Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

AMERIKA DAN BARAT ADALAH PENJAHAT HAM SESUNGGUHNYA

  
Nasmiya Bokova, jurnalis dan wakil pimpinan redaksi majalah Muslimanka terbitan Bosnia, mengecam Amerika Serikat dan sekutu Baratnya yang tak bereaksi soal pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar. Sebagai negara yang mengaku pejuang HAM, sikap AS dan negara Barat tersebut sungguh mengejutkan.

“Mengapa Amerika Serikat langsung mereaksi atas penangkapan atau cederanya sejumlah orang di salah satu negara dunia ketiga. Namun, Amerika Serikat tidak menunjukkan reaksi apapun terhadap tragedi di Myanmar?” Bokova dalam wawancaranya dengan IRNA di Moskow.

Bokova menyatakan sikap Amerika Serikat dan negara-negara Barat itu sungguh mengejutkan. Karena, mereka selalu mengklaim sebagai negara yang memperjuang hak asasi manusia.

”Sangat mengejutkan sekali negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat yang mengklaim sebagai pejuang hak asasi manusia itu tidak mereaksi peristiwa tersebut,” katanya.

Badan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (OHCHR) menuding pasukan keamanan Myanmar berada di balik upaya penghapusan entis terhadap Muslim Rohingya.


OHCHR mendesak dilakukannya penyelidikan khusus dan independen terhadap dugaan upaya genosida Muslim Rohingya, di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

“Kami menerima aliran informasi dari segala sumber independen, bahwa perilaku diskriminatif dan kesewenang-wenangan oleh militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya,” kata Kepala OHCHR, Navi Pillay, seperti dikutip dari kantor berita Aljazeera dan BBC.

Kata dia, semula militer mengetahui telah terjadi konflik komunal yang melibatkan warga etnis Buddha Arakan dan etnis Muslim Rohingya di bagian utara negara junta militer tersebut.

Tapi, tuding dia, militer yang semestinya menghentikan pertikaian, berujung dengan keterlibatan, bahkan melakukan penghasutan. ”Laporan menunjukkann kewenangan militer telah berubah dengan menjadikan Rohingya sebagai target kekerasan,” ujar dia.

Pillay menyambut baik desakan internasional terhadap Pemerintah Myanmar, agar relawan internasional diberikan akses untuk melakukan pemantauan, dan pengawasan.


Kata dia, tim investigasi PBB yang dikepalai Tomas Ojea Quintana akan terbang ke Rakhine, untuk melakukan pemetaan konflik, 30 Juli sampai 4 Agustus mendatang. ”Penting untuk korban, dan masyarakat di Rakhine agar dapat memberikan kesaksian secara bebas tanpa tekanan,” tegas dia.

Pelaksana Tugas Sosial Politik, dan Budaya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Djumara Supriyadi, di Yangoon, Myanmar mengabarkan kepada Republika, tak kurang dari 700 ribu etnis Muslim Rohingya telah mengungsi, akibat kerusuhan komunal yang menewaskan 78 orang pada 8 – 13 Juni lalu di Rakhine.
 

AS dan Singapura Dukung Prabowo Jadi RI-1?

www.Inilah.com
Sosok Prabowo Subianto sebagai calon presiden RI yang dikesankan tidak disukai Amerika Serikat dan Singapura, kini telah berubah signifikan.

Dua negara itu justru secara taktis dan strategis sedang menggalang opini internasional bahwa sosok yang paling tepat untuk menjadi pemimpin Indonesia adalah bekas menantu Soeharto, Presiden ke-2 RI itu.

Perubahan ini tercermin dari dua hal. Pertama liputan tentang Prabowo Subianto oleh The Wall Street Journal dari New York Amerika Serikat. Kedua, diundangnya bekas Pangkostrad itu sebagai pembicara tunggal di Rajaratnam School of Strategic Studies, Singapura.

Baik liputan tentang Prabowo oleh media Amerika Serikat maupun ceramahnya di Rajaratnam School, terjadi pada hari yang sama, pekan lalu. Secara kasat mata kedua peristiwa itu berbeda. Hanya secara kebetulan dan tak saling terkait. Tetapi sebagaimana pengamatan salah seorang konsultan strategi bisnis di Jakarta, wawancara media Amerika itu dan peristiwa ceramah Prabowo, tidak berdiri sendiri.

The Wall Street Journal yang dikenal sebagai media rujukan para investor raksasa dunia dan pedagang pasar modal, juga menyiarkan wawancara Prabowo di jaringan TV-nya. Liputan itu lebih banyak mengklarifikasi atau membantah tudingan negatif tentang Prabowo.

Media itu mengawali laporannya dengan mengatakan, Prabowo di era pemerintahan Soeharto, merupakan seorang jenderal yang ditakuti. "Tapi sekarang Prabowo merupakan calon presiden Indonesia yang selalu berada di urutan terdepan," kata Eric Bellman wartawan The Wall Street Journal yang mewawancara Prabowo di rumah pribadi di kawasan Hambalang, Bogor.

Dengan perubahan ini, seorang konsultan di Harsono Consulting, yang tidak bersedia dikutip namanya, mencatat, peluang Prabowo menjadi Presiden RI pada Oktober 2014 sudah sangat besar. "Kalau media Amerika sudah mendukung seseorang, biasanya barang itu akan jadi", kelakarnya.

Disukai atau tidak, pengaruh Amerika Serikat berikut Singapura di Indonesia, diyakini relatif besar. Oleh sebab itu, Amerika dan Singapura sangat berkepentingan, sosok yang menjadi pemimpin di Indonesia harus seorang sahabat.

Amerika Serikat berkepentingan, karena Indonesia terletak di jalur strategis dunia. Itu sebabnya negara itu, tidak menghendaki pengaruhnya di Indonesia direbut atau digantikan kekuatan lain.

Sementara Singapura yang menjadi negara makmur karena kepandaiannya memanfaatkan semua potensi di Indonesia, juga kurang lebih sama. Singapura ingin mendapat jaminan, pemimpin di Indonesia haruslah seorang yang tidak anti Singapura plus etnis Chinese.



Itu sebabnya bila perlu Singapura ikut membantu persiapan seorang calon presiden yang diyakini memiliki visi dan dapat diajak berdiskusi. Dan syarat itu terdapat pada diri Prabowo Subianto. Maka forum di Rajaratnam School itu merupakan bagian dari persiapan ataupun agenda Singapura.

