Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

KOIN UNTUK TIMNAS INDONESIA

DONASI Satu Untuk TIMNAS
Ketika PEJUANG BANGSA Harus dilecehkan Oleh PENGUASA
Saatnya RAKYAT BERGERAK

Penggalangan Dana Demi Timnas

Timnas Indonesia beberapa hari lagi akan bermain di Piala AFF 2012 di Malaysia. Namun Timnas ditimpa masalah yaitu lewat Menpora Andi Malarangeng yang tidak akan mengucurkan dana APBN untuk ajang 2 tahunan ini. Oleh karena itu komunitas pecinta sepakbola melalui berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk timnas.

Suporter membuka rekening di BRI no 4187-01-005149-53-6 atas nama “Satu Untuk Timnas” untuk menampung bantuan dari masyarakat dan untuk transparasi perincian dana yang masuk  akan diumumkan  kepada masyarakat".

Nomor Rekening Bank BRI
4187-01-005149-53-6
A/N SATU UNTUK TIMNAS - Konfirmasi 083829729265 (Arief Sunandar).
Diumumkan secara transparan di website www.binasepakbola.com

Djohar dan La Nyala di Mata Pencinta Sepakbola Indonesia



Kisruh sepakbola nasional yang tiada henti, kini makin menonjolkan 2 karakter tokoh yang berbeda. Djohar Arifin Husin sebagai ketua umum PSSI, organisasi sepakbola resmi dibawah AFC dan FIFA dan La Nyala Mataliti sebagai ketua KPSI yang mungkin dibawah FIFA dan dalam lindungan mantan partai yang pernah lama berkuasa di Indonesia.

Djohar Arifin Husin mungkin satu-satunya ketua umum PSSI yang terlalu sabar dalam menghadapi fitnah, hujatan media pro KPSI dan hadangan kasar dari kubu yang memusuhinya dan ingin merebut kembali PSSI menjadi bagian dari kartel bisnisnya.

Saat ditanya oleh penulis apakah tidak terpancing emosinya untuk menyampaikan serangan balik dari hujatan-hujatan yang disampaikan kepadanya,  Djohar Arifin mengatakan “ Biarlah Allah yang yang akan menunjukkan jalan terbaik dan hidayah bagi mereka yang menghujat saya”.

Sampai dengan saat ini dimata penulis, kekurangan terbesar dari sosok Djohar Arifin adalah ketegasan untuk mengganti pengurus PSSI yang bertipe penghianat, provokator dan hanya mengejar kekayaan pribadi daan golongannya. Struktur organisasi yang “gendut” juga dianggap sebagai upaya dari sekedar bagi-bagi kekuasaan saja atau tidak berani menolak pengurus titipan dari pihak-pihak yang merasa telah memberikan suara dukungan kepadanya di Konggres Solo lalu.

PSSI juga dianggap tidak tegas dalam menyikapi sikap perlawanan dari PT. Liga Indonesia yang menolak dilakukan audit secara independent terbuka oleh auditor yang berkualitas, dan sebagai pemegang saaham terbesar yaitu 99%, PT. Liga Indonesia tidak dapat melakukan aksi perseroan yang melanggar AD ART PT tanpa persetujuan pemegang saham mayoritas.

Satu lagi blunder yang dilakukan Djohar Arifin adalah dalam hal pemilihan pengurus eksekutif di PSSI yang terkesan tidak memakai prinsip “the right man on the right place”, banyak beberapa komentar yang bermunculan di media, tanpa terlebih dahulu diolah dengan baik oleh Divisi Humas atau Divisi Media Centernya. Pemilihan pengurus dari politikus didalam struktur kepengurusan juga merupakan kelemahannya, lihat saja ada sosok Saleh Ismail Mukadar dari PDIP, manajer timnas yang dua kali dari politikus, Ramadhan Pohan dari Demokrat dan Habil Maratti dari PPP. 

La Nyala Mataliti yang juga seorang politikus Partai Pemuda Pancasila, muncul sebagai ketua KPSI adalah sosok yang baru muncul setelah diajak oleh K.78 yang didalamnya terdapat Saleh Ismail Mukadar pada saat revolusi PSSI era Nurdin Halid yang dianggap melanggar statuta FIFA. Sebagai ketua KPSI yang ingin menjadi ketua PSSI sebenarnya masih banyak kekurangan yang dimilikinya yaitu, pelanggaran statuta PSSI tentang kewajiban masa aktif di kepengurusan sepakbola selama minimal  5 tahun.

Beberapa kalimat blunder lainnya dari La Nyala Mataliti adalah kontroversi mengenai sepakbola bahkan jauh dari gelar Haji yang dimilikinya, berikut saya sampaikan rekaman diskusi di metrotvnews tanggal 29 Juli 2012.

Menurut La Nyala “MoU adalah katup penyelamat, dan JC adalah perangkat yang kita sepakati untuk mengelola proses transisi hingga kongres. Jika JC tidak berjalan dan sanksi itu akhirnya dikeluarkan oleh FIFA, saya tak akan bisa menolong, barangkali Tuhan pun tak akan bisa menolong,” .

Sepertinya kalau kita tarik arti pernyataan itu LNM telah mensejajarkan posisinya dengan Allah. “Saya Tak Akan bisa menolong, Tuhanpun tak akan bisa menolong” begitu hebatnya seorang La Nyala Matalitti yang sudah bergelar Haji didepan namanya.  Semoga LNM cepat menyadari/kekeliruan  apa yang telah diucapkannya dan meminta ampun kepada Allah, Yang Maha Kuasa.

Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) bukan untuk membenahi sepak bola Tanah Air, melainkan hanya untuk menduduki PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin. La Nyala Matataliti yang tetap menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu 18 Maret 2012, tidak diakui oleh AFC dan FIFA, karena di AFC dan FIFA konggres yang diakui hanya konggres terakhir di Solo. Manuver KSPI terlihat secara kasat mata hanya berlandaskan dendam dan  mencerminkan sikap yang sangat haus jabatan.

KLB KPSI tersebut telah menetapkan La Nyalla Mahmud Mattalitti dan Rahim Soekasah sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI yang sampai dengan saat ini tidak diakui dan disahkan oleh AFC dan FIFA.

Dalam menghadapi kisruh sepakbola nasional saat ini ini PSSI  selalu dihadapkan pada berbagai persoalan yang menghadang. Tudingan minor dari kubu KPSI selalu dihujamkan setiap saat , sehingga PSSI  harus bisa mensikapi dan memanfaatkan setiap momen perbaikan internal dengan baik, agar kita tidak tersingkir dari persaingan tersebut.

Saat ini sosok Djohar Arifin  mungkin terkesan sulit untuk membedakan mana kawan dan mana lawan. Dan harus hati-hati, orang di sekitarnya ada yang tersenyum manis, memuji, dan kadangkala sok menjadi pahlawan yang selalu menawarkan jasanya pada kita. Tetapi di belakang, mereka justru bersikap sebagai musuh yang siap menghancurkan reputasi PSSI. Bahkan masa depan sepakbola nasional sekalipun.

Reformasi PSSI, sebagai Ketua Umum Djohar bisa mengganti secara tegas tanpa persetujuan untuk garis organisasi kepengurusan selain jabatan Waketum, Exco dan Sekjen. Hanya satu sosok yang masih pantas bercokol di PSSI yaitu Catur Agus Saptono yang memiliki integritas dan ketegasan sesuai aturan yang ada. Yang lainnya inilah ujian ketegasan seorang Djohar, apakah akan berani mengganti pengurus yang tidak produktif, ber kinerja buruk dan bertipe provokator, diganti dengan orang-orang yang memiliki integritas baik dan memegang teguh aturan yang ada untuk perbaikan sepakbola nasional.


''Allaahummahdiy qaumiy fainnahum la ya'lamun'' (Ya Allah, berilah petunjuk kepada mereka, sesungguhnya mereka tidak tahu).

@mediasepakbola.com
Ryan Adhianto
Pencinta Sepakbola Indonesia

Main Bola di Luar Negeri: Antara Mimpi dan Kangen Rumah


: Aditya

Bermain di kompetisi sepak bola yang levelnya lebih tinggi menjadi mimpi banyak pemain. Kualitas kompetisi, prestasi, karier dan pengalaman adalah contoh bagaimana kompetisi di luar negeri-terutama yang sepak bolanya sudah profesional dan menjadi industri-terlihat lebih menjanjikan.

Bima Sakti adalah salah satu dari sedikit pemain Indonesia yang punya sejarah bermain di luar negeri, yaitu saat bergabung dengan PSSI Primavera. Ia menimba ilmu dan pengalaman di Italia. Setelah itu, mantan kapten timnas Indonesia yang dikenal dengan tendangan geledeknya ini pada musim 1995-1996 membela klub Helsingborg IF di liga Swedia. Bertahan hanya satu musim, Bima kembali ke Indonesia dan bermain bersama Persema Malang.

Dalam perbincangan, Bima mengatakan bahwa bermain di klub asing dapat meningkatkan rasa percaya dirinya. Terlebih visi bermain sepak bolanya lebih jelas dan mendapatkan pengalaman dari sebuah kompetisi yang tertata rapi.

Soal gaji, dia mengaku tidak mau memikirkan ketika itu. Sebab tujuannya adalah menimba ilmu dan bermain total di kompetisi luar negeri. “Lumayanlah. Mungkin hampir sama seperti yang diterima adik-adik saya yang sekarang bermain di Uruguay atau Belgia,” ujarnya, tanpa mau merinci.

Fasilitas yang ia terima pun tidak jauh berbeda dengan yang diberikan klub-klub lokal. “Yang saya terima pada saat itu seperti apartemen dan uang saku. Namun yang berbeda adalah saya bermain di lapangan yang bagus. Lebih profesional,” ungkapnya.

