secara resmi oleh IOC
dan tidak pernah diselenggarakan lagi sejak saat itu. Namun, Olimpiade
Interkala yang diselenggarakan di Stadion Panathinaiko, Athena ini telah
menarik minat banyak peserta secara internasional dan menghasilkan
kepentingan publik yang besar, menandai kenaikan popularitas dan ukuran
dari Olimpiade itu sendiri.
Olimpiade Musim Dingin
Olimpiade Musim Dingin (pertama kali diadakan di Chamonix, Perancis,
pada tahun 1924) diciptakan untuk memperlombakan cabang-cabang olahraga
musim dingin seperti
seluncur es dan
ski yang tidak bisa diperlombakan dalam Olimpiade Musim Panas. Seluncur es (tahun 1908 dan 1920) serta
hoki
(tahun 1920) pernah diperlombakan dalam ajang Olimpiade Musim Panas.
IOC ingin memperluas daftar tersebut dengan ikut memperlombakan
cabang-cabang olahraga untuk musim dingin lainnya. Pada kongres
Olimpiade tahun 1921 di
Lausanne, diputuskan untuk menyelenggarakan versi
musim dingin dari Olimpiade. Acara bertajuk Pekan Olahraga Musim Dingin diadakan pada tahun 1924 di
Chamonix,
Perancis. Acara ini menjadi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin pertama.
Pada awalnya, IOC memutuskan untuk menyelenggarakan Olimpiade Musim
Dingin pada tahun yang sama dengan penyelenggaraan Olimpiade Musim
Panas. Tradisi ini bertahan sampai
Olimpiade Musim Dingin 1992
di Albertville, Perancis. Setelah itu, sejak tahun 1994 Olimpiade Musim
Dingin diadakan setiap dua tahun berselang setelah penyelenggaraan
Olimpiade Musim Panas.Jumlah negara yang berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin juga
lebih sedikit dibandingkan Olimpiade Musim Panas, karena negara-negara
yang berada di
ekuator tidak mengenal
olahraga musim dingin dan juga tidak memiliki fasilitas untuk olahraga tersebut.
Paralimpiade
Pada tahun 1948, Sir Ludwig Guttmann, yang bertekad untuk mempromosikan rehabilitasi prajurit yang cacat akibat
Perang Dunia II menyelenggarakan pertandingan olahraga antar rumah sakit bertepatan dengan penyelenggaraan
Olimpiade London 1948. Pertandingan tersebut dikenal sebagai
Stoke Mandeville Games dan selanjutnya diselenggarakan setiap tahunnya selama dua belas tahun. Kemudian, dalam
Olimpiade Roma 1960,
Guttman membawa 400 atlet untuk berlaga dalam ajang Olimpiade Paralel,
yang kemudian dikenal sebagai Paralimpiade pertama. Sejak itu,
Paralimpiade telah diselenggarakan di setiap tahun penyelenggaraan
Olimpiade. Dalam
Olimpiade 1988,
Seoul sebagai kota tuan rumah juga menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Paralimpiade.Pada tahun 2001,
Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan
Komite Paralimpiade Internasional
(IPC) menandatangani perjanjian yang menjamin bahwa kota tuan rumah
Olimpiade juga akan dikontrak untuk menjadi tuan rumah Paralimpiade.
[35][36] Perjanjian ini mulai diberlakukan dalam penyelenggaraan
Olimpiade Musim Panas Beijing 2008 dan
Olimpiade Musim Dingin Vancouver 2010. Ketua panitia
Olimpiade Musim Panas London 2012, Lord Coe, menyatakan soal penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade 2012 di
London:
Upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 1964.
| “ |
Kami ingin mengubah sikap
publik terhadap kecacatan, merayakan kehebatan olahraga Paralimpik dan
untuk menegaskan bahwa dua pertandingan ini adalah satu keseluruhan yang
utuh. |
|
Olimpiade Remaja
Pada tahun 2010, Olimpiade menambah daftar pertandingannya dengan
menyertakan Olimpiade Remaja ke dalam penyelenggaraan Olimpiade.
Olimpiade Remaja ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada atlet
yang berusia antara 14 sampai 18 tahun untuk berkompetisi dalam
Olimpiade. Olimpiade Remaja sebenarnya sudah dicetuskan oleh Presiden
IOC,
Jacques Rogge pada tahun 2001 dan baru disetujui dalam Kongres IOC ke 119 pada tahun 2007.
Olimpiade Remaja Musim Panas pertama diselenggarakan di
Singapura pada tanggal 14-26 Agustus 2010, sedangkan
Olimpiade Remaja Musim Dingin pertama diselenggarakan di
Innsbruck,
Austria pada bulan Januari 2012.Waktu penyelenggaraan Olimpiade Remaja ini akan lebih singkat dibanding
Olimpiade yang lainnya; versi musim panasnya berlangsung selama dua
belas hari, sedangkan versi musim dinginnya berlangsung selama sembilan
hari.IOC mengijinkan 3.500 atlet dan 875 ofisial untuk berpartisipasi dalam
Olimpiade Remaja Musim Panas, serta 970 atlet dan 580 ofisial di
Olimpiade Remaja Musim Dingin.Cabang olahraga yang diperlombakan akan disesuaikan dengan Olimpiade
yang lainnya, namun akan ada variasi pada beberapa cabang olahraga,
misalnya tim negara campuran dan tim
gender campuran serta dikuranginya beberapa cabang dan peraturan pertandingan.
Olimpiade masa kini
Dengan 241 atlet yang mewakili 14 negara pada tahun 1896, peserta Olimpiade terus tumbuh sepanjang tahun. Pada
Olimpiade Beijing 2008, terhitung sebanyak 10.500 atlet dari 204 negara turut berkompetisi dalam Olimpiade. Sedangkan ruang lingkup dan skala dari Olimpiade Musim Dingin lebih kecil. Dalam
Olimpiade Musim Dingin 2006 di
Turin,
Italia, cuma sekitar 2.508 atlet dari 80 negara yang berpartisipasi.
Selama Olimpiade berlangsung, para atlet dan ofisial mereka tinggal di
sebuah lokasi yang dinamakan "desa Olimpiade". Desa ini dimaksudkan
untuk menjadi sebuah lokasi mandiri bagi semua peserta Olimpiade. Lokasi
tersebut juga dilengkapi dengan kafetaria, klinik kesehatan dan
tempat ibadah.
IOC memperbolehkan pembentukan
Komite Olimpiade Nasional (NOC) yang mewakili negara-negara yang tidak berdaulat namun diakui secara internasional. Akibatnya, negara-negara
koloni,
teritori dan
dependensi diizinkan untuk berlaga di Olimpiade. Negara-negara ini termasuk wilayah seperti
Puerto Riko,
Bermuda,
Palestina dan
Hong Kong, yang semuanya berkompetisi membawa nama negara mereka sendiri meskipun secara hukum merupakan bagian dari negara lain. Pada tahun 2011, terdapat 206 NOC yang mewakili negara berdaulat dan daerah geografis lainnya. Kesemua 192
negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa
mempunyai Komite Olimpiade Nasional beserta 14 teritori lainnya.