Persoalan yang cukup menarik adalah apa yang menyebabkan Amerika Serikat dan Singapura secara tiba-tiba mengubah sikap dan penilaian mereka kepada Prabowo. Dalam arti, Amerika Serikat tidak lagi memandang Prabowo sebagai jenderal yang melakukan pelanggaran berat atas HAM. Atau Singapura tidak lagi menempatkan Prabowo sebagai sosok yang anti Chinese ?

Jawabannya dikembalikan kepada adigium yang menyebutkan bahwa dalam politik tidak ada lawan dan kawan yang abadi. Yang abadi hanyalah kepentingan. Selain itu, mesin pelobi Prabowo diyakini bekerja secara efektif belakangan ini.

Lobi dengan Amerika Serikat bisa jadi dilakukan lewat sekutunya di Timur Tengah, yakni Jordania. Raja Jordania yang beristerikan seorang keturunan Amerika Serikat, merupakan sahabat kental Prabowo. Pasca-kerusuhan Mei 1998 termasuk kejatuhan Presiden Soeharto, Prabowo kerap diberitakan lebih banyak tinggal di Aman, ibukota Jordania.

Jordania sendiri yang berbatasan langsung dengan Israel dikenal sebagai salah satu negara Arab yang punya hubungan diplomatik, dengan Israel. Sehingga kalau Prabowo memerlukan dukungan pebisnis internasional dari komunitas Yahudi, dukungan itu pun bisa diperoleh melalui jalur Jordania.

Itu sebabnya keputusan editor The Wall Street Journal, media Amerika yang dikontrol masyarakat Yahudi untuk memprofilkan Prabowo menambah kuat spekulasi bahwa bekas Danjen Kopassus ini juga sudah lolos fit and proper test oleh kekuatan yang mendominasi dunia.

Lobi lainnya oleh Hasyim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo. Hasyim, pengusaha sukses yang berdomisili di London, Inggris diperkirakan memakskimalkan jaringan bisnisnya untuk kepentingan Prabowo.

Selain Hasyim dan Raja Jordania, sumber lain menyebutkan seorang pelobi dari Capitol Hill, Washington yang baru-baru ini berada di Jakarta menegaskan, sosok Prabowo sudah diterima oleh pelobi di Amerika Serikat.

Sementara lobi dengan Singapura boleh jadi dilakukan oleh ipar kandungnya, Dr. Sudradjad Djiwandono. Bekas Gubernur Bank Indonesia itu sudah hampir 10 tahun menjadi pengajar di universitas bergengsi di Singapura. Dengan status itu, Sudradjad dengan mudah bisa masuk ke lingkar terdalam dalam pemerintahan Singapura.

Spekulasi ini diyakini tidak meleset banyak, jika melihat forum akademi yang menampilkan Prabowo di Rajaratnam School. Dekan institut itu adalah Barry Desker, bekas Dubes Singapura untuk Indonesia awal 1990-an dan juga sahabat Sudradjad.

Dengan Pilkada DKI, dimana Prabowo sebagai pendiri Partai Gerindra mencalonkan Basuki Tjahaja Purnama alios Ahok selaku cawagub, langkah itu menjernihkan persoalan bahwa Prabowo bukanlah sosok yang anti Chinese, hal yang membuat Prabowo semakin disukai Singapura.

Bagi kalangan wartawan yang bergerak di komunitas diplomatik Jakarta, Barry Desker dikenal sebagai diplomat asing yang lincah. Sebab sejumlah kebijakan penting pemerintah RI, sering kali sudah lebih dulu bocor ke tangannya.

Pada saat tak satupun yang mengira, Joop Ave dan Abdul Latif akan menjadi Menteri, Barry Desker sudah mengajak sejumlah wartawan untuk bertaruh dengannya bahwa kedua figur itu akan masuk dalam pemerintahan Soeharto. Dan ternyata memang benar. Intinya, Barry Desker, pejabat Singapura yang mengundang Prabowo tampil di Rajaratnam School adalah tokoh spesialis negara tetangga itu tentang Indonesia.

Peserta ceramah Prabowo di Rajaratnam School, dinilai sebagai orang-orang yang menentukan kemana arah negara di Asia Tenggara. Sebagai investor saat ini mereka sedang risau dengan nasib investasi mereka di Indonesia. Menjelang Pilpres mereka harus memutuskan apakah akan tetap atau hengkang dari Indonesia.

Pernyataan Prabowo di forum itu kelihatannya cukup meyakinkan. Bahwa di bawah Prabowo, iklim investasi di Indonesia lebih baik. Dan hanya dalam waktu tiga hari setelah ceramahnya, Prabowo telah menjadi semacam magnit.

Dalam sebuah acara buka puasa yang digelar di Jagorawi, Sabtu malam 4 Agustus dalam rangka kejuaraan Polo antara Indonesia dan Argentina, Prabowo yang hadir di acara itu, langsung dikelilingi oleh para pebisnis.

Yang tinggal ditunggu bagaimana hasil Pemilu Legislatif 9 April 2014. Apakah Prabowo bisa langsung menjadi capres atau masih harus berkoalisi? Yang pasti untuk sementara waktu, baru Prabowo satu-satunya kandidat yang sudah memperoleh dukungan internasional sebagai Presiden mendatang RI. Prabowo juga memiliki jaringan di lintas etnis dan agama

Warga Rohingya: Terima Kasih Indonesia!


Warga Muslim Rohingya, Myanmar, yang sedang mengalami penindasan di negara mereka, menyampaikan terima kasih kepada organisasi Jamaah Muslimin (Hizbullah) di Cileungsi, Bogor, atas bantuan yang mereka terima. "Kami menerima surat pernyataan terima kasih itu langsung dari salah satu pemimpin Rohingya, Imum Ahmed, lewat surat elektronika yang dikirimkan kemarin," kata juru bicara Jamaah Muslimin (Hizbullah) Ali Farkhan Tsani di Jakarta, Selasa (31/7). Dalam surat kepada pembina utama Jamaah Muslimin (Hizbullah) H. Muhyiddin Hamidy, Imum Ahmed menyatakan terima kasih kepada organisasi itu 'untuk rasa persaudaraan dan kebaikannya kepada manusia perahu Rohingya yang kehilangan hak-haknya dan terdampar di Indonesia.' Bantuan yang diberikan Jamaah Muslimin (Hizbullah) lewat cabangnya di Aceh itu, kata Ali Farkhan, disampaikan ketika orang-orang Rohingya melarikan diri dari serangan-serangan di kawasan Arakan, Myanmar, menggunakan perahu kemudian terdampar di Aceh belum lama ini. "Kami tidak mendapat pertolongan dimana-mana, di dalam, maupun di luar tanah air kami dan hanya saudara-saudari Muslim Indonesia yang kami lihat ada secercah cahaya harapan dan mengungkapkan persaudaraan kemanusiaan pada kami, yang kami cari selama ini," demikian salah satu kutipan dari surat elektronik tersebut. Mengutip isi surat itu, Ali Farkhan menambahkan warga Rohingya menyatakan yakin Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar di dunia Islam dengan segenap rakyatnya 'akan memimpin kami menuju tatanan dunia yang setara, adil dan bebas bagi segenap manusia dan seluruh ummat Islam.' Sebelumnya, Asosiasi Rakyat Rohingya-Burma yang berkedudukan di Uni Emirat Arab melalui pemimpinnya, Dr. Than Aung telah menyampaikan pernyataan serupa untuk bantuan tersebut. Than Aung menambahkan pihaknya ingin bergabung dalam organisasi Jamaah Muslimin (Hizbullah) khususnya dalam perjuangan persaudaraan Muslim (Ukhuwah Islamiyah) sumber