Kelebihan lain yang ia rasakan adalah pola latihan yang benar-benar disiplin. Ditambah sarana seperti ruang ganti yang tertata rapi dan menggunakan lapangan yang sangat baik untuk digunakan. “Saya benar-benar merasakan kompetisi yang serius, namun ditunjang dengan sarana dan pola latihan yang baik,” papar Bima.

Ia juga mengungkapkan selama bermain di klub asing merasa dihargai oleh rekan-rekannya di klub itu . “Mereka salut dan respect terhadap bakat-bakat pemain dari Indonesia. Mereka takjub melihat skill pemain-pemain yang berasal dari Papua,” imbuhnya.

Namun saat bermain di klub asing ia mempunyai kelemahan saat berkomunikasi serta makanan yang dikonsumsinya. Dan yang paling berpengaruh adalah tekanan mental karena berbeda budaya sehingga harus beradaptasi dengan cepat.

“Sering merasa homesick karena saya di sana adalah kaum minoritas dan tidak mengenal siapa-siapa. Jadi saya ingin cepat-cepat pulang ke Tanah Air,” jelasnya.

Bima melanjutkan, pola hidup pun harus disesuaikan karena musim di sana, dengan cuacanya yang dingin. “Makanan pun tidak semuanya sesuai dengan selera saya. Makanan instant hampir semua produk Thailand, “ terangnya.

Kini, mengetahui makin banyak pemain muda bersempatan main di kompetisi luar negeri, dia sangat mendukung. “Saya sangat setuju kepada pemain muda yang sekarang bermain di CS Vise. Mudah-mudahan ke depannya mereka bisa menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia,” harapnya.


Berikut beberapa pemain Indonesia lain yang berlaga di luar negeri:

1. Yericho Christianto

Lahir di Malang pada 14 Januari 1992. Tinggi Badan 1,67cm.

Pemain yang berposisi di sektor kiri pertahanan ini dijuluki sebagai Roberto Carlosnya Indonesia ketika masih bermain bersama tim SAD. Bermain di CS Vise pada pertengahan tahun 2011 yang lalu, Yericho menggunakan nomor punggung 2.

2. Alfin Tuasalamony

Lahir di Maluku pada 13 November 1992. Tinggi badan 1,73 sentimeter dan berposisi sebagai pemain bertahan dengan nomor kostum 18 di CS Vise.

3. Ruben Wuarbanaran

Pemain kelahiran Wijhe, Belanda pada tahun 1990 ini adalah salah satu pemain hasil naturalisasi PSSI pada era kepemimpinan Nurdin Halid. Sempat membela Pelita Jaya di kompetisi LSI, Ruben akhirnya hijrah ke CS Vise bersamaan dengan kepindahan Syamsir Alam. Di CS Vise, Ruben bermain di posisi gelandang.

4. Yandi Sofyan Munawar

Penyerang CS Vise kelahiran Garut 25 Mei 1992 ini telah bermain di CS Vise sebanyak 14 kali dengan 11 di antaranya masuk sebagai pemain pengganti selama musim kompetisi 2011/2012 tanpa mencetak satu gol pun.

5. Syamsir Alam
Putra Minang kelahiran Agam 6 Juli 1992 ini memiliki postur 178 cm dan bermain sebagai penyerang. Selama membela CS Vise sejak awal tahun 2012 ini, Alam telah bermain sebanyak empat kali. Dari empat pertandingan tersebut, Alam belum sekalipun berhasil menciptakan gol. Ia juga pernah bermain di Atletico Penarol, Uruguay. Sebelumnya sempat mengikuti seleksi masuk tim junior klub Liga Belanda, Vitesse Arnhem dan Heerenveen tapi gagal lolos.

6. Ricky Yakobi

Masa keemasan pemain kelahiran Medan 12 Maret 1963 ini adalah saat membela Arseto Solo di era-80 an. Setelah ia tampil gemilang bersama timnas Indonesia di Asian Games 1986, ia mampu menarik hati klub asal Liga Jepang, Matsushita untuk menggunakan tenaganya di kompetisi musim 1988. Sayang Ricky tak mampu beradaptasi dengan cuaca dingin Negeri Sakura, sehingga hanya bermain dalam empat pertandingan saja dengan satu sumbangan gol.

7. Rocky Putiray

Pemain yang selalu tampil eksentrik kelahiran Maluku 26 Juni 1970 ini bisa dibilang pemain Indonesia paling sukses saat berkarier di kompetisi luar negeri. Putiray mengawali karirnya bersama Arseto Solo. Klub luar negeri pertama pemain asal Maluku ini adalah Instant Dict Hongkong pada 2001. Dari 15 pertandingan yang dilakoni di klub itu, dia mencetak 20 gol.

Pada musim 2002-2004 dia bermain untuk Kitchee FC. Putiray tampil menggila bersama klub ini. Yakni, torehan 41 gol dari 20 laga. Pada 2004-2005 Putiray direkrut South China AA dengan 15 gol dari 25 penampilan. Penampilan spektakuler Putiray adalah kala mencetak 2 gol ke gawang AC Milan, 31 Mei 2004, ketika membela tim bintang Liga Hongkong. Dua gol itu sekaligus membawa kemenangan timnya atas AC Milan 2-1.

8. Kurniawan Dwi Julianto

Tergabung dalam tim Primavera Indonesia saat berlatih di Italia, semakin mematangkan pemain jebolan Diklat Salatiga ini. Skill pemain yang akrab disapa kurus ini telah menarik perhatian klub di Liga Swiss, FC Luzern pada 1994-1995. Sayang penampilannya mengecewakan. Dia hanya bermain dalam 10 laga dan cuma mencetak satu gol.

Meski begitu, klub Sampdoria Italia tertarik merekrutnya untuk bermain di seri-B pada musim 1996-1997. Namun, pemain kelahiran 13 Juli 1976 juga gagal menampilkan kemampuan terbaiknya. Pada 2006, Serawak FC Malaysia mengontraknya. Namun lantaran tak kunjung menciptakan gol, kontrak diputus di tengah jalan.

9. Kurnia Sandy

Kurnia adalah satu-satunya penjaga gawang Indonesia yang sempat membubuhkan tandatangannya bersama klub luar negeri. Tepatnya usai berguru di Italia bersama tim Primavera. Penjaga gawang kelahiran Semarang, 24 Agustus 1975 ini menandatangani kontrak bersama Sampdoria di musim kompetisi 1996-1997 sebagai penjaga gawang ketiga. Hanya berkiprah setahun, Sandy kembali ke Indonesia untuk bergabung bersama klub-klub lokal seperti Pelita Jaya, Persikabo, PSM Makassar, Arema Malang, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Mitra Kukar dan sempat bermain di Klub Liga Primer Indonesia, Bandung FC.

10. Bambang Pamungkas


Ikon klub Persija Jakarta ini adalah generasi emas striker Indonesia berikutnya. Bepe sapaannya, adalah pemain yang tergabung dalam proyek lanjutan Primavera yang dinamai Baretti. Seperti halnya Kurniawan Dwi Yulianto, Bepe menjadi pemain paling menonjol kala berguru di Italia hingga klub Divisi 3 Liga Belanda, EHC Norad mengontraknya. Sayang masalah adaptasi cuaca membuat Bepe diputus kontrak hanya beberapa bulan ke depan.

Pada tahun 2005 Bepe menandatangani kontrak dengan Selangor FC. Dia tampil cemerlang saat memperkuat Selangor FC bersama rekannya di timnas, Elie Aiboy. Dia langsung menjadi idola fans klub tersebut dengan mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak Liga Malaysia (22 gol). Dari 42 penampilannya, Bepe menciptakan 39 gol.

11. Elie Aiboy

Sama dengan Bepe, Elie Aiboy pernah berseragam Selangor FC Malaysia. Dia tampil cemerlang di klub negeri jiran itu. Di musim pertamanya 2005-2006, Elie mengantar Selangor FC meraih treble winner dengan menjuarai Liga Perdana Malaysia, Piala Malaysia dan Piala FA Malaysia.

12. Jajang Mulyana

Pernah bermain untuk Boavista FC di Brasil pada tahun 2008-2009 dengan status pinjaman. Namun, dia hanya bermain 8 kali dan mencetak 1 gol.

13. Arthur Irawan

November 2011 resmi dikontrak klub Espanyol. Sekaligus mencatat sejarah sebagai pemain bola asal Indonesia pertama yang membela klub Liga Primera Spanyol.

FOKUS: Bukan Saja Indonesia, Tapi Malaysia, Singapura & Thailand Juga Bermasalah


Berbagai permasalahan mewarnai persepakbolaan ASEAN menjelang bergulirnya AFF Suzuki Cup 2012.

 

Perhelatan AFF Suzuki Cup 2012 tinggal menyisakan waktu dua bulan. Sejumlah tim di kawasan Asia Tenggara mulai melakukan persiapan demi mewujudkan ambisi menjadi yang terbaik pada tahun ini.

Di balik hingar bingar pagelaran sepakbola dua tahunan ini, banyak permasalahan yang mewarnai persepakbolaan masing-masing negara, terutama empat besar. Malaysia yang berstatus juara bertahan, dan akan menjadi tuan rumah secara garis besar dianggap mengalami penurunan.

Begitu pula dengan Singapura. Negara yang sempat menjadi kampiun tiga kali ini terus mengalami degradasi prestasi. Dua tahun lalu, Singapura gagal ke semi-final, dan dipecundangi Filipina yang melangkah ke empat besar. Terakhir, Filipina mengalahkan Singapura dalam laga uji coba.

Penurunan drastis dialami Thailand. Negara yang selalu menjadi momok bagi tim-tim manapun di kawasan Asia Tenggara ini meraih hasil terburuk dalam keikutsertaan mereka di Piala AFF. Thailand mencatat sejarah memalukan untuk kali pertama tidak mendapatkan kemenangan pada dua tahun lalu.