Sedangkan NOC lainnya yang belum diakui oleh IOC meliputi Catalan, Gibraltar Britania, Polinesia Perancis, Niue
,KosovoSomaliland, Kaledonia Baru, Kurdistan Irak, Siprus Utara, Abkhazia , Kepulauan Faroe, Anguilla, Montserrat, dan Kepulauan Turk & Caicos
Komite Olimpiade Internasional
Gerakan Olimpiade terdiri dari sejumlah besar organisasi dan federasi
olahraga nasional dan internasional, termasuk mitra media beserta
atlet, ofisial, juri serta setiap orang dan lembaga yang setuju untuk
mematuhi aturan dari
Olympic Charter.
Sebagai organisasi payung dari Gerakan Olimpiade, Komite Olimpiade
Internasional (IOC) bertanggung jawab untuk memilih kota tuan rumah,
mengawasi perencanaan dan pelaksanaan Olimpiade, memperbaharui dan
menyetujui cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan dan bernegosiasi
dengan sponsor serta pemberian hak siar pada media. Komite Olimpiade Internasional terdiri dari tiga badan utama, yaitu:
- Federasi Internasional (International Federations/IF): merupakan badan yang mengawasi olahraga di tingkat internasional. Sebagai contoh: Federasi Internasional Sepak Bola (FIFA) adalah IF untuk olahraga sepak bola, Federasi Bola Voli Internasional
(FIVB) adalah IF untuk olahraga bola voli. Saat ini ada 35 IF dalam
Gerakan Olimpiade, mewakili masing-masing cabang olahraga yang
dipertandingkan dalam Olimpiade.
- Komite Olimpiade Nasional (National Olympic Committees/NOC): merupakan organisasi yang mengatur Gerakan Olimpiade di masing-masing negara. Sebagai contoh: Komite Olimpiade Amerika Serikat (USOC) adalah NOC Amerika Serikat, Komite Olimpiade Indonesia adalah NOC Indonesia, dan sebagainya. Saat ini ada 206 NOC yang diakui oleh IOC.
- Komite Pengorganisasian Olimpiade (Organizing Committees for the Olympic Games/OCOG):
merupakan komite sementara yang bertanggung jawab untuk perayaan saat
Olimpiade berlangsung. OCOG dibubarkan setelah Olimpiade berakhir dan
setelah laporan akhir dikirim ke IOC.
Bahasa Perancis dan
bahasa Inggris
merupakan bahasa resmi dari Gerakan Olimpiade. Bahasa lain yang
digunakan pada setiap Olimpiade adalah bahasa negara tuan rumah. Setiap
acara proklamasi (pengumuman nama-nama negara peserta dalam upacara
pembukaan) diucapkan dalam tiga atau dua bahasa, tergantung pada negara
tuan rumah; apakah negara tersebut menggunakan bahasa Inggris atau
Perancis.
Kritik
IOC sering dikritik dan dicap sebagai "organisasi yang keras kepala" dengan para pemimpin yang penuh kontroversi.
Avery Brundage dan
Juan Antonio Samaranch
adalah dua Presiden IOC yang paling kontroversial. Brundage adalah
presiden yang menjabat lebih dari 20 tahun, dan selama masa jabatannya,
Brundage melarang dan melindungi Olimpiade dari keterlibatan politik. Dia juga dituduh
rasisme karena melarang delegasi dari
Afrika Selatan bergabung dalam IOC.Sedangkan Di bawah pemerintahan Samaranch, IOC terpuruk kedalam kasus
nepotisme dan
korupsi.Hubungan antara Samaranch dengan
rezim Franco di
Spanyol juga menjadi sumber kritik.
Pada tahun 1998, terungkap bahwa beberapa anggota IOC telah menerima suap dari anggota komite
Salt Lake City untuk menjadikan kota tersebut sebagai tuan rumah
Olimpiade Musim Dingin 2002.
Atas peristiwa ini, empat orang anggota IOC mengundurkan diri dan enam
lainnya dipecat. Skandal ini telah memicu dilakukannya reformasi lebih
lanjut mengenai pemilihan kota-kota yang akan menjadi tuan rumah
Olimpiade untuk menghindari terjadinya kasus serupa di masa mendatang.
Sebuah film dokumenter
BBC berjudul
Panorama: Buying the Games ditayangkan pada bulan Agustus 2004. Film ini menyelidiki tentang adanya dugaan suap dalam prosesi pemilihan
London sebagai tuan rumah
Olimpiade Musim Panas 2012.Disebutkan bahwa anggota Komite Olimpiade Britania Raya kemungkinan besar menyuap IOC setelah London kalah tipis dari
Paris dalam pemilihan kota tuan rumah untuk penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas 2012.Walikota Paris,
Bertrand Delanoë menuduh Perdana Menteri Inggris,
Tony Blair
dan anggota Komite Olimpiade London (yang diketuai oleh mantan juara
Olimpiade Sebastian Coe) telah melakukan kecurangan dalam pemilihan kota
tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2012, namun tuduhan itu tidak pernah
benar-benar diselidiki.Pemilihan
Turin,
Italia sebagai tuan rumah
Olimpiade Musim Dingin 2006
juga penuh kontroversi. Seorang anggota IOC terkemuka bernama Marc
Hodler menduga telah terjadi kasus suap oleh anggota panitia Turin
terhadap anggota IOC. Tuduhan ini menyebabkan penyelidikan luas dan dari
hasil penyelidikan, terbukti bahwa sebagian besar anggota IOC menolak
pencalonan
Sion,
Swiss sebagai kota tuan rumah supaya Turin bisa mendapatkan status tersebut.
Komersialisasi
IOC awalnya menolak pendanaan Olimpiade dari perusahaan sponsor.
Namun, setelah presiden Avery Brundage pensiun pada tahun 1972, IOC
mulai mengeksplorasi potensi
media televisi dan
pasar iklan yang akan menguntungkan mereka.
Di bawah kepemimpinan Juan Antonio Samaranch, Olimpiade mulai membuka
diri terhadap sponsor-sponsor internasional yang ingin mendanai
Olimpiade dan menciptakan produk-produk dagang dengan
logo Olimpiade.
Anggaran
Pada awal dan pertengahan abad ke-20, IOC dibiayai dengan anggaran yang kecil.
[76][77] Avery Brundage, presiden IOC periode 1952-1972 menolak mengkomersialisasikan IOC.Brundage menganggap bahwa komersialisasi di tubuh IOC akan berdampak terhadap pengambilan keputusan dalam organisasi tersebut.Brundage melarang perusahaan-perusahaan yang ingin mendanai Olimpiade
dan menolak penggunaan logo Olimpiade untuk tujuan komersil.Ketika Brundage pensiun tahun 1972, IOC hanya memiliki aset sebesar $2
juta. Delapan tahun kemudian, pundi-pundi IOC telah membengkak menjadi
$45 juta.
Hal ini terutama sekali disebabkan oleh pergeseran ideologi IOC ke arah
perluasan pendanaan Olimpiade melalui penarikan sponsor dan penjualan
hak siar ke stasiun-stasiun televisi.Saat
Juan Antonio Samaranch
terpilih sebagai presiden IOC pada tahun 1980, dia berkeinginan untuk
menjadikan IOC sebagai organisasi yang mandiri secara finansial.