Negara Muslim Terbesar di Dunia, Senior di ASEAN, RI Bungkam Genocide Muslim Myanmar?



Ada fenomena pembantaian manusia beragama Islam, sama dengan mayoritas agama di negeri kita ini, ada tanda-tanda upaya genocide di kawasan ASEAN, keterlaluan kalau ASEAN bungkam menyaksikan pembantaian seperti di Bosnia di masa lalu itu. Terlebih sikap Indonesia sebagai negeri terbesar di ASEAN dan paling Senior, paling besar populasi muslimnya, bungkam menyaksikan fenomena ini? Setidaknya Indonesia bisa menekan Myanmar untuk menghentikan pembantaian itu, yang saangat bertentangan dengan HAM dan peradaban. Termasuk politisi di DPR dari parpol Islam seperti PKS, PPP, PKB, dan PAN serta ormas-ormas Islam seperti HTI, KAMMI, MMI, FPI kok diam saja? Kenapa tidak turun ke jalan menekan Pemerintah agar bertindak? Kenapa harus ada perbedaan sikap ketika membela penderitaan muslim di Ghaza dan Palestina?

 Muslim Minoritas Myanmar Dizalimi, Pramono Anung: Sikap Indonesia Tidak Tegas
Selasa, 24 Juli 2012 14:52 WIB.

JAKARTA, Jaringnews. com – Kekerasan terhadap warga minoritas Muslim di Myanmar seharusnya mendapat perhatian khusus negara-negara kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang mayoritas warganya beragama Islam. Negara yang mayoritas warganya beragama Islam ini seharusnya memainkan kekuatan diplomasinya. “Tapi sayangnya, pemerintah kita sangat lemah dalam hal ini. Indonesia tidak melakukan pernyataan sikap tegas atas peristiwa kekekerasn terhadap kaum minoritas di Myanmar,“ ujar Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/7).

Pramono mengutarakan, persoalan di Myanmar bukan masalah muslim atau non muslim, melainkan bagaimana peran pemerintah Indonesia turut membela minoritas yang dizolimi oleh kalangan mayoritas. “Seharusyanya diberi strong poin yang cukup keras dengan adanya kekerasaan yang terjadi di Myanmar. Tapi sayangnya, pernyataan pesan yang disampaikan Pemerintah Indonesia masih abu-abu,“ ujarnya.

Indonesia adalah salah satu penggagas berdirinya negara ASEAN, karenanya harus mampu memainkan peran perdamaian di Asia Tenggara. Seperti diketahui, Sekretaris Jenderal Organisasi Konsferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu mengatakan pihaknya sedang melakukan kontak dengan ASEAN untuk upaya mengakhiri kekerasan terhadap minoritas Muslim di Myanmar.
http://jaringnews.com/politik-perist...ia-tidak-tegas


DPR Minta Indonesia Tegur Myanmar atas Pembantaian Etnis Rohingya
Selasa, 24 Juli 2012 09:08 WIB



Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR RI Marzuki Alie meminta pemerintah Indonesia menegur keras Myanmar menyusul pembantaian muslim Rohingya oleh Junta Militer negara setempat. Kejadian itu merupakan tragedi memprihatinkan dan dapat dikatagorikan sebagai pelanggaran hak asasi manusia berat dan kejahatan kepada kemanusiaan. "(Kejadian itu) secara spesifik mengarah kepada genosida atau pemusnahan etnis," kata Marzuki melalui pernyataan tertulis, Selasa (24/7). Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi HAM dan juga Ketua ASEAN, kata Marzuki, harus proaktif mendesak Myanmar untuk menghormati HAM dan menyelesaikan konflik etnis yang ada dengan memberikan hak hidup dan kewarganegaraan terhadap etnis Rohingnya.

Di sisi lain, jelas Marzuki, Perserikatan Bangsa-Bangsa harus ikut aktif dalam merespons kasus Rohingnya ini, baik dari sisi kemanusiaan maupun politis. Dari sisi kemanusiaan, yang harus diantisipasi adalah masalah pengungsi. "Sementara secara politik, PBB harus mendesak Myanmar agar menghormati

HAM. Bagaimanapun, pembantaian dan pengusiran suku Rohingnya, sehingga mereka tak berkewarganegaraan adalah perilaku negara yang tidak beradab," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini. Myanmar, kata Marzuki, harus diingatkan komitmennya terhadap demokrasi, bukan hanya secara prosedural dengan membolehkan oposisi Aung San Su Kyii untuk ikut pemilihan umum. Lebih penting adalah terkait HAM, khususnya hak hidup etnis Rohingnya. DPR, ujar Marzuki, khususnya Komisi I, proaktif merespons masalah ini, dan mendesak agar Pemerintah Indonesia dapat memainkan peran strategisnya khususnya melalui ASEAN.

Kasus ini, kata Marzuki, juga mesti direspon Organisasi Konferensi Islam (OKI). Harus ada langkah konkret untuk melindungi suku Rohingya, sehingga tidak menjadi sasaran serangan etnis mayoritas dan Junta Militer. "OKI harus mndesak PBB agar memberi sanksi tegas. Pemimpin Myanmar bisa diajukan ke Inter Criminal Court (ICC) dengan tuduhan upaya genosida secara sistematis terhadap suku Rohingnya," ujar Marzuki.