Sementara Indonesia menghadapi permasalahan paling pelik dibandingkan kontestan lainnya. Kisruh sepakbola nasional yang terus berlarut-larut dalam dua tahun terakhir membuat Indonesia berada dalam titik nadir terendah. Hal itu bisa dilihat posisi Indonesia di ranking FIFA yang menempati peringkat 168.

Berikut sejumlah ulasan mengenai kondisi persepakbolaan di kawasan Asia Tenggara yang dirangkum redaksi GOAL.com. Klik pada kotak yang tersedia di bawah ini untuk mengetahui masalah sepakbola yang dialami masing-masing negara.


Singapura SINGAPURA
Jumlah Penonton Berkurang, Kinerja Wasit, Pelayanan Nasional/Wajib Militer, Lions XII Versus S-League
Singapura



Thailand THAILAND
Jadwal Berantakan, Kebugaran Pemain, Manajemen Amburadul & Sikap Buruk
Thailand



Malaysia MALAYSIA
Kurang Laga Internasional Yang Kompetitif, Kritikan Publik, Sistem Liga Malaysia
Malaysia



Indonesia INDONESIA
Dualisme Kompetisi, Dualisme Organisasi, Dualisme Tim Nasional
Indonesia
GOAL.com Indonesia   OLEH
DONNY AFRONI
 

Julukan Raja Klub-klub Sepakbola di Indonesia

Klub-klub sepakbola di Indonesia memiliki julukan yang terinspirasi oleh nama-nama raja, para pahlawan, pejuang, maupun peralatannya hingga satwa khas daerah. Julukan tersebut merupakan sebuah kebanggaan sekaligus asa guna menggapai kejayaan atau kemenangan dalam setiap pertandingan.
Inilah julukan sebagian klub-klub sepakbola di Indonesia:

Sumatera

Laskar Rencong - Persiraja Banda Aceh
Rencong (Reuncong) adalah senjata tradisional dari Aceh. Rencong selain simbol kebesaran para bangsawan, merupakan lambang keberanian para pejuang dan rakyat Aceh di masa perjuangan. Keberadaan rencong sebagai simbol keberanian dan kepahlawanan masyarakat Aceh terlihat bahwa hampir setiap pejuang Aceh, membekali dirinya dengan rencong sebagai alat pertahanan diri.
Ayam Kinantan - PSMS Medan
Ayam kinantan merupakan ayam khas daerah Sumatera Utara yang masuk katagori ayam hias.
Kabau Sirah - Semen Padang
Kabau sirah atau kerbau merah merupakan hewan terfavorit di Sumatera Barat. Dari sisi sejarah, hewan kerbau bagi suku besar di Sumbar ini telah mengantarkan kejayaan mereka di masa silam. Konon, dahulu kala karena bantuan kerbau-lah masyarakat di Sumbar menang perang melawan suku Jawa melalui pertarungan adu kerbau.
Laskar Wong Kito - Sriwijaya FC
Arti dari Wong Kito adalah “orang kita”. Maknanya bahwa masyarakat Palembang (Sumsel), dimanapun berada adalah satu saudara. Saudaranya tidak sebatas sesama orang Palembang saja, namun bersahabat dengan orang lain juga luar Palembang. Sementara Sriwijaya adalah salah satu kemaharajaan bahari yang pernah berdiri di pulau Sumatera dan banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, dan pesisir Kalimantan. Dalam bahasa Sanskerta, sri berarti “bercahaya” atau “gemilang”, dan wijaya berarti “kemenangan” atau “kejayaan”, maka nama Sriwijaya bermakna “kemenangan yang gilang-gemilang”.

Jawa

Macan Kemayoran - Persija Jakarta
Macan Kemayoran identik dengan Murtado, seorang pemuda asal Kemayoran yang baik hati lagi pintar beladiri sehingga mampu menumpas perampokan. Penguasa Belanda waktu itu menghendaki Murtado menggantikan Lihun jadi Kepala Kampung. Namun  Murtado menolaknya, karena ia tidak ingin jadi alat pemerintah jajahan. Murtado pun aktif berjuang untuk membebaskan rakyat dari cengkeraman penjajahan, penindasan, dan pemerasan.
Nama Jakarta digunakan sejak masa  penjajahan Jepang tahun 1942, untuk menyebut wilayah bekas Gemeente Batavia yang diresmikan pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1905. Nama ini dianggap sebagai kependekan dari kata Jayakarta (Dewanagariजयकृत), yang diberikan oleh orang-orang Demak dan Cirebon di bawah pimpinanFatahillah (Faletehan) setelah menyerang dan menduduki pelabuhan Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527. Nama ini biasanya diterjemahkan sebagai “kota kemenangan” atau “kota kejayaan”, namun sejatinya artinya ialah “kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan atau usaha”.
Laskar Pajajaran - Persikabo Bogor
Pajajaran adalah pusat pemerintahan Kerajaan Sunda, sebuah kerajaan yang selama beberapa abad (abad ke-7 hingga abad ke-16) pernah berdiri di wilayah barat pulau Jawa. Lokasi Pakuan Pajajaran berada di wilayah Bogor, Jawa Barat sekarang.
Maung Bandung - Persib Bandung
Simbol Maung dalam masyarakat Sunda terkait erat dengan legenda menghilangnya (nga-hyang) Prabu Siliwangi dan Kerajaan Pajajaran yang dipimpinnya pasca penyerbuan pasukan Islam Banten dan Cirebon yang juga dipimpin oleh keturunan Prabu Siliwangi.
Laskar Siliwangi - Bandung FC
Sri Baduga Maharaja (Ratu Jayadewata) atau masyarakat Sunda lebih mengenalnya sebagai Prabu Siliwangi mengawali pemerintahan zaman Pajajaran, yang memerintah selama 39 tahun (1482-1521). Pada masa inilah Pakuan mencapai puncak perkembangannya.
Laskar Ciung Wanara - PS Galuh Ciamis
Ciung Wanara adalah sebuah legenda yang berkembang di masyarakat Ciamis. Sementara Galuh adalah nama sebuah kerajaan yang memiliki wilayah luas di Ciamis, Jawa Barat.
Laskar Nusakambangan - PSCS Wijaya Kusuma Cilacap
Nusakambangan adalah pulau karang yang dikenal pula sebagai pulau penjara, juga tempat tumbuhnya bunga “bertuah” Wijaya Kusuma.
Laskar Jaka Kaiman - Persibas Banyumas
Jaka Kaiman adalah pendiri kadipaten Banyumas, dimana peradabannya lebih tua dari pada Mataram, bahkan Majapahit.
Ksatria Laskar Bagelen - Persekabpur Purworejo
Orang Begelen yang mendiami sebuah wilayah di Kabupaten Purworejo dikenal sebagai orang yang pemberani, jujur, setia, dan berjiwa besar.
Laskar Sultan Agung - Persiba bantul
Sultan Agung adalah raja terbesar Mataram Islam, pada jamannya kraton dipindah dari Kotagede ke Karta, sebuah daerah 5 km barat daya Kotagede. Daerah tersebut kini masuk ke wilayah Kabupaten Bantul. Stadion yang digunakan sebagai markas Persiba pun bernama Stadion Sultan Agung.
13457710791032032402
Logo Periba Bantul. (dok. http://laskarjihad25.blogspot.com/2011/06/biaya-lampu-ssa-bikin-galau.html)
Laskar Mataram - PSIM Yogyakarta
Bumi Mentaok sebagai cikal-bakal Mataram, kerajaan yang mempunyai wilayah hampir seluruh Jawa, berada di Yogyakarta.
Elang Jawa - PSS Sleman
Elang Jawa adalah spesies burung elang yang endemik di Jawa. Elang ini dijumpai di sekitar kawasan Gunung Merapi, Sleman.
13457711511851309340
Patung Elang Jawa di sebelah timur Stadion Maguwoharjo PSS Sleman. (dok. pribadi)
Macan Tidar - PPSM Sakti Magelang
Tidar adalah nama sebuah gunung di Kabupaten Magelang yang diyakini sebagai paku-nya Pulau Jawa, yang di sekitarnya terdapat Akademi Militer Nusantara dan SMA Nusantara, sebagai kawah candradimuka para jenderal TNI.
Laskar Mahesa Jenar - PSIS Semarang
Mahesa Jenar adalah mantan prajurit Kerajaan Demak yang pemberani, merupakan aktor utama pada komik tenar “Nagasasra dan Sabuk Inten” karya S.H. Mintardja.
Laskar Kalinyamat - Persijap Jepara
Ratu Kalinyamat adalah putri Sultan Trenggono, raja Demak Bintoro yang menjadi bupati di Jepara.
Laskar Sambernyawa - Persis Solo
Sambernyawa adalah julukan yang diberikan Gubernur Jenderal VOC Hartings kepada Mangkunegara I karena keberaniannya menentang penjajah. Sambernyawa adalah pendiri Kadipaten Prajan Mangkunegaran, sebuah kadipaten yang mendiami di Jawa Tengah bagian Timur.
Bajul Ijo - Persebaya Surabaya
Laskar Jaka Tingkir - Persela Lamongan
Jaka Tingkir adalah nama Sultan Hadiwijaya sebelum menjadi raja Kerajaan Pajang.
Laskar Angling Darma - Persibo Bojonegoro
Prabu Angling Darma adalah raja yang berkuasa di kerajaan Malawapati, yang konon pusat pemerintahannya di Kabupaten Bojonegoro. Angling Darma adalah julukan bagi Kabupaten Bojonegoro.
Macan Putih - Persik Kediri
Laskar Ken Arok - Persema Malang
Ken Arok yang beristrikan Ken Dedes adalah leluhur raja-raja Majapahit hingga Mataram kini.
13457708871796164575
Ken Arok. (dok. http://politik.kompasiana.com/2010/02/26/sby-penerus-keturunan-kepemimpinan-ken-arok/)
Singo Edan - Arema Malang

Kalimatan

Beruang Madu - Persiba Balikpapan
Elang Borneo - Persisam Putra Samarinda
Laskar Antasari - Barito Putra Banjarmasin
Pangeran Antasari adalah Sultan Banjar yang melakukan perlawanan “Perang Banjar” terhadap penjajah Belanda.
Laskar Katulistiwa - Bontang FC
Naga Mekes  - Mitra Kukar Kuta Kartanegara

Sulawesi

Juku Eja (Ikan Merah) - PSM Makasar

Papua

Mutiara Hitam - Persipura Jayapura
Badai Pegunungan Selatan - Persiwa Wamena
Gabus Sentani - Persidafon Dafonsoro
Hinocofu (Ular Putih) - Perseman Manokwari

Sumber

'Hanya PSSI Yang Berhak Mengirimkan Timnas'

'Hanya PSSI Yang Berhak Mengirimkan Timnas'
Juru Bicara PSSI, Eddie Elison. © AFP

Sikap KPSI yang berencana membentuk Tim Nasional Indonesia tandingan sangat disayangkan oleh beberapa pihak.