Olimpiade Los Angeles 1984 merupakan Olimpiade yang paling menguntungkan dalam sejarah penyelenggaraan Olimpiade. Panitia Olimpiade
Los Angeles
yang dipimpin oleh Peter Ueberroth mampu menghasilkan surplus sebesar $
225 juta, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya pada waktu itu.Surplus sebesar itu sukses diraup oleh panitia berkat menjual hak sponsor hanya kepada perusahaan-perusahaan terpilih.IOC berusaha mengontrol hak-hak sponsor tersebut. Samaranch kemudian mendirikan
The Olympic Program (TOP) pada tahun 1985 untuk menciptakan sebuah
merek dagang Olimpiade.Keanggotaan di TOP sangat eksklusif dan mahal. Biaya untuk masuk saja sebesar $50 juta untuk keanggotaan selama 4 tahun.Perusahaan-perusahaan yang menjadi anggota TOP menerima hak eksklusif
global untuk mengiklankan produk mereka dalam penyelenggaraan Olimpiade
serta bebas menggunakan logo Olimpiade dalam publikasi dan iklan produk
mereka.
Pengaruh televisi
Sebuah kartun dari
Olimpiade Berlin 1936 yang menggambarkan suasana Olimpiade pada tahun 2000, dimana penonton digantikan oleh radio dan televisi.
Olimpiade Berlin 1936 adalah Olimpiade pertama yang penyelenggaraannya disiarkan melalui
televisi, meskipun hanya untuk penonton lokal. Baru pada
Olimpiade Musim Dingin 1956 di
Cortina d'Ampezzo,
Italia, acara Olimpiade disiarkan oleh televisi secara Internasional, dan pada
Olimpiade Musim Dingin berikutnya, untuk pertama kalinya hak siar Olimpiade dijual ke saluran televisi
CBS, yang membayar sebesar $394.000 untuk hak siar di Amerika Serikat, serta
Uni Penyiaran Eropa (EBU) yang membayar sebesar $660.000 untuk hak siar di seluruh
Eropa.Pada
dekade berikutnya, Olimpiade memanfaatkan
Perang Dingin untuk mengeruk keuntungan.
Negara adidaya saling berebut supremasi politik, dan IOC ingin mengambil keuntungan melalui media penyiaran. Penjualan hak siar memungkinkan IOC untuk meningkatkan eksposur
Olimpiade, sehingga menghasilkan keuntungan dan jumlah pemirsa yang
lebih banyak, yang pada gilirannya akan menciptakan daya tarik bagi para
pengiklan di televisi. Siklus ini memungkinkan IOC untuk menaikkan
biaya penjualan hak siar Olimpiade.Sebagai contoh, CBS merogoh $375 juta untuk membeli hak siar
Olimpiade Musim Dingin 1998 di
Nagano,sedangkan
NBC menghabiskan $3,5 miliar untuk mendapatkan hak siar seluruh pertandingan Olimpiade dari tahun 2000 sampai tahun 2012.
Jumlah pemirsa yang menonton Olimpiade meningkat secara eksponensial
dari tahun 1960 sampai akhir abad ini. Hal ini disebabkan oleh
penggunaan satelit untuk menyiarkan siaran langsung di seluruh dunia
pada tahun 1964 dan pengenalan televisi berwarna pada tahun 1968.Perkiraan penonton global dalam
Olimpiade Mexico City 1968 adalah 600 juta, sedangkan dalam
Olimpiade Los Angeles 1984, jumlah penonton meningkat menjadi 900 juta. Jumlah ini terus membengkak menjadi 3,5 miliar pada
Olimpiade Barcelona 1992.Namun, pada
Olimpiade Sydney 2000, NBC mencatatkan jumlah pemirsa terendah untuk setiap ajang Olimpiade sejak tahun 1968.Hal ini antara lain disebabkan oleh dua faktor: meningkatnya persaingan dari saluran
televisi kabel dan perkembangan
internet,
yang mampu menampilkan hasil dan video pertandingan secara tepat waktu.
Sementara perusahaan televisi masih mengandalkan rekaman tunda
pertandingan, suatu hal yang sangat ketinggalan di era informasi.Penurunan jumlah pemirsa membuat saluran televisi harus mengurangi iklan yang berarti kurangnya pemasukan bagi mereka.Dengan biaya yang tinggi untuk menyiarkan pertandingan ditambah dengan
tekanan dari internet dan meningkatnya kompetisi dari TV kabel membuat
perusahaan televisi pemegang hak siar menuntut konsesi dari IOC untuk
meningkatkan jumlah pemirsa.IOC menanggapinya dengan membuat sejumlah perubahan pada acara
pertandingan Olimpiade. Pada Olimpiade Musim Panas, kompetisi
cabang-cabang olahraga populer seperti senam,
renang dan loncat indah ditayangkan pada jam-jam
primetime, yaitu pukul 6 hingga 9 malam dan
gala Champions ditambahkan untuk menarik minat pemirsa televisi.Hasilnya beragam: jumlah pemirsa pada
Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin secara signifikan lebih rendah dibanding dengan jumlah pemirsa dalam
Olimpiade Musim Dingin 2002 di
Salt Lake City, sementara terjadi peningkatan tajam jumlah pemirsa pada
Olimpiade Beijing 2008.
Biaya
Biaya Olimpiade (Musim Panas dan Musim Dingin) telah diteliti oleh sarjana
Oxford, Bent Flyvbjerg dan Allison Stewart.Mereka menemukan bahwa selama 50 tahun terakhir, penyelenggaraan
Olimpiade dengan biaya paling mahal adalah Olimpiade London 2012, yaitu
$14.8 miliar, diikuti oleh
Olimpiade Barcelona 1992 ($11.4 miliar), dan
Olimpiade Montreal 1976 ($6 miliar).
Olimpiade Beijing 2008 diperkirakan lebih mahal, namun pemerintah
RRC
belum merilis data resmi mengenai biayanya. Biaya di sini hanya
mencakup biaya yang berhubungan dengan olahraga, tidak termasuk biaya
umum lainnya seperti konstruksi jalan, rel, infrastruktur bandara, atau
biaya pribadi lainnya seperti akomodasi dan investasi bisnis yang
terjadi dalam persiapan Olimpiade yang besarnya bervariasi, tergantung
kondisi ekonomi kota tuan rumah dan sulit untuk membandingkannya secara
konsisten.
Flyvbjerg dan Stewart lebih lanjut menemukan bahwa
cost overrun (pembengkakan biaya) merupakan masalah yang terus-menerus terjadi dalam penyelenggaraan Olimpiade:
- Pembengkakan biaya dalam penyelenggaraan Olimpiade mencapai angka
100 %. Tidak ada mega proyek yang bisa diprediksi pembengkakan biayanya.
Biasanya, mega proyek seperti konstruksi, infrastruktur, bendungan dan
ICT biayanya dianggarkan secara bertahap dari waktu ke waktu, namun hal
seperti ini tidak berlaku dalam penyelenggaraan Olimpiade.
- Dengan rata-rata pembengkakan biaya riil 179 % dan 324 % secara
nominal, pembengkakan biaya dalam Olimpiade secara historis merupakan
yang terbesar dibanding mega proyek lainnya di dunia.
- Pembengkakan biaya terbesar dalam sejarah Olimpiade terjadi dalam
penyelenggaraan Olimpiade Montreal 1976 (796%), Barcelona 1992 (417%)
dan Lake Placid 1980 (321%).
- Data menunjukkan bahwa kota dan negara yang memutuskan untuk menjadi
tuan rumah Olimpiade harus siap menghadapi resiko finansial terburuk
mereka. Sebagai contoh, pembengkakan biaya dalam Olimpiade 2004
menyebabkan Athena mengalami kebangkrutan dan harus berutang, secara
substansial turut memperburuk kondisi keuangan negara dan menjadi salah
satu penyebab krisis ekonomi Yunani 2008-2012. Sementara itu, Montreal membutuhkan waktu 30 tahun untuk melunasi utang akibat pembengkakan biaya yang terjadi dalam penyelenggaraan Olimpiade 1976.