Pembantaian suku Rohingnya, secara khusus merupakan ujian bagi solidaritas umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan agar berdoa dan memberikan uluran tangan bagi mereka.
http://www.metrotvnews.com/read/news...r-Myanmar-atas

 Ketua MPR, TK: Menlu Harus Pertanyakan Pembantaian Muslim Rohinya pada Myanmar
Selasa, 24 Juli 2012 14:05 WIB



Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua MPR RI Taufiq Kiemas menyayangkan aksi pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar. Pembantaian itu melanggar hak asasi manusia. Kiemas menyarankan pemerintah lewat Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mempertanyakan tragedi itu kepada Pemerintah Myanmar. Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia berkewajiban memperhatikan masalah ini. "Menlu harus meminta kepada Myanmar penjelasan kejadian seperti apa," kata Taufiq Kiemas di Kompleks Parlemen, Selasa (24/7).
http://www.metrotvnews.com/read/news...antaian-Muslim


Pembantaian Kaum Muslim di Myanmar


Pada hari pertama Ramadhan yang diberkati, setelah enam minggu berturut-turut aksi pembunuhan massal dan pembersihan etnis Muslim di Myanmar, melalui berbagai operasi pembantaian dan pengusiran sistematis, dan menutup matanya para pemimpin internasional,serta ketiada pedulian media-media Arab dan internasional, tampaknya ini merupakan kejadian dimana ada keterlibatan dunia untuk melawan kaum Muslim Myanmar, bahkan ada konspirasi untuk melenyapkan keberadaan kaum Muslim di sana, sehingga laporan Amnesty International yang diterbitkan pada hari Kamis (19/7) tentang apa yang terjadi di sana tidak diliput oleh media!

Setelah kejahatan berdarah yang keji dan terang-terangan ini, yang menyebabkan lebih dari 2.000 Muslim syahid, dan lebih dari 90.000 dari mereka diusir, justru Presiden Myanmar yang haus darah, Thein Sein, selama pertemuan dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Antonio Koteres, pada Rabu (11/7) , Thein menyerunya untuk mengumpulkan anggota minoritas Muslim di Myanmar, yang dikenal sebagai “Rohingya” di kamp-kamp pengungsi, saat mereka diusir ke luar negeri, di mana ia mengatakan bahwa “Kami tidak mungkin menerima Rohingya yang memasuki negara secara ilegal, dan mereka bukan etnis kami”. Kemudian ia menambahkan bahwa “Mereka menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional.”

Pandangan rasis keji yang mana ini! Yang menggolongkan masyarakat berdasarkan ras, etnis dan agama. Sementara Islam memperlakukan kaum Majusi dan Ahlul Kitab dengan adil, sama persis ketika Islam memperlakukan seorang Muslim. Sungguh, Islam sangat dipenuhi dengan hukum-hukum yang menjunjung tinggi-Semitisme. Lalu, apa yang bisa dikatakan kepada orang yang membantai dan membunuh hanya karena ia mengatakan “Allah adalah Tuhan saya“, dan dikatakan padanya bahwa ia ancaman terhadap keamanan nasional? Benarlah Rasulullah saw yang bersabda: “Jika Andatidak punya rasa malu, maka berbuatlah sekehendakmu.”

Di Myanmar tinggal sekitar 800 ribu Muslim Rohingya, di wilayah Arakan, di mana PBB menganggapnya sebagai salah satu minoritas yang paling banyak menghadapi tekanan dan penganiayaan di dunia. Dikatakan bahwa rezim di Myanmar tidak mengakui Muslim Rohingya, dan menganggap mereka sebagai imigran gelap yang datang dari Bangladesh.

Dengan tidak adanya berita yang mengungkap apa yang terjadi di sana, mungkin kami mengambil kesimpulan terkait sebagian dari kezaliman dan kejahatan yang menimpa kaum Muslim di sana melalui laporan Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi, yang mengatakan: “Rohingya di Myanmar menghadapi semua jenis penganiayaan, termasuk kerja paksa, pemerasan dan pembatasan pada kebebasan bergerak, serta tidak adanya hak untuk tinggal, aturan pernikahan yang tidak adil, dan penyitaan tanah.”

Darah kaum Muslim di Myanmar dicekik dari tiga sisi. Pertama, oleh pemerintah Myanmar yang keji, yang menjadi antek Barat. Untuk tidak ada kata yang pas kecuali apa yang dikatakan terhadap seluruh Negara-negara Barat, bahwa hari-hari penindasan sekalipun berlangsung lama, pasti berujung pada kehancuran dan penyesalan. Ingat, meskipun Fir’aun begitu lama menancapkan kekuasaan dan kesombongannya di tanah Mesir, tetapi pada akhirnya Allah juga menghancurkan dan membinasakannya, dan ini adalah sunnatullah (hukum Allah) bagi orang-orang yang zalim. Kedua, penguasa Bangladesh, tetangga Myanmar. Bangladesh adalah negeri islam, dimana mayoritas penduduknya adalah Muslim, tetapi mereka tidak melakukan apa pun terkait pembantaian dan pengusiran yang terjadi hanya beberapa meter dari mereka. Dan pemerintah Bangladesh sebagaimana pemerintah Myanmar adalah pemerintah keji dan antek. Ketiga, media massa yang dipolitisasi, yakni menjadi corong kepentingan politik kaum kafir. Dalam hal ini, menurut kami tidak ada media yang jujur, tidak transparan dan tidak obyektif. Sehingga, selogan mereka “memperjuangkan pemikiran dan pandangan orang lain” adalah kebohongan dan penipuan; selogan “Anda akan tahu lebih banyak” hakikatnya adalah “Anda tidak perlu tahu kecuali apa yang mereka ingin agar Anda tahu”; dan selogan mengemukanan “fakta apa adanya” tidak lain adalah memalsukan fakta seperti yang mereka inginkan, bahkan seperti yang diinginkan tuan mereka, sebab mereka tidak lebih dari sebagai pekerja negara-negara imperialis tersebut.

Dan sekalipun kami telah mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap darah kaum Muslim di Myanmar,namun ini tidak berarti bahwa mereka adalah satu-satunya, akan tetapi ini adalah tanggung jawab yang harus dipikul oleh setiap Muslim yang mampu untuk menolongnya. Apa yang ditunggu oleh tentara kaum Muslim di negara-negara tetangga Myanmar, seperti Bangladesh, Indonesia dan Malaysia? Tidakkah merika melihat pembantaian dan pengusiran atas saudara-saudara mereka? Tidakkah dalam diri mereka tergerak untuk melindungi Islam dan akidahnya? Tidakkah mereka mendengar sabda Rasulullah saw. bahwa “Kehormatan darah kaum Muslim itu adalah setara, dan dengan kehormatannya mereka menjaga darah kaum Muslim yang berada di bawahnya, sebab mereka adalah tangan (kekuatan) bagi yang lainnya.”
http://hizbut-tahrir.or.id/2012/07/2...im-di-myanmar/

------------------------

Ketika jamaah Ahmadiyah mendapat tekanan dalam beribadah dan terancam ditutup kegiatannya di Indonesia, serta merta beberapa negara asing seperti Inggris, Canada dan AS menekan Pemerintah Indonesia untuk melindungi jamaah Ahmadiyah itu. Padahal, ke empat negara itu dikenal mayoritas penduduknya non-muslim dan Pemerintahnya sekuelr. Lalu kasus pembantaian muslim di Myanmar, tetangga ASEAN, ASEAN, Indonesia, malaysia dan Brunei yang mayoritas berpenduduk muslim, hanya bungkam saja?