Salah satunya Juru Bicara PSSI, Eddie Elison. Menurutnya, sangat tidak mungkin jika skuad tandingan tersebut nantinya akan diberangkatkan ke ajang Piala AFF 2012.

"Ini kejuaraan yang secara resmi digelar AFF, di mana PSSI menjadi anggotanya. Sehingga, hanya PSSI yang berhak mengirimkan Timnasnya," terang Elison kepada Bola.net.

"Hal ini mempertegas dan menguatkan kedudukan PSSI sebagai satu-satunya pihak yang sah mengirimkan Timnasnya ke ajang AFF," tambahnya.

Eddie juga meminta para pemain dan staf pelatih agar tidak terpengaruh dengan rencana tersebut. Ia meminta agar pemain asuhan Nil Maizar tetap fokus di pemusatan latihan.

"Biarkan saja apa yang sedang hangat di media-media. Para pemain dan tim pelatih harus tetap kompak dan kosentrasi," pungkasnya.

Akan Lapor ke FIFA, Djohar: Timnas Bentukan KPSI Mau Main di Mana?


Ketua Umum PSSI Djohar Arifin sangat menyayangkan dibentuknya tim nasional tandingan oleh Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) dan akan segera melaporkan hal tersebut ke AFC dan FIFA.

Alih-alih berdamai meskipun sudah dimediasi oleh AFC dengan dibentuknya Joint Committee (JC), untuk menyelesaikan perseteruan, konflik PSSI dan KPSI malahan memanas lagi.

KPSI yang dimotori La Nyalla Mattalitti baru-baru ini menyatakan akan membentuk timnas sendiri yang akan diikutkan ke Piala AFF 2012. Tim tersebut dipimpin oleh pelatih Benny Dollo.

"Kami sangat menyayangkan tindakan KPSI yang melanggar kesepakatan Joint Committe. Mereka sekarang justru membuat timnas tandingan. Mereka tidak menghargai sama sekali kesepakatan itu," cetus Djohar di kantor PSSI di Jakarta, Jumat (10/8/2012).

"Saya akan melaporkan ke AFC dan FIFA melalui Joint Committee mengenai masalah ini. Pembentukan timnas di tengah kinerja JC. Saya sudah berkomunikasi dengan Pak Todung Mulya Lubis (ketua Joint Committe -- Red). Dia sudah melaporkan."

Djohar juga sangat yakin bahwa timnas tandingan itu takkan diakui di mana-mana, karena dibentuk seanak-enaknya kubu La Nyalla.

"Tidak akan mungkin mereka diakui FIFA dan AFC. Karena FIFA dan AFC masih mengakui kepengurusan saya. Mereka mau bertanding di mana? Mereka tidak bisa langsung seperti itu," sergah dia.

Djohar juga mengaku sangat kecewa dengan keputusan PT. Liga Indonesia yang tetap akan mengelar kompetisi Indonesian Super League (ISL) musim depan. Padahal, sesuai kesepakatan Joint Committee, kompetisi tidak boleh berjalan sampai menemukan liga profesional yang baru.

"FIFA dan AFC sudah membentuk Tim Task Force yang sudah mengarahkan untuk menyelesaikan masalah melalui penandatanganan MoU. Selama ini kan ada dua kompetisi, seharusnya itu satu," sambung dia.

"Kami tetap menjalankan Joint Commitee dan ini harus tetap berjalan. Masih ada waktu. Kami akan memanggil anggota JC untuk rapat kembali setelah lebaran atau September," tukas dia.

“Friendly Match , Garuda vs Trinidad tobago, 13 juli di GBK”

vs





chanel RCTI, langsng disuguhi iklan  friendly match Timnas garuda vs Trinidad tobago , tanggal 13 juli di Stadion gbk, hanya bisa berucap. “Luar biasa”! . Walau terkesan mengejutkan bagi saya, karna tidak selalu mengikuti jadwal FM timnas,  diluar java cup dan kedatangan Qpr dan Valencia yang lebih sering dimuat di media. salut untuk PSSI sekarang, smakin banyak karya nyata dari PSSI yg bener2 berkomitmen mengubah PSSI  berprestasi dan menjauhkan sepakbola indonesia dari politik partai  dan mafia sepakbola seperti yang telah 8 tahun dijalankan Nurdin, nirwan dan nugraha.
Maju terus garuda !! Maju terus sepakbola Prestasi!!

Berhubungan kedatangan tamu dari bintang Real Madrid Laga tersebut di undur
Ini Agenda Uji Coba Timnas Jelang
AFF 2012.

Ini baru agenda pssi untuk timnas indonesia.

Persatuan Sepak Bola
Seluruh Indonesia memasang target juara
Piala AFF 2012 setelah dua tahun lalu hanya
menjadi finalis.

Pengurus PSSI di bawah pimpinan Djohar
Afirin Husin tak mau peduli dengan kisruh
internal yang masih terjadi, mereka tetap
menggeber persiapan pasukan Merah Putih
untuk menghadapi Piala AFF yang akan
berlangsung, 25 November - 1 Desember
2012.

Tim pelatih tim nasional dikomandani
pelatih Nil Maizar telah menyusun sejumlah
uji tanding dengan beberapa klub asal Eropa
dan tim nasional anggota Federasi Sepak
Bola Dunia (FIFA).

"Mungkin akan ada lima sampai enam uji
tanding melawan negara lain sebelum
turnamen dimulai. Ini untuk mematangkan
skuad," kata Ketua Umum PSSI, Djohar
Arifin Husin kepada Tempo, Sabtu, 14 Juli
2012.

Djohar mengatakan sudah ada beberapa
negara memastikan setuju uji tanding
lawan Indonesia, seperti Vietnam, Filipina,
dan Korea Utara.

"Sisanya, beberapa negara masih kami
negosiasi. Tapi kalau pelatih mau tanding ke
luar negeri pun sebenarnya tidak masalah.

Brunei sudah mengajukan diri siap
menerima. Pokoknya tergantung
permintaan pelatih nanti," Djohar
menjelaskan.

PSSI santer diberitakan, bakal
mendatangkan bintang sepak bola
Barcelona Lionel Messi bersama tim
nasional Argentina. Namun, sampai saat ini
kepastian ujicoba ini masih abu-abu.

Berikut ini jadwal uji tanding persiapan
Piala AFF 2012:

1. Indonesia vs Korea Utara (8 September
2012)
2. Indonesia vs Filipina (15 September 2012)
3. Vietnam vs Indonesia (tandang: 22
September 2012)
4. Indonesia vs Vietnam (kandang: 29
September 2012)
5. Trinidad-Tobago (waktu belum
dipastikan)