Pada akhirnya, Flyvbjerg dan Stewart menyimpulkan bahwa selama satu
dekade terakhir, pembengkakan biaya dalam Olimpiade sudah mengalami
penurunan. Untuk periode 2000-2010 rata-rata pembengkakan biaya adalah
47 %, padahal sebelum itu rata-ratanya mencapai 258 %. Namun, Olimpiade
London 2012 telah mengembalikan tren ini dengan pembengkakan biaya yang
dikeluarkannya yang menembus angka 101 persen; mengembalikannya ke angka
tiga digit. Ke depannya, merupakan tantangan bagi para perencana dan
pengelola Olimpiade untuk menurunkan kembali pembengkakan biaya
tersebut.
Simbol, motto dan maskot
Gerakan Olimpiade menggunakan simbol untuk mewakili cita-cita yang
terkandung dalam Piagam Olimpiade. Simbol Olimpiade- yang lebih dikenal
dengan nama cincin Olimpiade- terdiri dari lima buah cincin yang saling
berkait dan merupakan kesatuan dari lima benua yang ada di bumi
(Amerika, Afrika, Asia, Australasia dan Eropa). Versi berwarna dari
simbol itu berupa cincin-cincin yang berwarna biru, kuning, hitam, hijau
dan merah dengan latar berwarna putih yang membentuk bendera Olimpiade.
Warna-warna ini dipilih karena setiap negara setidaknya memiliki satu
dari warna-warna tersebut dalam bendera nasionalnya. Bendera ini
diadopsi pada tahun 1914 tetapi baru dikibarkan pertama kali dalam
Olimpiade Antwerpen 1920 di
Belgia. Setelah itu, bendera ini selalu berkibar dalam perayaan Olimpiade setiap tahunnya.
Moto Olimpiade adalah
"Citius, Altius, Fortius", yang merupakan ungkapan dalam
bahasa Latin yang berarti
"Faster, Higher, Stronger" (
bahasa Inggris) atau "Lebih cepat, Lebih tinggi, Lebih kuat" (
bahasa Indonesia). Kutipan Coubertin selanjutnya dinyatakan dalam kredo Olimpiade, yang berbunyi:
| “ |
"Hal terpenting dalam
Olimpiade bukanlah untuk menang, tetapi untuk berpartisipasi. Seperti
juga hal yang paling penting dalam hidup bukanlah kemenangan, tetapi
perjuangan. Hal terpenting bukannya karena telah berhasil mengalahkan,
namun karena telah berjuang dengan baik." |
” |
Sebulan sebelum perayaan Olimpiade dimulai,
api Olimpiade menyala di
Olympia, Yunani
dalam sebuah upacara ritual yang mencerminkan budaya Yunani kuno.
Seorang pendeta wanita yang bertindak sebagai imam membakar obor dengan
menempatkannya di dalam cermin parabola yang memfokuskan sinar matahari,
ia kemudian menyalakan obor pembawa estafet pertama, yang akan memulai
estafet obor Olimpiade ke berbagai kota di dunia dan berakhir di stadion
di kota tuan rumah penyelenggara Olimpiade.Meskipun api telah menjadi simbol Olimpiade sejak tahun 1928, estafet obor baru diperkenalkan dalam
Olimpiade Berlin 1936 sebagai bagian dari upaya pemerintah
Jerman saat itu untuk mempromosikan ideologi Sosialis Nasionalis-nya.
Maskot Olimpiade
biasanya berupa binatang atau sosok manusia yang mewakili warisan
budaya negara tuan rumah dan mulai diperkenalkan pada tahun 1968.
Pemilihan maskot ini berperan penting dalam mempromosikan identitas
Olimpiade pada penyelenggaraan
Olimpiade Moskwa 1980 di
Rusia saat beruang Misha, maskot Olimpiade saat itu, mencapai ketenaran internasional.Maskot dari
Olimpiade Beijing 2008 adalah
Fuwa, lima makhluk yang mewakili lima
fengshui; unsur penting dalam
kebudayaan Cina.Sedangkan maskot untuk
Olimpiade London 2012 bernama Wenlock dan Mandeville; dua karakter animasi yang menggambarkan dua tetes baja dari industri baja di
Bolton.
Perayaan
Pembukaan
Sebagaimana yang diamanatkan oleh Piagam Olimpiade, berbagai elemen pertunjukan dilakukan dalam upacara pembukaan Olimpiade.Tata cara penyelenggaraan upacara pembukaan Olimpiade ditetapkan dalam Olimpiade Antwerpen 1920 di Belgia.Upacara pembukaan biasanya dimulai dengan pengibaran bendera dan pengumandangan
lagu kebangsaan negara tuan rumah.Negara tuan rumah kemudian menampilkan pertunjukan tari, musik, nyanyian dan teater yang memperlihatkan identitas lokal mereka.Pertunjukan artistik ini telah menjadi ajang prestise sendiri bagi
negara-negara tuan rumah Olimpiade untuk menyajikan pembukaan yang lebih
meriah dan lebih
memorable dari negara tuan rumah sebelumnya. Upacara pembukaan
Olimpiade Beijing 2008 dilaporkan menelan biaya sebesar $100 juta, sebagian besar terpakai untuk sesi pertunjukan artistik.
Setelah sesi pertunjukan artistik, para atlet berparade ke dalam
stadion yang dikelompokkan menurut negaranya masing-masing. Yunani
secara tradisional ditetapkan sebagai negara pertama yang berparade
untuk menghormati asal-usul Olimpiade. Selanjutnya, masing-masing negara
berparade sesuai dengan urutan abjad dan negara tuan rumah menjadi
negara terakhir yang berparade. Pada
Olimpiade Athena 2004,
bendera Yunani di paradekan pertama kali memasuki stadion, sementara
kontingen Yunani berparade paling terakhir. Kemudian, obor Olimpiade
dibawa masuk ke dalam stadion dan diteruskan sampai mencapai tempat
penyalaan obor -biasanya dibawa oleh atlet Olimpiade terkenal dari
negara tuan rumah- untuk selanjutnya dinyalakan, yang menandai
berakhirnya sesi upacara pembukaan Olimpiade.
Penutupan
Upacara penutupan Olimpiade berlangsung setelah semua pertandingan
olahraga selesai. Pembawa bendera dari masing-masing negara memasuki
stadion, diikuti oleh keseluruhan kontingen secara bersama-sama tanpa
adanya pengelompokkan berdasarkan negara. Tiga bendera nasional
dikibarkan bersamaan dengan pengumandangan lagu kebangsaan negara tuan
rumah: bendera Yunani; untuk menghormati tempat kelahiran Olimpiade,
bendera negara tuan rumah saat ini, dan bendera negara tuan rumah
penyelenggara Olimpiade berikutnya.Ketua panitia penyelenggara dan Presiden IOC
petahana berpidato untuk menyatakan Olimpiade secara resmi ditutup kemudian diikuti dengan pemadaman obor Olimpiade.Dalam sesi upacara penutupan
Olimpiade Antwerpen 1920,
walikota tuan rumah menyerahkan bendera Olimpiade kepada presiden IOC
kemudian diteruskan kepada walikota tuan rumah Olimpiade berikutnya.
Setelah upacara penutupan, negara tuan rumah secara singkat
memperkenalkan dirinya dengan menampilkan seni tari dan teater yang
mewakili budaya mereka.