Kondisi Muslim Rohingya Sangat Mirip Dengan Muslim Gaza




Cikgu Mohd Azmi Abdul Hamid, seperti yang dilaporkan Radio Republik Indonesia, mengatakan kondisi Arakan mirip dengan Gaza. Apabila Gaza diisolasi dengan tembok raksasa, maka Muslim Rohingya terisolasi dengan laut dan penjagaan super ketat aparat keamanan. Selain berbatasan langsung dengan laut, pintu masuk ke perkampungan muslim memang dijaga ketat aparat keamanan. “Situasinya seperti di Gaza karena di-border. Gaza kan ada tembok besar di Rafah. Kalau Arakan kan depannya ada laut kemudian juga dijaga ketat aparat keamanan,” ujarnya.

Penderitaan panjang yang dialami Muslim Rohingnya di Arakan Myanmar, seakan tidak berkesudahan. Presiden Pengupayaan Melayu (Teras), Cikgu Mohd Azmi Abdul Hamid, juga mengatakan penderitaan Muslim Rohingnya karena selama ini Pemerintah Myanmar tidak mengakui mereka sebagai warga Myanmar. “Ini sejarahnya panjang karena Muslim Rohingnya di Arakan dituduh sebagai orang illegal,” kata Cikgu Mohd Azmi Abdul Hamid, dalam dialog yang diadakan RRI, Selasa (24/7).

Sejak awal Myanmar merdeka, kata Abdul Hamid, pemerintah junta militer tidak mengakui mereka sebagai warga asli Myanmar. Sejak itu, pembantaian terus terjadi. Militer juga menebar kebencian kepada masyarakat lainnya untuk tidak berinteraksi dengan Muslim Arakan. Akibat dari kasus tersebut, warga Muslim Rohingya kehilangan hak politik, tidak mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan pekerjaan.

Puncak konflik sektarian yang paling berdarah antara Rohingnya dengan kaum Buddha suku Rakhine pecah pada Juni lalu. Konflik berawal ketika Muslim Rohingya dituduh membunuh gadis. Konflik terus melebar dengan pembakaran kampung dan pembunuhan. “Tentara menggunakan isu wanita Buddhis sebagai dalih untuk menyerang umat Islam. Padahal kasus itu belum diselidiki kebenarannya,” ujarnya.

Akibat dari insiden itu, lebih dari 50 ribuan warga meninggal dunia, 60 kampung dan 22 masjid dibakar. Kemudian 200 ribu lebih tertahan di Bangladesh dan warga lainnya mengungsi di perbatasan Thailand. Di Bangladesh dan Thailand, mereka pun diusir oleh Pemerintah. Dari 6 juta jiwa warga Muslim Rohingya, kini tinggal 2 juta. Rencananya oleh pemerintah Myanmar, mereka akan dikumpulkan. Sesuai dengan solusi Presiden Than Sein, Muslim Rohingya akan diusir ke negara ketiga atau badan pengungsi PBB UNHCR yang mengurusi mereka.

“Mereka akan dikumpulkan di tanah lapang dan akan dikirim ke luar karena Muslim Rohingya adalah warga ilegalnya,” jelasnya. Muslim Myanmar membutuhkan bantuan kemanusiaan. Rencananya pihaknya bersama NGO dari negara lain akan mengirimkan kapal besar berisi bantuan. Keadaannya gawat dan sangat memerlukan bantuan kemanusiaan ," katanya. “Organisasi PBB dan Islam tidak berbuat apa-apa. Baru negara Iran dan Turki yang mengecam,” ungkapnya.

http://muslimdaily.net/berita/lokal/...slim-gaza.html

Photo Gallery Rohingya Muslims Mascare



Rohingya, Potret Buram Muslim Myanmar



REPUBLIKA.CO.ID, "Kami meninggalkan Myanmar karena kami diperlakukan dengan kejam oleh militer. Umat Muslim di sana kalau tidak dibunuh, mereka disiksa," ujar seorang pengungsi, Nur Alam, seperti dikutip BBC, beberapa waktu lalu. Nur bersama 129 Muslim Rohingya begitu umat Islam yang tinggal di utara Arakan, Myanmar, biasa disebut terpaksa harus meninggalkan tanah kelahirannya.

Ia bersama kawan-kawannya nekat melarikan diri dari Myanmar dengan menumpang perahu tradisional sepanjang 14 meter. Mereka berjejalan di atas perahu kayu dengan bekal seadanya. Akibat mesin perahu yang mereka tumpangi rusak, Muslim Rohingya pun harus rela terkatung-katung di lautan yang ganas.

Hingga akhirnya, mereka ditemukan nelayan Aceh dalam kondisi yang mengenaskan. Menurut Nur, mereka terombang-ambing ombak di lautan ganas selama 20 hari. Kami ingin pergi ke Indonesia, Malaysia, atau negara lain yang mau menerima kami, tutur Nur. Demi menyelamatkan diri dan akidah, mereka rela kelaparan dan kehausan di tengah lautan.

Begitulah potret buram kuam Muslim Rohingya yang tinggal di bagian utara Arakan atau negara bagian Rakhine. Kawasan yang dihuni umat Islam itu tercatat sebagai yang termiskin dan terisolasi dari negara Myanmar atau Burma. Daerah itu berbatasan dengan Bangladesh.

Sejak 1982, Undang-Undang Kewarganegaraan Burma tak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Pemerintah di negara itu hanya menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh atau keturunannya. Terjebak dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan seperti itu, kaum Rohingya pun memilih untuk meninggalkan Myanmar.

Tak mudah bagi mereka untuk melepaskan diri dari negara yang dikuasai Junta Militer itu. Tak jarang mereka harus mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh pihak keamanan. Setelah mereka keluar dari negara tersebut, mereka tidak diperkenankan untuk kembali.