Babak Akhir KPSI

1344234472449742305
PSSI & KPSI Masih kisruh, La Nyalla Akan Bentuk Timnas Indonesia AFF Cup 2012
Kisruh antara PSSI dan KPSI masih terus memanas, bahkan akan memasuki babak baru. Petinggi KPSI, La Nyalla Mattalitti, menyatakan bahwa pihaknya akan membentuk Timnas Indonesia tandingan yang disiapkan untuk berlaga di AFF Cup 2012.
“Saya telah memerintahkan kepada Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono untuk membentuk timnas dalam rangka menghadapi Piala AFF 2012,” tandas La Nyalla Mattaliti di Jakarta Minggu (5/8/2012) petang.
Wacana untuk membentuk timnas tandingan kembali mengemuka setelah beberapa pemain ISL bergabung dengan skuad Merah-Putih bentukan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin yang dibesut oleh Nil Maizar.
Di lain pihak, KPSI menginginkan agar pembentukan timnas harus dilakukan melalui persetujuan Komite Gabungan atau Joint Committee (JC), dan bukan lagi menjadi wewenang Djohar Arifin Husin dan PSSI yang dipimpinnya.
“Saya berkeinginan yang berhak membentuk timnas itu Joint Committee, bukan PSSI versi Djohar Arifin. Kalau membentuk timnas sendiri, itu namanya bukan timnas!” tukas La Nyalla Mattalitti.
La Nyalla Mattalitti menambahkan, dirinya memperbolehkan pemain ISL membela Timnas Indonesia, namun atas persetujuan Komite Gabungan, bukan timnas bentukan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin.
“Saya tidak mengizinkan apapun yang dilakukan oleh Djohar (Arifin Husin), pemain ISL boleh ikut timnas yang dibentuk oleh JC, kalau di luar JC tidak!” pungkasnya.
http://sidomi.com/117918/pssi-kpsi-masih-kisruh-la-nyalla-akan-bentuk-timnas-indonesia-untuk-aff-cup-2012/
=============================
.
Benar benar situasinya sudah sangat kritis bagi KPSI, menghadapi Joint Committee yang tidak pernah jalan mengikuti skenario yang sudah disiapkan KPSI, Djoko Driyono yang selalu jadi ujung tombak maju perang menghadapi peperangan yang mereka ciptakan sendiri.
Djoko Driyono jadi serba salah, menempati posisi di garda depan dalam menegosiasi perundingan dengan menggunakan cara dan komunikasi serta diplomasi yang secanggih apapun akan menemui jalan buntu yang di ciptakan Para Tuan KPSI yang menggerecokinya.
Tinggal Joko Driyono yang masih diandalkan sebagai ujung tombak di ujung peperangan yang seharusnya mengedepankan dialogue menjadi berantakan, karena ketidak sabaran sementara kelompoknya yang ada di belakang.
Apalagi di tengerai Djamal Aziz, yang melarikan diri dari JC, dengan alasan yang mengada ada, memberati kerja di DPR yang tentu nilai bobot politiknya, jauh di bawah kedudukannya dia sebagai Wakil ketua Joint Committee, dimana PSSI merupakan organisasi yang sangat besar yang menyangkut berjuta juta pemerhati dan penggemar sepakbola di tanah air.
Apakah Djamal Aziz tak tahu bahwa demikian besarnya PSSI dan pengaruhnya, yang  menjadi ajang perebutan bagi kekuatan politik di tanah air. Tentu Djamal Aziz tahu itu, maka sungguh aneh dan tak masuk akal, dirinya mengabaikan Joint Committee yang nota bene merupakan posisi yang strategis dalam merebut posisi dalam konstelasi politik nasional masa depan.
Maka jawaban satu satunya, menurut Djamal Aziz,  justru karena sudah tak ada lagi peluang untuk memperoleh kesempatan disana, penciuman opportunistnya tidak membaui aroma keberhasilan.
Djoko Driyono sejak awal ada bersama ISL dan Klub2 yang konsennya adalah memperoleh kesempatan untuk tetap menjadi bahagian dari pengelolaan Klub dan kompetisi liga. Djoko tak pernah mepertaruhkan dirinya ada didalam kepengurusan PSSI, dirinya tak merasa ada aroma bisnis di PSSI, apalagi merecoki kerja PSSI sebagai lembaga legal formal yang menaungi kegiatan sepakbola di Indonesia.
Pemahaman Djoko tersebut dapat kita tengerai dengan kesediaannya bertemu dan bekerjasama dengan PSSI dan diplomasi yang dia lakukan telah menghasilkan perjanjian penyelesaian kekisruhan dengan mebuahkan MOU Kuala lumpur.
MOU Kualalumpur adalah lembaga formal yang sedemikian sehingga, bisa menjadi pintu KPSI bertemu dan berdialogue dengan PSSI sekaligus dengan FIFA/AFC secara langsung.
MOU kuala Lumpur inilah yang kemudian menjadi induk dari penyelesaian 5 isu masalah yang harus di selesaikan, Djoko Driyono sukses memasukkan isu dalam agenda penyelesaian yang di hadapi oleh KPSI, beberapa item merupakan masalah2 KPSI, tentang materi penyelesaiannya tentu bukan Djoko lagi yang harus menyelesaikannya, Djoko hanya akan menyelesaikan masalah yang menyangkut tentang Kompetisi Liga ISL dan PT LI serta Klub2 yang harus semaksimal mungkin dia pertahankan, agar tetap ikut dan resmi dalam jalur PSSI/AFC/FIFA.
Tentu Djoko Driyono hanya konsen kepada tanggung jawabnya menjadikan ISL dan Klub tetap ada dalam jalur bisnis yang menguntungkan, tetap solid dan berjalan bersaing merebut kue pembangunan sepakbola Indonesia. Diluar bisnis, tentu bukan konsen djoko driyono untuk memperjuangkannya, KPSI harus menyelesaikannya melalui Djamal Aziz yang di tunjuk oleh KPSI untuk mewakili diri mereka.
Tentu dalam setiap perundingan, ada yang berhasil dan tentu ada juga yang harus di ikhlaskan, dari 5 perkara itu, sudah wajar kalau memperoleh hasil kesepakatan yang optimal, tidak bisa memperoleh hasil maksimal dan sesuai dengan target kubunya. Mesti harus ada yang terkorbankan, Jer basuki mowo beyo, keberhasilan mesti ada pengorbanannya, dan Djoko Driyono tahu itu dan merupakan kerangka win win solution dalam perundingan
TimNas merupakan pengejawantahan kehendak rakyat yang sekarang sudah berjalan dan menemui titik cerah rekonsiliasi antara pemain dan masyarakat, telah menemukan kata sepakat semua pihak untuk tetap mengedepankan kepentingan TimNas sebagai perwujudan kepentingan Bangsa dan Negara, sesuai dengan yang di kemukakan oleh BePe dan Ponaryo astaman, sebagai wakil dari tekad dan kehendak seluruh pemain profesional di bawah APPI, untuk melaksanakan hak dan kewajibannya memenuhi panggilan menjadi anggota TimNas.
Pemain dan APPI adalah bahagian yang tak terpisahkan dengan PSSI/AFC/FIFA, karena keterikatan profesionalitasnya sebagai pemain di dunia sepakbola international, perlu juga di pahami bahwa APPI berafiliasi kepada FIFPro, yang merupakan organisasi international Pemain sepakbola profesional di Dunia. Keberadaan pemain2 Profesional dibawah APPI merupakan anggota masif dari FIF Pro.
Berlawanan dengan Pemain Profesional dibawah APPI, akan berakibat bertentangan dengan FIFPro, yang merupakan organisasi resmi berafiliasi kepada FIFA/AFC/PSSI. Legalitas dan formalitas Federasi adalah mutlak dan merupakan ketentuan yang harus dilakukan oleh mereka. Kepihakan mereka bukan kepada kelompok atau golongan, kepihakan mereka kepada ikatan profesional dan organisasinya .
Pemahaman KPSI yang merasa telah menguasai pemain melalui Klub dan kontraknya adalah sangat lemah dan kontroversi. Merasa menguasai pemain profesional adalah angan2 yang tak ada kenyataannya, hanyalah mimpi dialam fatamorgana. Ikatan Pemain kepada Klub merupakan ikatan profesionalitas bukan ikatan karyawan/buruh dengan perusahaan seperti yang diatur dalam uu tenaga kerja, tentu dengan rumusan UMR/UMP nya. pemahaman sederhana itu sangat naif dan menyesatkan.
Tekad APPI untuk mendukung dan bersedia menjadi TimNas menghadapi AFF, adalah keputusan yang mendasar dan berdasar hukum yang kuat, sebagai profesional yang mentaati posisinya sebgai pemain sepakbola profesional International. Apabila ada anggotanya yang tak mentaati, maka otomatis akan keluar dari APPI dan sekaligus keluar jalur peofesionalnya, menjadi pemain amatir kembali. Pemain membutuhkan agen, promotor, ijin, International Transfer Certificate dan banyak lagi ketentuan yang ada, sebagai komitmennya menjadi anggota FIF Pro.
KPSI sebagai lembaga yang sudah dinyatakan sebagai lembaga yang tak berwenang dalam pegelolaan sepakbola di Indonesia seperti yag telah dinyatakan dalam MOU Kualalumpur yang juga sudah mereka tanda tangani, merupakan status legal yang tak terbantahkan, mau dibawa kemanapun KPSI sudah tak mempunyai kekuatan hukum apapun di kancah sepakbola di Indonesia.
Maka tak ada kata lain hanya akan menjadi bulan bulanan legalitas dan formalitas yang berjalan tanpa wajah dan wujud yang nyata. Tak ada dan tak terlihat tetapi terasa dan keras di tembusnya. Begitulah karakter legal formal. sesuatu yang sangat kuat dan masif tak tertembus tetapi tak terlihat dimana wajah dan tangannya bekerja.
Semakin melawan keadaan yang ada, akan semakin menyakitkan dan membawa diri kejurang kenistaan.
.
Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !
.
Jakarta 6 Agustus 2012
.