Penyerahan medali
Upacara penyerahan
medali
diadakan setelah hasil dari masing-masing pertandingan diputuskan.
Peringkat pertama, kedua dan ketiga dari masing-masing cabang olahraga
berdiri di atas podium bertingkat tiga untuk selanjutnya dikalungkan
medali.Setelah medali dikalungkan oleh salah seorang pejabat IOC, bendera
nasional dari ketiga negara pemenang dikibarkan diiringi dengan
pengumandangan lagu kebangsaan negara peraih medali emas.Kesukarelaan warga negara tuan rumah juga diperlukan dalam prosesi
penyerahan medali untuk membantu para pejabat yang mengalungkan medali
dan mengibarkan bendera negara pemenang.Dalam setiap perayaan Olimpiade, upacara penyerahan medali biasanya
diadakan setelah hasil pertandingan diputuskan. Untuk cabang olahraga
maraton
putra, pertandingan biasanya diadakan pada pagi hari terakhir
pelaksanaan Olimpiade dan penyerahan medalinya diadakan pada malam
upacara penutupan.
Cabang olahraga
Olimpiade terdiri dari 35 cabang olahraga, 30 disiplin dan hampir 400 pertandingan. Sebagai contoh,
gulat adalah olahraga
Olimpiade Musim Panas yang terdiri dari dua disiplin:
Greco-Roman dan
Freestyle.
Masing-masing disiplin diperlombakan ke dalam empat belas pertandingan
untuk pria dan empat pertandingan untuk wanita, masing-masing mewakili
kelas berat yang berbeda.
Olimpiade Musim Panas mempertandingkan 26 cabang olahraga, sedangkan
Olimpiade Musim Dingin hanya menawarkan 15 cabang olahraga untuk
diperlombakan.
Atletik,
renang,
anggar dan
senam artistik adalah cabang-cabang olahraga yang tidak pernah absen diperlombakan dalam Olimpiade Musim Panas. Sedangkan
ski lintas alam,
seluncur indah,
hoki dan
seluncur es merupakan cabang-cabang olahraga yang rutin diperlombakan dalam Olimpiade Musim Dingin.
Bulu tangkis,
bola basket dan
bola voli
pada awalnya dipertandingkan sebagai cabang olahraga demonstrasi,
kemudian dipromosikan sebagai cabang olahraga Olimpiade tetap. Beberapa
cabang olahraga seperti
tarik tambang,
polo dan
golf pernah dipertandingkan dalam Olimpiade sebelumnya, namun tidak dilanjutkan pada Olimpiade baru-baru ini.
Olahraga Olimpiade diatur oleh Federasi Olahraga Internasional (IF)
yang dikelola oleh IOC. Saat ini terdapat 35 IF dalam Gerakan Olimpiade,
mewakili masing-masing cabang olahraga yang dipertandingkan dalam
Olimpiade.Ada cabang olahraga yang diakui oleh IOC tapi tidak termasuk dalam program Olimpiade seperti
rugbi dan
boling. Olahraga ini tidak di klasifikasikan sebagai olahraga Olimpiade, namun dapat di promosikan ke status ini.Beberapa cabang olahraga yang sama sekali belum pernah dipromosikan sebagai olahraga Olimpiade antara lain
catur dan
selancar.
Kongres IOC ke-112 pada tahun 2002 membatasi cabang olahraga dalam
Olimpiade maksimal 28 cabang olahraga, 301 pertandingan dan 10.500
atlet.Tiga tahun kemudian, dalam kongres IOC ke-117, revisi dilakukan, yang mengakibatkan tersingkirnya
softbol dan
bisbol dari daftar cabang olahraga dalam
Olimpiade London 2012.
Karena tidak ada kesepakatan untuk mempromosikan dua olahraga tersebut,
Olimpiade London berlangsung dengan hanya mempertandingkan 26 cabang
olahraga. Pada pelaksanaan
Olimpiade Rio de Janeiro 2016 nanti, Olimpiade akan kembali ke sistem maksimum 28 cabang olahraga dengan menambahkan rugbi dan golf ke dalam daftar.
Kontroversi
Pemboikotan
Australia, Britania Raya dan Swiss adalah negara-negara yang tidak
pernah absen mengirimkan delegasinya pada ajang Olimpiade sejak 1896.
Sebagian besar negara melewatkan Olimpiade karena kurangnya atlet yang
berkualitas, namun beberapa negara memilih untuk memboikot perayaan
Olimpiade karena alasan tertentu. Pada
Olimpiade London 1908, Irlandia memboikot negaranya sendiri, Britania Raya, setelah Britania Raya menolak memberikan kemerdekaan pada Irlandia.Irlandia juga memboikot
Olimpiade Berlin 1936 karena IOC membatasi tim yang boleh berpartisipasi hanya dari
Negara Bebas Irlandia, bukannya dari
Kepulauan Irlandia.Ada tiga peristiwa pemboikotan dalam
Olimpiade Melbourne 1956; Belanda dan Spanyol menolak berpartisipasi karena keterlibatan
Uni Soviet dalam
Revolusi Hongaria, Kamboja, Mesir, Irak dan Lebanon memboikot Olimpiade Melbourne karena
Krisis Suez, sedangkan Cina (
Republik Rakyat Cina) juga ikut-ikutan memboikot karena keikutsertaan Taiwan (
Republik Cina) dalam Olimpiade.Pada
Olimpiade Tokyo 1964, Indonesia dan Korea Utara mencabut diri dari Olimpiade, setelah beberapa atlet mereka di diskualifikasi karena mengikuti
Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang (GANEFO) di
Jakarta. Pada waktu itu, GANEFO dianggap sebagai pertandingan saingan Olimpiade.
Pada
Olimpiade München 1972 dan
Olimpiade Montreal 1976,
sebagian besar negara Afrika mengancam untuk memboikot Olimpiade
sebelum IOC melarang Afrika Selatan dan Rhodesia untuk berpartisipasi
karena
rezim Apartheid
mereka. Selandia Baru juga salah satu alasan pemboikotan Afrika, sebab
tim nasional rugbi mereka yang telah bertandang ke Afrika Selatan untuk
bertanding juga diperbolehkan ikut Olimpiade. IOC mengakui kasus yang
pertama, namun menolak melarang Selandia Baru dengan alasan bahwa rugbi
bukanlah bagian dari olahraga Olimpiade.Memenuhi ancaman mereka, dua puluh negara Afrika beserta Guyana dan
Irak mengundurkan diri dari Olimpiade Montreal 1976 setelah beberapa
atlet mereka berlaga dalam pertandingan.
Taiwan
juga memutuskan untuk memboikot Olimpiade Montreal karena RRC
mengintimidasi panitia untuk melarang Taiwan berkompetisi menggunakan
nama, bendera dan lagu kebangsaan Republik Cina.Taiwan tidak berpartisipasi lagi sampai
Olimpiade Los Angeles 1984, dimana saat itu mereka berlaga di bawah nama Cina Taipei serta menggunakan bendera dan lagu kebangsaan yang baru.
Pada tahun 1980 dan 1984, negara-negara penentang
Perang Dingin memboikot Olimpiade di Moskwa dan Los Angeles. Enam puluh lima negara menolak untuk berpartisipasi dalam
Olimpiade Moskwa 1980 karena
invasi Soviet ke Afghanistan. Pemboikotan ini mengurangi jumlah negara yang berpartisipasi menjadi 81 negara, jumlah terendah sejak tahun 1956.