Selain itu, umat muslim Rohingya seperti terpenjara di tempat kelahirannya sendiri. Mereka tidak bisa bebas bepergian ke mana pun. Meskipun hanya ingin ke kota tetangga saja, pihak militer selalu meminta surat resmi. Saat ini, sekitar 200 ribu Muslim Rohingnya terpaksa tinggal di kamp pengungsi seadanya di Bangladesh.

Sebagian besar dari mereka yang tidak tinggal di tempat pengungsian resmi memilih untuk pergi ke negara lain melalui jalur laut, terutama melalui Laut Andaman. Kemudian, pihak Pemerintah Thailand juga mengabarkan bahwa mereka telah menahan sebanyak 100 orang Rohingya beberapa waktu yang lalu. Pemerintah negeri Gajah Putih itu menolak menerima mereka sebagai pengungsi. Untuk mengatasi masalah ini, PBB sudah bergerak melalui salah satu organisasinya yang mengurusi pengungsi, UNHCR.

Populasi Muslim Rohingya di Myanmar tercatat sekitar 4,0 persen atau hanya sekitar 1,7 juta jiwa dari total jumlah penduduk negara tersebut yang mencapai 42,7 juta jiwa. Jumlah ini menurun drastis dari catatan pada dokumen Images Asia: Report On The Situation For Muslims In Burma pada Mei tahun 1997. Dalam laporan tersebut, jumlah umat Muslim di Burma mendekati angka 7 juta jiwa.

Mereka kebanyakan datang dari India pada masa kolonial Inggris di Myanmar. Sepeninggal Inggris, gerakan antikolonialisasi di Burma berusaha menyingkirkan orang-orang dari etnis India itu, termasuk mereka yang memeluk agama Islam. Bahkan, umat Muslim di Burma sering sekali menjadi korban diskriminasi.

Pada tahun 1978 dan 1991, pihak militer Burma meluncurkan operasi khusus untuk melenyapkan pimpinan umat Islam di Arakan. Operasi tersebut memicu terjadinya eksodus besar-besaran dari kaum Rohingya ke Bangladesh. Dalam operasi khusus itu, militer tak segan-segan menggunakan kekerasan yang cenderung melanggar hak asasi manusia.

Selain itu, State Law and Order Restoration Council (SLORC) yang merupakan rezim baru di Myanmar selalu berusaha untuk memicu adanya konflik rasial dan agama. Tujuannya untuk memecah belah populasi sehingga rezim tersebut tetap bisa menguasai ranah politik dan ekonomi.

Pada 1988, SLORC memprovokasi terjadinya pergolakan anti-Muslim di Taunggyi dan Prome. Lalu, pada Mei 1996, karya tulis bernada anti-Muslim yang diyakini ditulis oleh SLORC tersebar di empat kota di negara bagian Shan. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kekerasan terhadap kaum Muslim.

Kemudian, pada September 1996, SLORC menghancurkan masjid berusia 600 tahun di negara bagian Arakan dan menggunakan reruntuhannnya untuk mengaspal jalan yang menghubungkan markas militer baru daerah tersebut. Sepanjang Februari hingga Maret 1997, SLORC juga memprovokasi terjadinya gerakan anti-Muslim di negara bagian Karen.

Sejumlah masjid dihancurkan, Alquran dirobek dan dibakar. Umat Islam di negara bagian itu terpaksa harus mengungsi. Burma Digest juga mencatat, pada tahun 2005, telah muncul perintah bahwa anak-anak Muslim yang lahir di Sittwe, negara bagian Rakhine (Arakan) tidak boleh mendapatkan akta kelahiran.

Hasilnya, hingga saat ini banyak anak-anak yang tidak mempunyai akta lahir. Selain itu, National Registration Cards (NRC) atau kartu penduduk di negara Myanmar sudah tidak diberikan lagi kepada mereka yang memeluk agama Islam.

Mereka yang sangat membutuhkan NRC harus rela mencantumkan agama Buddha pada kolom agama mereka. Bahkan, Pemerintah Myanmar sengaja membuat kartu penduduk khusus untuk umat Muslim yang tujuannya untuk membedakan dengan kelas masyarakat yang lain. Umat Muslim dijadikan warga negara kelas tiga. Umat Islam di negera itu juga merasakan diskriminasi di bidang pekerjaan dan pendidikan.

Umat Islam yang tidak mengganti agamanya tak akan bisa mendapatkan akses untuk menjadi tentara ataupun pegawai negeri. Tak hanya itu, istri mereka pun harus berpindah agama jika ingin mendapat pekerjaan. Pada Juni 2005, pemerintah memaksa seorang guru Muslim menutup sekolah swastanya meskipun sekolah itu hanya mengajarkan kurikulum standar, seperti halnya sekolah negeri, pemerintah tetap menutup sekolah itu.

Sekolah swasta itu dituding mengajak murid-muridnya untuk masuk Islam hanya karena sekolah itu menyediakan pendidikan gratis. Selain itu, pemerintah juga pernah menangkap ulama Muslim di Kota Dagon Selatan hanya karena membuka kursus Alquran bagi anak-anak Muslim di rumahnya. Begitulah nasib Muslim Rohingya.

Nasib buruk yang dialami Muslim Rohingya mulai mendapat perhatian dari Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kantor berita Islam, IINA, pada 1 Juni 2011, melaporkan, Sekretariat Jenderal OKI yang bermarkas di Jeddah telah menggelar sebuah pertemuan dengan para pemimpin senior Rohingya. Tujuannya, agar Muslim Rohingya bisa hidup damai, sejahtera, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Dalam pertemuan itu, para pemimpin senior Rohingya bersepakat untuk bekerja sama dan bersatu di bawah sebuah badan koordinasi. Lewat badan koordiansi itulah, OKI mendukung perjuangan Muslim Rohingya untuk merebut dan mendapatkan hak-haknya. Pertemuan itu telah melahirkan Arakan Rohingya Union (ARU) atau Persatuan Rohingya Arakan. Lewat organisasi itu, Muslim Rohingya akan menempuh jalur politik untuk mengatasi masalah-masalah yang dialami Muslim Rohingya. Semoga.
http://www.republika.co.id/berita/du...muslim-myanmar

Sebulan Lebih Penulis Skandal Lapindo Belum Ditemukan



 Kordinator Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Perwakilan Jawa Timur, Andy Irfan Junaidi, meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki keberadaan penulis buku Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie, Ali Azhar Akbar, meskipun keluarganya belum membuat laporan terkait hilangnya Ali.

"Ini sebagai tanggung jawab moral serta proteksi dini untuk mencegah terjadinya tindakan yang dapat merugikan Ali Azhar Akbar," kata Andy Irfan di Surabaya pada Selasa, 24 Juli 2012.