Tangis Sang Proklamator untuk Sepak Bola Indonesia

PLEIN van Rome, lapangan luas yang terletak di alun-alun Kota Padang, menjadi saksi bisu kecintaan Bung Hatta terhadap sepak bola. Semasa hidupnya, Wakil Presiden RI pertama itu merupakan salah satu tokoh nasional yang menggemari olahraga tersebut. Melalui kepengurusan sepak bola saat bersekolah di MULO jugalah Hatta pertama kali belajar untuk berorganisasi hingga sebutan "Bapak Koperasi" disematkan kepada dirinya.
Di masa remaja, Hatta sempat bergabung dalam klub sepak bola bernama Young Fellow. Meski berisi sejumlah anak Belanda, Hatta mampu tampil menonjol dan mampu memberikan prestasi. Juara Sumatera Selatan selama tiga tahun berturut-turut serta julukan "Onpas Seerbar" (Sukar Diterobos) dari orang Belanda adalah bukti kehebatan Hatta dalam sepak bola.
"Saya bermula bermain sepak bola di tanah lapang, dengan memakai bola biasa yang agak kecil ukurannya, bola kulit yang dipompa. Saban sore pukul 17.00, saya sudah di tanah lapang. Kalau tidak bermain sebelas lawan sebelas, kami berlatih menyepak bola dengan tepat ke dalam gawang dan belajar menembak ke gawang," tulis Hatta dalam buku Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi.
Salah seorang teman Hatta, Marthias Doesky Pandoe, wartawan kelahiran Padang, dalam buku Hatta: Jejak yang Melampaui Zaman, disebut menyimpan banyak kenangan semasa Hatta masih remaja. Menurut Marthias, sejumlah teman Hatta yang pernah ditemuinya sering bercerita bahwa Sang Proklamator itu adalah gelandang tengah yang cukup tangguh.
Bahkan, kegemaran Hatta pada sepak bola berlanjut ketika dirinya menjadi salah satu tokoh politik penting dalam sejarah Indonesia. Dia tidak pernah absen menonton sejumlah pertandingan besar. Ketika diasingkan oleh kolonial Belanda ke Boven Digul pada 1935, ia bersama Sutan Sjahrir masih menyempatkan bermain sepak bola.
Hatta juga sempat membuat Bung Karno terpojok dan keteter saat beradu argumentasi mengenai kekalahan PSSI saat melawan kesebelasan Aryan Ghimkanna dari India di Stadion Ikada (sekarang Monas). Guntur Soekarno Putera yang ikut menonton pertandingan itu, dalam buku Pribadi Manusia Hatta, seri 10, lantas menyematkan judul "Nonton Bola, Apa Tafakur?" untuk menggambarkan keseriusan Hatta dalam urusan sepak bola.
Hingga hari tuanya, sepak bola pun masih menjadi bagian hidup Hatta. Pada awal 1970-an, saat Pandoe berkunjung ke rumah Hatta, tuan rumah berkata, "Di mana letak Plein van Rome sekarang?" Pandoe pun menjawab bahwa lapangan bola tersebut masih ada, tetapi kini telah menjadi alun-alun Kota Padang. Namanya sudah berganti menjadi Lapangan Imam Bonjol, yang berlokasi tepat di Kantor Balaikota Padang.
Semangat Nusantara
Dari sepenggal cerita tersebut, pasti timbul pertanyaan bagaimana jika Hatta melihat kondisi sepak bola nasional saat ini. Sebagai pencinta sepak bola sejati, Hatta pasti sedih dan mungkin saja menitikkan air matanya. Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, jika kita tarik ke belakang, sepak bola di masa Hatta, menjadi semangat tersendiri bagi anak bangsa. Kala itu, sepak bola bukan sebagai ajang pertarungan gengsi kepentingan pribadi seperti sekarang ini.
Pada masa penjajahan Belanda, pemuda Nusantara mengerti betul bahwa kehormatan sebagai bangsa bukan cuma urusan perang senjata, melainkan juga sepak bola. Atas semangat itulah, Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (sekarang PSSI) dibentuk pada 19 April 1930 sebagai wadah kesatuan untuk menegakkan martabat bangsa. Meski baru dibentuk, para pengurus di bawah kepemimpinan Ir Soeratin Sosrosoegondo itu telah memiliki konsep jelas bahwa sepak bola tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga sebagai prestasi.
Koran Bintang Mataram edisi 22-44 April 1930, yang dikutip dari buku Kenang-kenangan 50 Tahun PSSI, melaporkan, salah satu misi berdirinya PSSI adalah sebagai jendela kebangsaan dan salah satu pintu gerbang menuju kemerdekaan. Dengan tujuan itu, jelas organisasi tersebut murni dibentuk dengan suatu kebanggaan akan semangat nasionalisme yang tinggi.
Alhasil, kompetisi pun dibuat bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, melainkan demi harga diri. Berkat kompetisi itulah, Nusantara mampu berbicara kepada dunia. Dengan memakai bendera Dutch East Indies (Hindia Belanda), pemuda Nusantara menunjukkan bahwa Asia telah mengenal olahraga yang begitu digandrungi di Eropa melalui keikutsertaannya di Piala Dunia 1938. Nusantara kemudian menjadi pionir bagi Asia yang ingin unjuk gigi di hadapan penghuni bumi.
Pascakemerdekaan, Jepang dan Korea Selatan pernah merasakan dipermak 4-0 oleh pemuda Nusantara. Di Merdeka Games 1949, Taiwan pun harus bertekuk lutut kepada Soetjipto Soentoro dan kawan-kawan dengan skor 11-1. Medali emas SEA Games 1987 dan 1991 juga direbut Indonesia. Sejumlah prestasi itu, Nusantara jelas dapat membusungkan dada di antara negara Asia, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, Jepang, hingga daratan Korea.
Bahkan, Jepang yang luluh lantah akibat Perang Dunia II tak malu untuk meniru Indonesia yang berstatus sebagai eks jajahannya. Mereka rela menyingkirkan gengsi sebagai penguasa Asia saat menjajah Nusantara selama 3,5 tahun lamanya. Dengan meniru sistem kompetisi Galatama pada akhir 1970-an hingga awal 1990-an, Negeri Sakura mampu meraih sukses melalui J-League miliknya dan dapat bertransformasi menjadi salah satu kekuatan Asia hingga kancah Piala Dunia.
Mimpi Indonesia
Lantas bagaimana dengan Indonesia saat ini?  Hatta memang tidak sempat menyaksikan gemilangnya prestasi terakhir anak bangsa saat meraih medali emas SEA Games 1991 di Manila. Namun, Hatta mengerti bagaimana menjadi seseorang yang mencintai sepak bola yang memiliki kejujuran, kesederhanaan, serta tanggung jawab yang besar bagi negara. Hal inilah yang harusnya dijadikan suri teladan oleh sejumlah pengurus sepak bola di kompleks Senayan.
Semenjak SEA Games 1991, kondisi sepak bola nasional seperti tenggelam dalam sejarah kelam. Teranyar, lihat saja bagaimana bangsa ini diperbincangkan seluruh isi bumi saat menelan kekalahan 0-10 dari Bahrain di Pra-Piala Dunia yang menyakitkan hati. Belum lagi, istilah "spesialis final" mulai disematkan kepada Indonesia. Negeri ini kembali mengalami kegagalan di final turnamen Hassanal Bolkiah Trophy pekan lalu. Kini, satu per satu negara Asia sudah bisa menari karena prestasi, sementara kegemilangan Indonesia tinggal menjadi kenangan.
Lalu, kenapa di tengah majunya negara Asia justru Indonesia mengalami kemunduran prestasi luar biasa? Memang, banyak faktor mengenai anomali prestasi ini. Tetapi, rasanya tidak logis jika pemain dan pelatih yang disalahkan atas sejumlah kegagalan. Pengurus sepak bola yang berseterulah juga harus dituntut tanggung jawabnya, berkat ulahnya membuat dualisme kompetisi, pertarungan politik, dan konflik tiada henti.
Dengan adanya dualisme kompetisi, pilihan untuk mengisi pemain terbaik di timnas pasti akan menjadi masalah tersendiri. Sejumlah pengurus itu bahkan terkesan lebih mirip politisi dibanding pamong olahraga sejati.
Masa lalu sepak bola kita padahal memberi banyak teladan. Lihat saja di era 1960 hingga 1980-an,  kelanjutan prestasi dari timnas yunior ke senior terlihat secara gamblang. Talenta muda Nusantara mampu meraih prestasi di kejuaraan Piala Asia Yunior (juara 1962, runner-up 1967, 1970), dan tiga kali berturut-turut meraih gelar Kejuaraan Pelajar Asia (1984, 1985, 1986). Prestasi itu bisa berlanjut ke timnas senior di era 1980 hingga 1990-an.
Tentunya, prestasi itu bisa berlanjut karena adanya kebesaran hati sejumlah pengurus PSSI yang mampu membangkitkan nasionalisme pemain yang juga membuat daya juang pemain meningkat. Pengurus rela hanya menerima honorarium selama pelatnas dan tidak menerima gaji tetap. Untuk soal dana, mereka hanya mengandalkan jualan karcis jika bertanding melawan tim-tim besar dan sedikit bantuan dari sejumlah penggila bola yang ingin menaikkan martabat bangsa di Asia.
Kebesaran hati dan keinginan untuk menaikkan martabat bangsa itulah yang hilang dewasa ini. Padahal, banyak sekali talenta muda yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Lihatlah bagaimana timnas U-17 bisa meraih gelar juara di invitasi sepak bola Hongkong pada awal 2002, atau tim muda di sejumlah gelaran Piala Dunia Danone yang mampu mengalahkan sejumlah tim Eropa. Jika sudah begini, prestasi para talenta muda justru dijadikan komoditas politik untuk saling klaim dan pamer kesuksesan.
Perseteruan PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang saling adu strategi dan kemampuan dalam berkonflik itu telah membuat Indonesia seperti kembali ke masa penjajahan Belanda dengan taktik devide et empera. Gigihnya pengurus dua organisasi itu dalam kisruh justru membelah persatuan anak bangsa. Terlalu banyak intrik demi mencari kekuasaan daripada meraih kesuksesan. Prestasi pun hanya menjadi mimpi di balik kotornya permainan politik demi kepentingan pribadi.
Contohlah Hatta
Harusnya setiap pengurus PSSI maupun KPSI dapat mencontoh Hatta yang mampu menyingkirkan emosi serta kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa. Lihat saja bagaimana Hatta rela melakukan negosiasi dengan Belanda, yang telah menjajah ratusan tahun, dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada 1949. Kerelaan itu pun berbuah nyata, yaitu kemerdekaan Indonesia!
Belum lagi ketika Hatta dengan sikap kesatria mengundurkan diri dari posisi Wakil Presiden RI pada 1 Desember 1956 karena tidak sepaham dengan pandangan politik Bung Karno. Hatta sadar, bila bertahan dalam perbedaan dengan Bung Karno, justru bakal memperkeruh pemerintahan republik yang masih muda usia. Tujuannya pun jelas, yakni agar bangsa tidak terpecah belah.
Padahal, Hatta sebenarnya mempunyai sejumlah alasan kuat untuk menolak berunding dengan Belanda yang telah membuat rakyat Indonesia sengsara hampir 3,5 abad lamanya, ataupun menolak pandangan Bung Karno. Alasan itu pun jauh lebih kuat dibanding alasan statuta FIFA yang dipegang oleh PSSI dan KPSI.
Coba tanyakan ke masyarakat, apa yang diharapkan dari sepak bola Indonesia saat ini? Sebagian besar jawaban pastinya adalah mendapat prestasi, bukan mimpi, bukan pula konflik yang tiada henti. Masyarakat sejatinya saat ini tidak butuh sejumlah alasan dari pengurus sepak bola yang hanya sibuk dengan kepentingan pribadinya.
Sudah cukup bangsa ini menanggung malu, apalagi dengan hasil mengecewakan di Pra-Piala Dunia 2014 dan sejumlah final di kejuaran tingkat Asia itu. Harusnya kedua pengurus itu mengilhami ucapan Hatta bahwa jatuh bangunnya prestasi negara ini sangat tergantung dari bangsa ini sendiri.
Sekarang ratusan juta penduduk Indonesia menunggu apakah PSSI dan KPSI mau meniru kebesaran hati, kepedulian, dan jiwa kepahlawanan seorang pencinta sepak bola seperti Bung Hatta yang hari ini tepat 32 tahun meninggalkan kita, atau hanya tetap menjadi penyumbang duka sepak bola Indonesia....


"Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta...." - Mohammad Hatta.
Sumber

Inilah Klub Sepakbola Pertama di Dunia

Sebuah informasi yang mungkin menarik bagi yang tergila-gila dengan sepak bola, khususnya Premier League di Inggris. Tanggal 24 Oktober 2007 adalah ulang tahun sebua klub sepak bola yang ke 150 tahun. Bagi fans Chelsea, Manchester United, Liverpool dan Arsenal jangan senang dulu, karena ulang tahun ke 150 tahun itu dirayakan oleh klub berjulukan The Clubs atau Sheffield FC.

Telinga kita pasti lebih akrab denga klub Sheffield United atau Sheffield Wednesday, kedua klub tersebut bahkan pernah merasakan kerasnya ajang Premier League. Sheffield FC adalah sebuah tim yang sekota dengan keduanya, tetapi klub yang satu ini adalah sebuah klub sepak bola modern tertua di dunia, klub seangkatannya mungkin sudah pada berguguran ditelan jaman.


Perayaan ulang tahun itu juga dihadiri oleh Presiden FIFA, Sepp Blatter, bahkan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti juga datang merayakan. Mantan pemain terbaik Inggris, Tom Finney juga hadir di sana.

Pada tanggal 24 Oktober 1857 dua orang pendiri Sheffield FC, Nathanaiel Creswick dan William Prest bersama-sama membentuk sebuah klub sepak bola.
Tujuan utamanya adalah membuat mereka tetap fit saat musim dingin. Nathanaiel dan William adalah pemain Cricket dan saat musim dingin, semua pertadingan cricket ditiadakan, sehingga mereka harus mencari alternatif lain agar kondisinya selalu fit, maka dibuatlah sebuah klub sepakbola.

Sejalan dengan waktu, Sheffield FC akhirnya bertanding di liga amatir, dan tetap menjadi amatir saat pertandingan profesional digelar pertama kali saat klub itu berulang tahunnya yang ketiga puluh.
Dan terus bermain sebagai kesebelasan amatir walau kedua klub dari kota yang sama, Sheffield United dan Sheffield Wednesday masuk ke ajang kompetisi profesional.

Menjadi sebuah klub sepakbola tertua di dunia ternyata membuat Sheffield FC menjadi semakin dekat dengan masyarakat. Klub ini terus mengembangkan diri menjadi sebuah community club dimana orang yang terlibat di dalamnya hanya ada 3 orang staff yang bertugas dari menjual karcis, membuat jadwal, menjamu tim lawan sampai mengecat garis lapangan dilakukan oleh mereka.
Dan sebagai sebuah community club, Sheffield FC memiliki 16 tim sepak bola dan 3 tim sepak bola dari orang cacat. Pendapatan klub lebih banyak dari iuran, kedai kopi dan penjualan online.

"Sheffield FC sebenarnya lebih senang dikenal sebagai klub sepak bola pertama daripada disebut dengan klub sepak bola tertua."

Sheffield FC adalah klub yang mengenalkan permainan sepak bola modern. Teknik-teknik seperti sundulan kepala, crossbar dan corners adalah inovasi-inovasi sepak bola yang diperkenalkan oleh mereka.
Jika pada jaman dahulu orang bermain bola seperti sebuah perkelahian, Sheffield FC mulai mengenalkan tendangan bebas dan pelanggaran serta lemparan kedalam saat bola keluar lapangan.

Saat pertama mereka berdiri, sudah hampir dipastikan belum ada lawan atau klub lain yang dapat diajak bertanding, sehingga mereka membuat pertandingan dengan berbagai bentuk tim, misalnya pertandingan antara pria menikah melawan bujangan.

"Pada tahun 1862 atau 5 tahun setelah Sheffield FC berdiri terbentuk 15 klub di sekitar kota Sheffield. Dan pada tahun berikutnya English FA didirikan."

Sheffield FC mungkin memiliki peluang yang kecil untuk dapat memenangkan piala FA atau sekalipun Premier League, tetapi klub ini telah mengilhami ratusan ribu klub sepak bola modern di dunia dan menjadikan para pemain bola saat ini menjadi super star olah raga dengan penghasilan jutaan Poundsterling. Sementara Sheffield FC tetap bersahaja dengan kesederhanaan.

Sumber:

Inilah Pemain Indonesia Saat Lawan Valencia

Club asal Spanyol Valencia yang biasa di juluki (Kelelawar Mestalla) akan bertandang ke Indonesia pada tanggal 04 Agustus 2012 mendatang di stadion utama Glora Bung Karno.

Pelatih tim nasional Indonesia, Nilmaizar, mengumumkan nama-nama pemain yang dipersiapkan untuk melawan Valencia, Sabtu (4/8/2012) mendatang. Dari nama yang diumumkan, timnas Indonesia akan diperkuat gabungan antara pemain Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL).
"Ya, saya sudah mengantongi nama-nama pemain timnas Indonesia yang akan menghadapi Valencia. Semoga para pemain yang dipanggil bisa berkumpul besok di Jakarta," ucap Nilmaizar kepada Kompas.com melalui telepon, Senin (30/7/2012).
Para pemain timnas Indonesia akan berkumpul di Hotel Century, Selasa (31/7/2012). Pada sore harinya, Nilmaizar akan langsung memimpin latihan ringan di Lapangan Timnas, Senayan, Jakarta.
"Pemain-pemain ini akan dipersiapkan untuk lawan Valencia. Selanjutnya, kami akan menambah lagi beberapa pemain lain untuk program pemusatan latihan jangka panjang jelang Piala AFF 2012," tandasnya.
Berikut nama-nama pemain Tim Nasional untuk laga versus Valencia:
1. Kurnia Meiga (Arema - ISL) 2. Wahyu Tri Nugroho (Persiba) 3. Bambang Pamungkas (Persija - ISL) 4. Titus Bonai (Persipura) 5. Patrich Wanggai (Persidafon) 6. Ferdinan Sinaga (Semen Padang) 7. Firman Utina (Sriwijaya) 8. M. Ridwan (Sriwijaya) 9. Ponaryo Astaman (Sriwijaya) 10. Oktovianus Maniani (Persiram) 11. Vendry Mofu (Semen Padang) 12. Samsul Arif (Persibo) 13. Bima Sakti (Persema) 14. Hendra Adi Bayauw (Persija - IPL) 15. Handi Ramdhan (Persija - IPL) 16. Abdul Rahman (Semen Padang) 17. Wahyu Wijiastanto (Persiba) 18. Valentino (Bontang FC) 19. Hengki Ardiles (Semen Padang) 20. Novan Setya Sasongko (Persibo) 21. Richardo Salampessy (Persipura) 22. Ahmad Bustomi (Mitra Kukar) 23. Zulkifli Syukur (Persib)

sumber :http://bola.kompas.com/read/2012/07/30/20385177/Inilah.Pemain.Indonesia.Saat.Lawan.Valencia?

30 Fakta Unik Sepak Bola Dunia



1. Soccer/sepak bola berasal dari Inggris/Britania Raya

2. Klub tertua di dunia adalah Sheffield FC dibentuk tahun 1857

3. Sepak bola adalah olahraga yang paling banyak dimainkan dan paling banyak ditonton di muka Bumi

4. Sepak bola atau soccer disebut football di hampir semua negara, kecuali Amerika

5. sepakbola adalah olahraga tim yang paling populer di dunia, baik dalam jumlah penonton dan jumlah pemain yang aktif.

6. gol paling banyak yang dicetak satu pemain dalam satu pertandingan sepak bola adalah 16 gol

7. kiper tidak harus memakai kaos berwarna berbeda dari rekan satu tim mereka sampai tahun 1913.

8. Tim Eropa telah mencapai final di setiap Piala Dunia kecuali pada tahun 1930 dan 1950.

9. badan internasional sepak bola adalah Federation Internationale de Football Association (FIFA), yang berbasis di Zurich, Swiss.

10. jumlah penonton terbesar untuk pertandingan sepak bola adalah 199.854 orang saat pertandingan Brasil vs. Uruguay di Piala Dunia 1950 di Stadion Municipal Maracanã, Rio de Janeiro, dibulan Juli 1950.

11. Berdasarkan bukti video, gol yang tercepat yang pernah dicetak adalah 2,8 detik oleh Ricardo Olivera (ke gawang Uruguay) pada bulan Desember 1998.

12. Diego Maradona baru berusia 16 ketika ia memulai debut untuk timnas Argentina.

13. Eusebio mencetak 46 gol di Piala Eropa untuk Benfica (gol terbanyak dalam satu kompetisi antar tim eropa).

14. Chris Woods pernah menjalani 1.196 menit tanpa kebobolan saat membela Glasgow Rangers, dari 26 November 1986 sampai 31 Januari 1987.

15. ayah Ryan Giggs (danny wilson) adalah seorang pemain Liga Rugby profesional.

16. Pada tahun 1997, pemain timnas Nigeria Celestine Babayaro mengalami patah kaki saat merayakan gol saat debutnya bersama Chelsea dalam sebuah pertandingan pra musim.