Amerika Serikat juga mengancam akan memboikot Olimpiade di Moskwa jika pasukan Soviet tidak segera mundur dari
Afghanistan, dan boikot tersebut akhirnya terjadi pada tanggal 21 Maret 1980Empat tahun kemudian, Uni Soviet dan negara-negara
Blok Timur (kecuali
Rumania) juga memboikot balik
Olimpiade Los Angeles 1984,
dengan alasan bahwa mereka tidak bisa menjamin keselamatan atlet
mereka. Tanggal 8 Mei 1984, Uni Soviet mengeluarkan pernyataan
pemboikotan yang berisi bahwa pemboikotan disebabkan oleh sentimen
"anti-Soviet" yang muncul di AS pada saat itu.Negara-negara Blok Timur yang memboikot Olimpiade Los Angeles kemudian
menggelar pertandingan mereka sendiri yang bernama Pertandingan
Persahabatan pada bulan Juli dan Agustus 1984.
Beberapa ancaman pemboikotan juga terjadi dalam
Olimpiade Beijing 2008 sebagai protes terhadap catatan
Hak Asasi Manusia Cina mengenai kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah RRC terhadap etnis
Tibet, meskipun pada akhirnya tidak satupun negara yang melakukan pemboikotan dalam Olimpiade Beijing 2008.Pada bulan Agustus 2008, pemerintah
Georgia menyatakan boikot terhadap
Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014 di
Rusia sebagai bentuk protes atas keterlibatan Rusia dalam
Perang Ossetia Selatan tahun 2008.
Pada bulan Februari 2011,
Iran mengancam akan memboikot Olimpiade London 2012 karena tampilan
logo London 2012 yang tampak mengeja kata "
Zion".
Iran mengirimkan keluhannya kepada
Komite Olimpiade Internasional,
sambil menyatakan logo ini "rasis" dan meminta logo tersebut ditarik
dan desainernya "dikecam". IOC "diam-diam" menolak permintaan tersebut,
dan Iran pada akhirnya mengumumkan bahwa mereka tidak jadi memboikot
ajang tersebut.
Politik
Sejak awal, Olimpiade telah digunakan sebagai ajang untuk mempromosikan ideologi politik.
Nazi memanfaatkan
Olimpiade Berlin 1936
sebagai propaganda untuk menunjukkan pada dunia bahwa Partai Sosialis
Nasionalis itu baik hati dan cinta damai, meskipun pada kenyataannya
mereka memanfaatkan Olimpiade untuk menunjukkan superioritas
bangsa Arya.
Jerman dengan superioritas bangsa Arya-nya memang menjadi negara yang
paling sukses dalam Olimpiade Berlin 1936, namun patut dicatat,
kemenangan paling gemilang pada saat itu justru diraih oleh seorang
atlet keturunan
Afrika-Amerika bernama
Jesse Owens, yang meraih 4 medali emas dan Ibolya Csák; seorang atlet
Yahudi asal
Hongaria.
Uni Soviet tidak berpartisipasi sampai
Olimpiade Helsinki 1952. Sebaliknya, sejak tahun tahun 1928, Soviet menyelenggarakan ajang olahraga internasional sendiri bernama
Spartakiad. Selama masa-masa perang tahun 1920-an dan 1930-an, organisasi
komunis dan
sosialis
di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, berusaha menentang apa
yang mereka sebut sebagai "Olimpiade Borjuis" dengan menyelenggarakan
ajang tandingan bernama Olimpiade Pekerja.
Dalam
Olimpiade Melbourne 1956,
Uni Soviet berjaya dan muncul sebagai negara adidaya baru dalam dunia
olahraga. Uni Soviet memanfaatkan publisitas yang muncul karena
memenangkan Olimpiade dengan menyebarkan ideologi politiknya.
Beberapa atlet secara individu juga telah memanfaatkan Olimpiade untuk mempromosikan agenda politik mereka. Dalam
Olimpiade Mexico City 1968, dua orang atlet
atletik
Amerika Serikat, Tommie Smith dan John Carlos, yang memenangkan tempat
pertama dan ketiga dalam lari 200 meter, mengangkat tangan dan
memberikan hormat yang diartikan sebagai salam orang kulit hitam (
black power salute) di atas podium kemenangan.
Runner-up
saat itu, Peter Norman dari Australia mengenakan lencana bertuliskan
"Proyek Olimpiade untuk Hak Asasi Manusia" untuk menunjukkan dukungannya
pada Smith dan Carlos. Atas hal ini, Presiden IOC saat itu, Avery
Brundage mengeluarkan dan mencabut gelar juara mereka karena salam rasis
dan berbau politik tidak diperbolehkan dalam Olimpiade. Namun insiden
ini mempunyai pengaruh kuat ke media.
Baru-baru ini, dikabarkan bahwa pemerintah
Iran mengambil langkah untuk menghindari segala macam bentuk pertandingan dengan atlet asal
Israel. Seorang atlet
judo asal Iran, Arash Miresmaeli, menolak untuk bertanding dengan atlet Israel dalam
Olimpiade Athena 2004.
Walaupun kemudian ia di diskualifikasi karena kelebihan berat badan,
Miresmaeli malah dianugerahi hadiah uang sebesar $125.000 oleh
pemerintah Iran, jumlah yang dibayarkan kepada semua atlet peraih medali
emas di Iran. Miresmaeli dibebaskan dari tuduhan sengaja menghindari
pertandingan oleh panitia namun tetap saja penerimaan hadiah uang
tersebut menimbulkan kecurigaan.
Penggunaan obat-obatan PED
Pada awal abad ke-20, para atlet Olimpiade mulai menggunakan Obat-obatan Peningkat Kinerja
(Performance Enhancing Drugs/PED) untuk meningkatkan kemampuan atletik mereka. Sebagai contoh, pemenang maraton dalam
Olimpiade St. Louis 1904; Thomas Hicks diberikan strychnine dan
brendi oleh pelatihnya.
Kematian yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan terjadi dalam
Olimpiade Roma 1960. Saat pertandingan
balap sepeda, atlet sepeda
Denmark; Knud Enemark Jensen jatuh dari sepedanya dan meninggal. Otopsi menemukan bahwa saat bertanding ia berada di bawah pengaruh
amfetamin.Atas peristiwa ini, IOC melarang penggunaan PED dalam Olimpiade.
Atlet Olimpiade pertama yang di tes positif menggunakan PED adalah Hans-Gunnar Liljenwall, seorang pelari
Swedia dalam
Olimpiade Mexico City 1968. Dia kehilangan medali perunggunya setelah terbukti positif menggunakan alkohol selama pertandingan.Penggunaan PED dalam Olimpiade yang paling dipublikasikan adalah
Ben Johnson, seorang pelari cepat
Kanada yang memenangkan lari 100 meter dalam
Olimpiade Seoul 1988, namun Johnson dinyatakan positif menggunakan stanozolol. Medali emasnya kemudian dicabut dan diberikan kepada
runner-up;
Carl Lewis.