Lebih lanjut ia mengatakan Ali adalah salah seorang aktivis yang memiliki kepedulian terhadap persoalan-persoalan lingkungan, salah satunya persoalan lumpur Lapindo. Ali telah menulis dua buku, yaitu Konspirasi di Balik Lumpur Lapindo: dari Aktor Hingga Strategi Kotor yang diterbitkan oleh GalangPers 2007 dan Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie yang diterbitkan pada Mei 2012 oleh Indopetro Publishing.

Laporan Kontras yang dihimpun dari teman dan jaringan Ali menyebutkan Ali bertemu dengan pencaranya, yaitu M. Taufik Budiman pada 15 Juni lalu saat sidang pengajuan berkas di Mahkamah Konstitusi. Pada saat itu, Ali sempat mengatakan bahwa dirinya mendapat teror via pesan pendek.

Adapun Taufik terakhir menjalin komunikasi dengan Ali pada 19 Juni 2012. Saat itu, Ali mengatakan dia hendak ke Bandung untuk menghadiri launching buku di kampus ITB yang dilaksanakan pada 22 Juni 2012. Launching itu sendiri rencananya digelar di Jakarta, Yogya, Bandung, Medan, Makassar, dan Surabaya. Namun pada dua hari menjelang launching, yaitu 20 Juni 2012, Ali tidak bisa lagi dihubungi pengacaranya.

Pengakuan yang sama juga diceritakan oleh kawan dekatnya, Zulkifli S. Ekomei. Menurut keterangannya, dua hari sebelum hilang kontak, Ali sempat berkomunikasi dengannya. Ali menceritakan pengalamannya di Yogya saat bedah buku. Pada saat bedah buku di sana, ada beberapa orang bernada keras menyikapi tulisannya.

Sedangkan dari keterangan Direktur Indopetro Publising, Kusairi, Ali mendapat pesan pendek yang bernada ancaman. Ancaman melalui pesan pendek yang diceritakan Ali bunyinya, “Anda harus bertanggung jawab terhadap korban lumpur atas tulisan-tulisan Anda. Saya tunggu di Bandung.”

Bersama teman-temannya, yaitu Tjuk Kasturi Sukiadi dan Letjen (Purn) Marinir Suharto dari Gerakan Menutup Lumpur Lapindo (GMLL), mereka melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi atas Pasal 18 pada Undang-Undang APBN-P terhadap pasal UUD 1945 yang secara sepihak atas nama negara telah menggelontorkan uang APBN untuk masyarakat dalam areal terdampak. Baik Tjuk maupun Letjen (Purn) Suharto tidak mengetahui keberadaan Ali.

"Ada potensi besar Ali dihilangkan. Karena itu kami meminta agar keluarga Ali segera memberi keterangan tentang isu yang telah mengkhawatirkan ini," ujar Andy. Dalam bukunya, Ali mengungkapkan sejumlah fakta dan data di lapangan yang janggal. Semburan lumpur Lapindo pada 26 Mei 2006 yang semula karena kesalahan dari kegiatan pengeboran oleh Lapindo Brantas Incorporated (LBI) kini disebutkan sebagai bencana alam.




MOhon dibaca dengan baik dan benar !

suka tidak suka inilah kenyataan yang saya lihat .beda pendapat wajar

Zamannya nurdin halid ada peraturan fifa yang melarang pssi dipimpin oleh narapidana tpi nurdin halid (NH) tetep memimpin sampai terakhirnya ada mosi tidak percaya oleh pengprov dan akhirnya fifa membuat tim adhoc yg berfungsi menjadi panitia penyelenggara KLB di solo maka dari itu terpilihlah Djohar sebagai Ketum. 

Kenapa LPI dulu digagas?
Karena pihak yg sekarang menjadikan PSSI tidak ingin ada APBD dalam urusan sepakbola ,ini ada beberapa faktornya :
1. para pimpinan klub sepakbola kebanyakan adalah tokoh2 politik dan pimpinan partai/ketua dprd
2. APBD adalah hak rakyat yg diambil dari pajak apa jadinya bila sepakbola diambil dari dana untuk pembangunan daerah
3. APBD dan pimpinan klub yg berpolitik akan sangat rentan dengan korupsi dan pencucian uang 

nah LPI adalah liga yang mendobrak konspirasi(Sebuah permufakatan yang dilakukan secara bersama-sama) PSSI dengan Pt LI - ISL Dengan Hak siarnya - PemProv - Pemilik Klub (yang notulen di kuasai oleh satu partai berkuasa).

Di jamannya NH LPI (IPL)disebut ilegal -> Nah, sekarang kan zaman
Djohar Arifin yang notabene nya penggagas LPI, apa salah dia melegalkan LPI ini ? saya rasa tidak !
Ketika Djohar menjadi ketum PSSI pengelolaan ISL diambil alih oleh pssi, kenapa ? karena pemegang saham terbesar adalah PSSI anehnya pt liga utama tidak mau memberikan laporan keuangan kepada PSSI baru dan hanya mw kepada PSSI lama.. aneh kan?
dari beberapa laporan keuangan selama penyelenggaraan kegiatan bola di era NH PSSI menunggak sampai puluhan miliar kpada pengelola GBK -> ada apa ini?
KORUPSI ?

Nah, awal pemerintahan PSSI baru, tim2 ISL sudah dimasukan ke dalam liga PSSI (yaitu liga primer indonesia / IPL) , tpi mereka lebih memilih untuk di kelola oleh PT. liga Indonesia dlm arti mendasar mereka membangkang dan tidak mw mengakui PSSI sekarang
kenapa mereka membangkang?
karena mereka complain akan perumusan 24 tim (4 tim baru) dari sebelumnya 20 tim. 4 tim baru itulah yg disebut tim
gratisan -> Nah, itulah sebabnya tim ISL tidak gabung ke IPL !
Pikir dengan jernih ! Mana yang Benar mana yang Salah?
Sebenarnya ada yg lupa disini, bahwa perumusan tim2 yg ikut liga itu harus standar AFC
1. bebas APBD
2. program usia dini yg berjenjang
3. fasilitas yg mendukung
nah, dari point2 yg sudah standart fifa dan afc tersebut tim2 besar di ISL tidak masuk, apa pasal? karena mereka masih APBD
-> Itulah sebabnya di bentuk LPI agar tim tim Indonesia dapat memenuhi 3 point di atas ! (seperti yang telah di sebutkan di atas)
Pemain ISL dilarang bermain di Timnas karna di larang klub? bener !
karena rata rata pemimpin klub adalah pimpinan politik yang bernaung di bawah GOLKAR !