17. Sir Alex Ferguson pernah dipecat oleh St Mirren di tahun 1978 karena menyumpahi seorang wanita.

18. Hanya 8 negara yang pernah memenangkan Piala Dunia: Uruguay, Brasil, Argentina, Perancis, Inggris, Italia,Jerman dan Spanyol

19. wasit Piala Dunia wajib mengambil kursus kilat untuk mengetahui beragam kata-kata kasar terutama yg berbahasa Inggris - dan wajib memberikan KARTU MERAH jika mereka mendengar bahasa yang kasar.

20. Bola resmi Piala Dunia FIFA 2010 adalah JABULANI, yang berarti "bersukacita" dari bahasa Zulu. ini mungkin penyebab bola tsb bergerak terlalu cepat.

21. peraturan untuk sepak bola pertamakali dibuat oleh London Football Association pada 1863.

22. Seorang fans Manchester City pada tahun 1995 pernah membawa ayam mati ke dalam stadion Maine Road.

23. Seorang wasit di pertandingan persahabatan di Brazil pernah menembak mati seorang pemain yang mengkritik sebuah keputusan penalti. Wasit tsb melarikan diri dengan menunggangi kuda.

24. Bek West Ham Alvin Martin mencetak hat-trick melawan tiga kiper berbeda saat menang 8-1 atas Newcastle Utd pada tahun 1986. kiper utama Newcastle Martin Thomas yg cedera diganti oleh Chris Hedworth,Hedworth juga mengalami nasib yg sama kemudian diganti oleh Peter Beardsley.

25. pertandingan sepak bola pertama yang ditampilkan di televisi, adalah tahun 1937. Ini adalah latihan pertandingan Arsenal dan dimainkan di stadion Highbury

26. Saat pertandingan di Paraguay antara Sportivo Ameliano dan General Caballero, total 20 kartu merah keluar dari saku wasit

27. kiper Rotherham United Arthur Wharton, lahir di Ghana, adalah pemain profesional kulit hitam pertama, pada tahun 1889.

28. pemain Liberia, George Weah membayar sendiri semua seragam tim dan biaya lainnya, agar timnas Liberia bisa bermain di piala Afrika 1996

29. Celana striker Italia Giuseppe Meazza melorot ketika ia mengambil tembakan penalti dalam pertandingan semifinal di Piala Dunia 1938.

30. Michael Laudrup adalah bagian dari tim Barcelona ketika mereka menang melawan Real Madrid 5-0. Dia juga bagian dari tim Real Madrid ketika mereka menang 5-0 melawan Barcelona

30 Fakta Unik Sepak Bola Dunia 9out of 10 based on 10 ratings. 1000 user reviews.

Suporter Indonesia Terfanatik Ketiga di Dunia

Tak heran jika kemenangan suatu tim biasanya lebih banyak diraih di kandang sendiri.
Banyak yang bilang kalau supporter adalah pemain ke 12 dalam suatu tim Sepak bola. Hal ini memang bukan tanpa alasan, karna supporter adalah elemen yang selalu memberikan suntikan semangat dan motivasi bagi para pemain yang sedang berlaga.
 
Para supporter sepak bola itu sangat total dalam mendukung tim kesayangan mereka, bahkan tak jarang ada yang sampai mau berkorban nyawa hanya untuk mendukung tim kesayanganya. hampir semua supporter di seluruh dunia ini pasti mempunyai rasa loyal dan fanatik, tapi tahukah kamu supporter dari negara manakah yang mendapat predikat sebagai supporter sepak bola paling fanatik,?

Berikut Sepuluh negara  dengan supporter fanatiknya :

1. Inggris

Tak bisa dipungkiri, suporter Inggris adalah yang paling fanatik di dunia. Para suporter tak henti-hentinya menyanyikan lagu kebangsaan tim mereka sepanjang 90 menit untuk mendukung tim mereka. Bahkan pada tingkat negara, juga dikenal hooligan Inggris sebagai pendukung paling fanatik. Ini juga tidak pernah takut untuk membuat kerusuhan di negara lain hooligan. loyalitas mereka tidak diragukan lagi. Kepadatan rata-rata stadion bisa mencapai 99%. Dan basis pendukung fanatik di Inggris adalah Liverpool dan Manchester United.

2.Argentina
Loyalitas suporter Argentina dalam mendukung tim idola mereka memang tak perlu diragukan lagi. Para suporter sudah menganggap kemenangan tim sebagai harga mati. Maka tak heran jika mereka selalu total dalam mendukung tim mereka untuk memperoleh kemenangan. Sama seperti Indonesia, di Argentina juga banyak terjadi perkelahian antar suporter yang menyebabkan korban jiwa. Tingkat rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 97%. Basis suporter fanatiknya adalah River Plate dan Boca Junior.

3. Indonesia
Pada posisi sebelumnya Indonesia berada di posisi ke-3, dan pada tahun 2012 ini, Indonesia tetap tidak bergeser. Indonesia adalah salah satu negara yang paling banyak menelan korban tawuran antar supporter di liga sepakbola. Rasa fanatisme yang berlebihan ini kadang justru berdampak negatif. Bahkan Franz Beckenbauer sampai kaget setelah melihat video tawuran suporter Indonesia. Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai suporter terloyal. Dan hal itu dibuktikan dengan tingginya angka rata-rata kepadatan stadion di Indonesia yang bisa mencapai 96%. Basis suporter fanatik Indonesia adalah Arema, Persebaya, Persib, Persija, PSIS, dan Persipura.

4. Brasil
Negara yang dikenal sebagai pemasok pemain sepakbola terbesar di dunia ini adalah salah satu negara yang mempunyai suporter sepakbola yang fanatik. Sudah tak terhitung berapa nyawa yang melayang karena tawuran antar supporter di liga Brasil. Suporter Brasil dikenal sangat loyal pada tim. Rata-rata kepadatan stadion bahkan bisa mencapai 93%. Basis suporter fanatiknya adalah Sao Paolo FC.

5. Italia
Di Italia, para pendukung fanatisme sangat tinggi. Pendukung dari Italia yang dikenal sebagai pendukung berat, bahkan hampir setiap klub memiliki pendukung di luar-biasa (ultras), yang biasanya selalu memberikan dukungan penuh bagi tim. Kepadatan rata-rata stadion mencapai 93 % Pendukung fanatik adalah Roma, Juventus dan Milan dan Inter Milan.

6. Meksiko
Ini salah satu negara sepak bola besar dari benua Amerika dikenal memiliki banyak pendukung fanatik. Cara mereka menunjukkan fanatik mereka, adalah mereka selalu mengungkapkan identitas Meksiko mereka dalam mendukung tim sepakbola favorit mereka. Kepadatan rata-rata stadion mencapai 90%. dasar pendukung fanatik adalah Chivas Guadalajara.

7. Belanda
'Total Football' yang ditunjukkan oleh Belanda juga mendukung seimbang dengan dukungan dari para pendukung sepakbola orang Belanda. Hal ini dibuktikan dengan kepadatan rata-rata mencapai 89% stadion. Dan basis pendukung fanatik adalah Ajax.

8. Spanyol
Sebagai salah satu dari tiga negara utama sepak bola Eropa, tim Spanyol memiliki kualitas yang tangguh dan baik, persaingan yang tinggi antara tim ini juga merupakan dampak peningkatan pada tingkat loyalitas para pendukung tim. Kepadatan rata-rata stadion di Spanyol mencapai 87%. Para pendukung yang paling fanatik adalah di Valencia, Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid.

9. Jepang
Karena keberhasilannya dalam mengorganisir Piala Dunia 2002, kepentingan umum dalam permainan sepak bola di Jepang meningkat tajam. Dibuktikan dengan peningkatan rata-rata kepadatan stadion dari 80% menjadi 86,6%. Para pendukung paling Fanatik adalah pendukung tim Gamba Osaka. Mereka dikenal sebagai pendukung yang berani mati demi mendukung Gamba super.

10. Jerman

Salah satu negara dengan sepak bola yang maju ini mempunyai banyak suporter yang sangat fanatik. Banyak suporter yang rela untuk berpetualang berkeliling negara Jerman hanya untuk mengikuti tour musiman tim idola mereka. Tingkat loyalitas mereka sangat tinggi, bahkan presentase rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 85%. Basis suporter fanatik Jerman adalah Bayern Munich dan Hertha Berlin

Berbagai sumber


Supporter Bola Terfanatik di Indonesia




Indonesia adalah Negara dengan Persepakbolaan yang sedang berkembang dengan segala polemiknya, dan kelompok-kelompok supporter pun kian fanatik mengiringinya. Hingga tak heran apabila masuk peringkat ke-Tiga di dunia pada daftar supporter ter-Fanatik.
10 daftar ini diukur dari basis massa yang besar saat mereka menonton pertandingan sepakbola, dan langsung saja kita simak daftarnya.
10Sriwijaya
10. Singa Mania (Pendukung Sriwijaya FC Palembang)
.
9Persipura
9. Persipura Mania (Pendukung Persipura Jayapura)
.
8persik
8. Persik Mania (Pendukung Persik Kediri)
.
7PersisSolo
7. Pasoepati (Pendukung Persis Solo)
.
6PSMMakassar
6. Laskar Ayam Jantan (Pendukung PSM Makassar)
.
5PerselaLamongan
5. LA Mania (Pendukung Persela Lamongan)
.
4thejack
4. The Jack Mania (Pendukung Persija Jakarta)
.
3persib
3. Bobotoh Viking (Pendukung Persib Bandung)
.
Aremania
2. Aremania (Pendukung Arema FC Malang)
.
1bonek
1. Bonek Mania (Pendukung Persebaya Surabaya)
.
dari berbagai sumber
https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-ash2/372897_131353430292780_619288642_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/188096_134547703323278_1162554518_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/372896_322832097804252_1451457464_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-ash2/188076_323826454312372_464368268_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/157988_245544635468600_1221856100_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/157972_225236267569573_1370082627_n.jpg

Baguru On Facebook

 
© Copyright 2010-2011 Baguru All Rights Reserved.
Template Design by Baguru | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.