Pada tahun 1999, IOC mengambil inisiatif untuk berjuang dengan lebih terorganisir melawan penggunaan PED dengan membentuk
World Anti-Doping Agency (WADA). Ada peningkatan tajam jumlah atlet yang positif menggunakan PED dalam tes yang dilakukan pada
Olimpiade Sydney 2000 dan
Olimpiade Musim Dingin Salt Lake City 2002. Beberapa peraih medali dalam cabang
angkat besi dan
ski lintas alam di diskualifikasi karena menggunakan PED. Dalam
Olimpiade Musim Dingin Turin 2006,
hanya satu atlet yang terbukti positif menggunakan PED. IOC membentuk
rejimen pengujian obat-obatan (sekarang dikenal dengan Standar
Olimpiade) yang menetapkan kadar obat-obatan yang diizinkan bagi para
atlet.Dalam
Olimpiade Beijing 2008,
sekitar 3.667 atlet di uji oleh IOC di bawah naungan WADA. Pengujian
ini meliputi tes urin dan tes darah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa
hanya tiga atlet yang terbukti menggunakan PED.
Diskriminasi gender
Atlet wanita pertama kalinya diijinkan untuk ikut serta dalam
Olimpiade Paris 1900, namun dalam
Olimpiade Barcelona 1992, sekitar tiga puluh lima negara masih mengirimkan semua kontingen pria ke Olimpiade.Jumlah ini turun pesat selama tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 1996,
Lita Fariman adalah atlet wanita pertama yang mewakili Iran dalam
Olimpiade lewat cabang olahraga menembak. Dalam Olimpiade Sidney 2000,
Bahrain mengirimkan dua atlet wanita untuk pertama kalinya ke ajang Olimpiade: Fatema Hameed Gerashi dan Mariam Mohamed Hadi Al Hilli. Tahun 2004, Robina Muqim Yaar dan Friba Razayee mencatatkan diri sebagai atlet wanita pertama yang berlaga mewakili
Afghanistan dalam ajang Olimpiade. Empat tahun berikutnya,
Uni Emirat Arab
juga mengirim atlet wanita ke Olimpiade Beijing untuk pertama kalinya:
Maitha Al Maktoum (taekwondo) dan Latifa Al Maktoum (berkuda).
Hingga tahun 2010, tercatat tiga negara yang sama sekali belum pernah
mengirimkan atlet wanita ke ajang Olimpiade. Negara-negara tersebut
adalah:
Brunei,
Arab Saudi dan
Qatar.
Brunei cuma pernah berpartisipasi dalam tiga perayaan Olimpiade, itupun
dengan jumlah atlet yang sangat sedikit. Arab Saudi dan Qatar telah
berpartisipasi dalam banyak ajang dan tetap konsisten mengirim kontingen
pria ke Olimpiade. Tahun 2010,
Komite Olimpiade Internasional menyatakan akan "menekan" negara-negara tersebut untuk memperbolehkan dan memfasilitasi keikutsertaan atlet-atlet wanita dalam
Olimpiade London 2012.
Anita DeFrantz, ketua Komisi Perempuan IOC menyarankan agar
negara-negara yang mencegah keikutsertaan atlet-atlet wanita supaya
dilarang untuk mengikuti Olimpiade. Tak lama kemudian, Komite Olimpiade
Qatar mengumumkan bahwa mereka akan mengirim empat atlet wanita dari
cabang
menembak dan
anggar
pada Olimpiade London 2012. Di Arab Saudi, hukum nasional di negara
tersebut secara eksplisit memang melarang wanita untuk berlaga dalam
Olimpiade.
Pada bulan Juni 2012, secara mengejutkan Kedutaan Arab Saudi di
London
mengumumkan akan mengirimkan atlet wanita untuk berkompetisi dalam
ajang Olimpiade 2012 untuk pertama kalinya. Brunei juga mengumumkan
kalau mereka akan mengirimkan atlet wanitanya ke ajang Olimpiade yang
mulai berlangsung pada tanggal 27 Juli 2012 di London, Inggris.Pada akhirnya, Arab Saudi mengirim dua atlet wanita ke London (Wodjan
Ali Seraj Abdulrahim Shahrkhani; judo dan Sarah Attar; lari 800-meter);
Qatar 4 atlet dan Brunei satu (Maziah Mahusin; rintangan 400m).
Dengan demikian, Olimpiade London 2012 menjadi Olimpiade pertama dimana
kesemua negara peserta mengikutsertakan atlet perempuan dalam
kontingennya.
Cabang olahraga pada Olimpiade yang menampilkan pria dan wanita berlaga secara bersamaan adalah
berkuda.
Tidak ada istilah "olahraga wanita" atau "olahraga pria" dalam
Olimpiade. Meskipun demikian, pada tahun 2008 cabang olahraga yang
diperlombakan untuk atlet pria masih lebih banyak dibanding atlet
wanita. Dengan penambahan cabang tinju wanita dalam Olimpiade London
2012, diharapkan para atlet wanita akan dapat bersaing di semua cabang
olahraga yang sama dengan para atlet pria.
Kekerasan
Tiga ajang Olimpiade tidak dirayakan karena peperangan: tahun 1916, Olimpiade dibatalkan karena
Perang Dunia I, sedangkan Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin tahun 1940 dan 1944 tidak dirayakan karena
Perang Dunia II.
Perang Ossetia Selatan antara
Rusia dan
Georgia meletus pada hari pertama pembukaan
Olimpiade Beijing 2008.
Presiden Amerika Serikat ,
George W. Bush dan
Perdana Menteri Rusia,
Vladimir Putin
sama-sama menghadiri pembukaan Olimpiade saat itu dan saling mengobrol
tentang konflik tersebut pada acara jamuan makan malam yang diadakan
oleh
Presiden RRC,
Hu Jintao.
[158] Saat Nino Salukvadze dari Georgia memenangkan medali perunggu dari cabang
menembak,
dia berdiri di podium kemenangan berdampingan dengan Natalia Paderina,
atlet menembak dari Rusia yang meraih medali perak. Dari apa yang
dipublikasikan oleh
media, dikabarkan kalau Salukvadze dan Paderina saling memeluk di podium setelah upacara penyerahan medali berakhir.
Terorisme juga pernah menghantui penyelenggaraan Olimpiade. Dalam
Olimpiade München 1972 di
Jerman, perayaan Olimpiade berubah menjadi bencana ketika sekelompok teroris dari
Palestinian Black September berhasil memasuki kamp atlet Israel lalu menyandera dan membunuh 11 atlet
Israel beserta seorang polisi Jerman. Tragedi tersebut dikenal sebagai
Peristiwa München.
Atas peristiwa ini, penyelenggaraan Olimpiade saat itu dijeda untuk
memberi penghormatan pada para korban dan kemudian dilanjutkan kembali.Dalam
Olimpiade Atlanta 1996 di Amerika Serikat, sebuah bom diledakkan di
Centennial Olympic Park,
menewaskan 2 orang dan melukai 111 lainnya. Pengeboman tersebut di
gembongi oleh Eric Robert Rudolph, seorang teroris domestik Amerika yang
kemudian dijatuhi hukuman seumur hidup atas perbuatannya. Tingkat pengamanan dalam perayaan Olimpiade juga semakin diperketat setelah terjadinya
serangan 11 September 2001.
Pemenang dan medali
Atlet atau tim yang berhasil menempati posisi pertama, kedua dan ketiga dalam Olimpiade masing-masing dianugerahi sebuah
medali. Pemenang pertama dianugerahi medali emas, yang betul-betul terbuat dari emas murni sampai
Olimpiade Stockholm 1912,
setelah itu terbuat dari perak berlapis emas sampai sekarang. Setiap
medali emas harus mengandung setidaknya enam gram emas murni.