Loh
kok jadi GOLKAR?
Mari kita menggunakan logika ! Siapa sponsor terbesar ISL ? Nirwan Bakrie kan??
Bakrie =
GOLKAR !!
Mana ada anak buah yang takut sama BOS nya? Intinya, nama POLITIK masih bermain di Liga ISL ! Lain dengan IPL !
Pemimpin pemimpin klub IPL itu NETRAL ! Tidak masuk partai

Nah, sekarang kita masuk ke KPSI .
Kenapa KPSI tidak diakui FIFA, sedangkan PSSI di akui FIFA ?
Padahal KPSI selalu bilang kalo PSSI melanggar statuta?
Nah, kita gunakan akal sehat kita lagi !
Ada yang ingat salah satu statuta FIFA ?
Yap betul, SYARAT MENJADI KETUA UMUM SEBUAH FEDERASI SEPAKBOLA ADALAH MINIMAL 5 TAHUN BERKARYA DI DUNIA SEPAK BOLA !
La Nyalla ? 1
Tahun aja belum ! Djohar ? Udah lama bung ! Nah, itu lah salah satu penyebab PSSI diakui FIFA, dan KPSI tidak diakui FIFA !
Satu lagi, NH yang notabene nya mantan NAPI aja bisa bertahan sampai 10 Tahun menjadi Ketum PSSI, yang di tuliskan di STATUTA FIFA bahwa PEMIMPIN FEDERASI SEPAKBOLA TIDAK BOLEH SEORANG MANTAN NAPI .
Itu melanggar statuta bukan?
Kenapa dulu tidak ada gerakan gerakan seperti KPSI untuk melengserkan NH ?
Ada Apa Ini ?? 10 Tahun NH menjabat, apa Prestasi yang di capai NH ? Jika anda bilang zaman NH , Timnas kita bisa capai Final AFF 2010, sedangkan Djohar tidak ada.
INGAT BUNG !!! NH sudah 10
Tahun !
Djohar baru 1 Tahun ??
Tolong berfikir dengan akal sehat ! Jika berbicara Prestasi, saya akan menggunakan prinsip "
Bersusah susah sekarang bersenang senang kemudian ! " . Kembali ke ISL, menurut saya, ISL terlalu di dominasi pemain asing dan pemain senior !
Lihat IPL ! Regenerasi usia dini berjenjangnya oke !
Lihat Timnas zaman NH !
U-14, u-17, u-19, u-21, u22 u-23 dan senior jamannya asal comot aja !
1 Tahun PSSI mungkin menjadi bulan bulanan dari orang orang
ISL, tapi saya yakin !! Lambat laun rakyat kita akan sadar betapa perlunya REGENERASI dalam timnas
kita !
Andai kata sekrang timnas kita pakai pemain ISL, menit ke-60 juga udah letoy ! Ini FAKTA ! Anda bisa lihat sendiri !
Pemain Timnas kita zaman Djohar Disiplinnya Tinggi ! Di senggol sikit langsung bangun lagi demi mengharumkan bangsa kita !
Sejujurnya, saya suka djohar yg membalas cacian dengan kegiatan positif mendatangkan tim2 international sebagai lawan tanding timnas ga masalah kalah, karena yg terpenting adlah proses pembelajaran ! contoh kecil saya deh, ketika akan melakukan sesuatu yg blm saya bisa, apa semua orang akan percaya saya
akan mampu? disaat saya sdg dlm proses belajar semua orang yg apriori sama saya akan berdoa untuk kegagalan saya ! begitu jg dgn sikap pendukung isl kepada PSSI ! Ingat saat PSSI melakukan pemutihan agar tim tim ISL dapat kembali ke naungan PSSI ?
Kenapa tim tim ISL menolak ? Pemimpin yang notabene nya pendukung Golkar adalah jawabannya ! Mana ada pengikut yang gak patuh sama atasannya?
sekian dulu fakta nya, dan saya meminta MAAF sebesar besarnya jika ada orang yang tersinggung !
Selamatkan persepakbolaan
INDONESIA !!
Mari kita berfikir positif cuy !
hidup Indonesia !!!

Kader Tersangkut Korupsi, Golkar Lebih Busuk dari Demokrat

Ilustrasi (Okezone) NEWS » Polhukam
JAKARTA - Partai Golkar tengah menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III di Bogor, Jawa Barat. Partai yang dipimpin oleh Aburizal Bakrie itu dikejutkan oleh kabar kadernya yang diduga tersangkut kasus korupsi pengadaan Alquran.

Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah mengatakan, jika nantinya kader Golkar tersebut terbukti benar melakukan korupsi, maka Golkar dapat dikategorikan partai busuk.

"Jelas nanti akan dicap sebagai partai koruptor," kata Iber saat berbincang dengan Okezone, Jumat (29/6/2012) malam.

Menurutnya,  hal itu cukup beralasan. Pasalnya, kasus korupsi ini tidak main-main karena membawa nama kitab suci Alquran yang merupakan kitab suci umat Islam. Beban moral yang ditanggung lanjut Iber, tentunya sangat tinggi tidak hanya di dunia tetapi juga pertanggungjawabannya kepada Tuhan di akhirat.

"Bayangkan saja, seorang politikus tersangkut kasus korupsi pengadaan Alquran, ini kan ngeri sekali, Alquran lho itu kitab suci. Berbeda jika kita bicara kasusnya Demokrat yang menyeret nama Nazar dan Angie dalam kasus (suap) wisma atlet," jelasnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Zulkarnaen sebagai tersangka. Dia diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama (Kemenag).

Dalam kasus dugaan suap pembahasan anggaran pengadaan Alquran senilai Rp35 miliar ini, Zulkarnaen diduga menerima gratifikasi dalam bentuk imbalan atas upaya pemenangan perusahaan penggarap proyek.

Tak hanya menetapkan Zulkarnen sebagai tersangka, KPK juga menggeledah ruangan politikus Partai Golkar itu di DPR. Selain itu, Penyidik KPK juga menyambangi rumah anggota Badan Anggaran itu di kawasan Jatiwaringin, Bekasi.
(put)

https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-ash2/372897_131353430292780_619288642_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/188096_134547703323278_1162554518_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/372896_322832097804252_1451457464_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-ash2/188076_323826454312372_464368268_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/157988_245544635468600_1221856100_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/157972_225236267569573_1370082627_n.jpg

Baguru On Facebook

 
© Copyright 2010-2011 Baguru All Rights Reserved.
Template Design by Baguru | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.