Runner-up atau juara kedua dianugerahi medali perak dan juara ketiga mendapatkan medali perunggu. Dalam cabang olahraga yang memakai
sistem gugur (terutama
tinju), tempat ketiga biasanya tidak ditentukan dan kedua semifinalis akan mendapatkan medali perunggu. Dalam
Olimpiade Athena 1896, hanya medali perak dan perunggu yang diberikan. Format tiga medali ini baru diperkenalkan dalam
Olimpiade St. Louis 1904.Sejak
Olimpiade London 1948, urutan keempat, kelima, dan keenam diberi sertifikat, yang selanjutnya dikenal sebagai diploma kemenangan. Kemudian, dalam
Olimpiade Los Angeles 1984, urutan ketujuh dan kedelapan juga diberi diploma kemenangan. Dalam
Olimpiade Athena 2004, penerima medali emas, perak dan perunggu juga dikalungkan
bunga zaitun.
Berikut ini merupakan atlet-atlet peraih medali terbanyak berdasarkan
perolehan medali emas sepanjang sejarah penyelenggaraan Olimpiade:
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
- Sumber: Situs resmi Olimpiade
Mengenai perolehan medali, IOC memang tidak mengakui urutan global
berdasarkan negara, tabulasi medali ditampilkan sekedar untuk informasi
saja. Lebih lanjut, hasil-hasil yang ditampilkan merupakan hasil resmi
dan diambil dari "Laporan Resmi" - sebuah dokumen yang diterbitkan untuk
setiap Olimpiade oleh Komite Organisasi. Namun untuk
Olimpiade-Olimpiade mula-mula hingga
Olimpiade Antwerpen 1920,
terdapat kesulitan dalam menghitung jumlah medali per negara, karena
banyak tim yang mengikutsertakan atlet dari negara-negara lainnya.
Tabulasi medali berdasarkan negara ini bersumber dari jumlah medali emas
yang diperoleh, dengan medali emas mendapat prioritas lebih tinggi dari
perak dan perunggu. Kemenangan beregu dianggap sebagai satu medali
saja.Dengan mengacu kepada data yang dirilis oleh
Komite Olimpiade Internasional,
berikut ini adalah sepuluh negara dengan perolehan medali terbanyak
sepanjang sejarah penyelenggaraan Olimpiade, baik Musim Panas maupun
Musim Dingin:
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
- Bekas negara
Kota dan negara tuan rumah
Peta lokasi Olimpiade Musim Panas. Negara-negara yang telah menjadi tuan
rumah Olimpiade sebanyak satu kali ditandai dengan warna hijau, lebih
dari sekali ditandai dengan warna biru.
Peta lokasi Olimpiade Musim Dingin. Negara-negara yang telah menjadi
tuan rumah Olimpiade sebanyak satu kali ditandai dengan warna hijau,
lebih dari sekali ditandai dengan warna biru.
Kota tuan rumah untuk Olimpiade biasanya dipilih tujuh tahun menjelang perayaan Olimpiade.Proses seleksi dilakukan dalam dua tahap yang memakan waktu dua tahun.
Calon kota tuan rumah mengajukan proposal ke NOC di negaranya. Jika
terdapat lebih dari satu kota dari negara yang sama mengajukan proposal
ke NOC nya, maka NOC di negara tersebut biasanya menggunakan seleksi
internal, karena hanya satu kota per NOC yang dapat diajukan ke IOC
sebagai nominasi kota tuan rumah. Setelah batas waktu pengajuan proposal
kepada NOC tercapai, tahap pertama (aplikasi) dimulai dengan kota-kota
pemohon diminta untuk mengisi kuesioner tentang kriteria utama yang
terkait dengan penyelenggaraan Olimpiade.Dalam tahap ini, kota pemohon harus memberikan jaminan bahwa mereka
akan mematuhi Piagam Olimpiade dan peraturan lainnya yang ditetapkan
oleh IOC.Kuesioner yang telah diisi oleh kota pemohon di evaluasi oleh kelompok
khusus yang ditugaskan oleh IOC. Dari hasil evaluasi ini, Dewan
Eksekutif IOC memilih kota kandidat yang akan dilanjutkan ke tahap
pencalonan.
Setelah kota-kota kandidat tuan rumah Olimpiade terpilih, mereka akan
di analisis oleh Komisi Evaluasi. Komisi ini akan mengunjungi kota-kota
kandidat, mewawancarai pejabat setempat dan memeriksa tempat-tempat
yang prospektif. Selama proses wawancara, kota kandidat juga harus
menjamin bahwa mereka sanggup untuk mendanai Olimpiade. Berikutnya,
Komisi Evaluasi melaporkan hasil analisanya pada IOC sebulan sebelum
keputusan akhir diputuskan.Setelah tugas Komisi Evaluasi selesai, daftar calon dipresentasikan
dalam sidang umum IOC. Sidang umum ini diselenggarakan di suatu negara
yang tidak memiliki kota kandidat dalam pencalonan. Para anggota IOC
memberikan masing-masing satu suara untuk memilih kota tuan rumah
Olimpiade. Setelah terpilih, kota tuan rumah beserta NOC nya akan
menandatangani kontrak dengan IOC dan secara resmi dinobatkan sebagai
kota tuan rumah penyelenggara Olimpiade.
Hingga tahun 2016, Olimpiade telah diselenggarakan oleh 44 kota di 23 negara, namun sebagian besarnya adalah kota-kota di
Eropa dan
Amerika Utara. Kota-kota di luar itu yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade terhitung hanya delapan kota. Sejak
Olimpiade Seoul 1988 di
Korea Selatan, Olimpiade telah diselenggarakan di
Asia dan
Oseania sebanyak empat kali, meningkat tajam dibandingkan dengan 92 tahun sebelumnya (cuma dua kota).
Rio de Janeiro menjadi kota pertama di
Amerika Selatan yang menjadi kota penyelenggara Olimpiade (2016). Sedangkan kota-kota di
Afrika tidak ada yang berhasil lolos ke tahap pencalonan.
Amerika Serikat telah menyelenggarakan empat Olimpiade Musim Panas
dan empat Olimpiade Musim Dingin, paling banyak dibanding negara lain.
Britania Raya telah menjadi tuan rumah dua Olimpiade Musim Panas, dan menjadi tuan rumah yang ketiga kalinya pada
Olimpiade London 2012.
Jerman,
Australia,
Perancis dan
Yunani
adalah negara-negara yang telah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim
Panas sebanyak dua kali. Di antara kota-kota tuan rumah, hanya
Los Angeles,
Paris,
Athena dan
London
yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas lebih dari sekali
(masing-masing dua kali). Dengan diselenggarakannya Olimpiade Musim
Panas 2012 di London, kota ini memegang rekor baru sebagai satu-satunya
kota yang telah menyelenggarakan Olimpiade Musim Panas sebanyak tiga
kali.
Mengenai Olimpiade Musim Dingin, Perancis telah menjadi tuan rumah untuk tiga Olimpiade, sementara
Swiss,
Austria,
Norwegia,
Jepang dan
Italia telah menyelenggarakan dua kali Olimpiade.
Olimpiade Musim Dingin terakhir diadakan di
Vancouver,
Kanada, menjadi Olimpiade Musim Dingin kedua dan ketiga secara keseluruhan yang diselenggarakan di Kanada.
Olimpiade Musim Dingin berikutnya akan diselenggarakan untuk pertama kalinya di
Rusia pada tahun 2014.
Sumber: Encyclopædia Britannica.