Sembilan Renungan Kehidupan



saudaraku, cobalah sejenak luangkan waktu, ditengah keheningan,. Cobalah menghadap cermin di dinding. tatap dirimu disana dan mulailah ajukan pertanyaan ini pada hati kita :

1.Lihatlah kepala kita!

Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia di dalam pikirannya?

2. Lihatlah mata kita!

Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?

3. Lihatlah telinga Kita!

Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan buat mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?

4. Lihatlah hidung Kita!

Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium istri, suami dan anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak papa yang kehilangan cinta bunda dan ayahnya?

5. Lihatlah mulut kita!

Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: berghibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?

6. Lihatlah tangan Kita!

Apakah sudah kita gunakan buat bersedekah, membantu sesama yang kena musibah, mencipta karya-karya yang berguna atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta-harta orang yang tak berdaya?

7. Lihatlah kaki Kita!

Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermutu, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?

8. Lihatlah dada Kita!


Apakah di dalamnya tersimpan perasaan yang lapang, sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?

9. Lihatlah diri kita!

Apakah kita sering tadabur, Tafakur dan selalu bersyukur pada karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?

sumber

 

 

10 Arsitektur Masjid Paling Unik di Dunia dgn Desain Multikultural

Mesjid adalah rumah tempat ibadah umat Muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau. Berbagai inovasi arsitek masa kini pun semakin beragam.


Seperti diketahui, bahwa banyak sekali arsitektur masjid yang masih mempertahankan arsitektur peradaban asli suku bangsa setempat di dunia ini, disebabkan bangunan tersebut telah ada dan dibangun pada zaman awal masuk dan berkembangnya agama Islam, sedangkan thread ini hanya akan menyajikan informasi 10 buah bangunan masjid saja yang dikategorikan sebagai “10 Simply Amazing Mosques” di dunia.

 1. Masjid Agung Djenné, Afrika Barat


 

 Masjid Agung Djenne, pada mulanya masjid ini dibangun sepenuhnya dengan bahan “ferey” atau bata dari bahan tanah yang dikeringkan dengan matahari dan diplaster dengan tanah lumpur, dengan ketebalan dinding antara 41 cm dan 61 cm. Masjid ini dibangun pada abad ke-13 dan direnovasi pada tahun 1834. Masjid yang terlihat pada gambar ini dibangun ulang kembali pada awal abad ke-20 dan selesai sekitar 1909. dengan bantuan dan dukungan Pemerintah Perancis dimana pada pada saat itu Djenné adalah negeri jajahan Perancis di Afrika Barat. Pemerintah Prancis telah memberi bantuan dan dukungan politik serta dana untuk pembangunan kembali Masjid Agung Djenné ini.

Satu-satunya bagian asli bangunan yang masih dipertahankan dari masjid ini adalah ruang dasar (kandang) yaitu tempat kuburan atau makam pemimpin-pemimpin lokal bangsa Djenné.

Masjid Agung ini berlokasi di tepi Sungai Bani Kumba, pada platform atau site yang telah ditinggikan dengan luas permukaan bidang 5625 m², sehingga terlindung dari banjir.

Setiap tahun, masjid Djenné mendapat perawatan atau perbaikan dalam rangka menyambut berbagai perayaan festival rakyat sebagai hiburan yang luarbiasa, serta menyenangkan bagi masyarakat Djenné.

Masjid Agung Djenné adalah salah satu “Situs Warisan Dunia” yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1988″, yang dapat dikunjungi setiap saat, tetapi tidak dibolehkan memasuki bangunan, kecuali anda Muslim. Masjid Agung ini telah ditutup untuk non-Muslim pada tahun 1996, akibat dari kerusuhan dan penembakkan salah seorang official fotografi majalah Vogue Prancis di dalam masjid.




2. Masjid Agung dari Xi’an, Cina

 Masjid Agung Xi’an ini adalah masjid pertama di Cina pada masa dinasti Tang, disain masjid dipengaruhi oleh arsitektur bangunan dan rumah ibadah yang lazim pada masa itu, masjid ini dibangun selama 742CE (kekuasaan Kaisar Xuanzong, 685-762).

Kemudian Kaisar Hongwu dari Dinasti Ming merenovasi kembali masjid, yang samasekali tidak pernah menambahkan kubah atau dome dan menara, atau sama sekali tidak merobah arsitektur asli masjid.

Fitur yang penting dalam arsitektur ini adalah penekanan pada “simetris yang kontras” dengan taman di sekitar bangunan

Masjid ini merupakan salah satu contoh dari Sino-arsitektur Islam. di Cina, khususnya masjid yang berada di dekat Drum Tower (Gu Lou) di Huajue Lane dari Xi’an (Sian), provinsi Shaanxi, Cina, dan merupakan salah satu masjid yang paling tua dan paling terkenal di negeri ini.

Masjid ini awalnya merupakan pusat keagamaan (Islam) bagi pedagang Arab dan Persia yang beroperasi di Cina.serta pusat kegiatan hubungan dagang dengan pemerintahan dinasti Tang, Disinilah rute perdagangan Xi’an terhubung ke Timur Tengah dan Eropa, dan China untuk membuka diri dengan dunia Barat.

Pada 754 AD hasil sensus menunjukkan bahwa ada lima ribu orang asing yang tinggal di kota ini yang terdiri dari bangsa Turki, Iran, India, serta bangsa Jepang, Korea dan bangsa berbudaya Melayu dari timur.

Untuk mengetahui dan mempelajari lebih lanjut arsitektur masjid ini, silahkan kunjungi website (atau klik disini).Website ini berisi banyak gambar dan penjelasan rinci dari Masjid Agung Xi’an, serta beberapa sejarah tentang daerah tersebut.



3. Mesjid Agung Samarra, Irak

Masjid Agung di Samarra, Irak ini dibangun pada abad 9, yaitu 848CE, selesai dalam 52 tahun pada masa pemerintahan khalifah Abbasid Al-Mutawakkil (di Samarra) dari 847 sampai 861.

Pada zamannya, masjid ini adalah masjid terbesar di dunia, tinggi menara, yaitu menara yang terkenal disebut menara al-Malwiya adalah 52 meter dengan lebar dasar spiral menara 33 meter, dan dapat menampung delapan puluh ribu orang jemaah. Masjid didinding atau dibatasi dengan dinding batu bata yang mengelilingi sebuah kawasan yang berukuran panjang 240 meter, lebar 158 meter, dan tinggi 10 meter. Dinding ditutupi dengan panel berwarna biru gelap dengan kaca mosaic.

Menara masjid yang berbentuk spiral. Spiral menara masjid ini ini sangat terkenal, dan merupakan fitur-fitur pertama kali yang didaftarkan pada bangunan-bangunan bersejarah “Congregational Mosque” Al-Mutawakkil di Irak, kemudian diikuti oleh 20 bangunan istana lainnya. Hal ini membuktikan bahwa pemimpin atau khalifah di Irak pada masa itu sangat menghargai perkembangan dan kemajuan karya seni arsitektur.

Sayangnya, pada 1 April 2005, bagian atas Malwiya mesjid rusak oleh sebuah bom. dalam peperangan infasi AS ke negara Irak.(seperti gambar puing masjid, disamping) Para pejabat Irak telah menyatakan klaim bahwa tentara AS telah menyebabkan kerusakan yang signifikan pada situs-situs bersejarah di Samarra, termasuk dinding sebuah istana kuno di Irak.



4. Masjid Jami-Ul-Alfar, Kolombo, Sri Lanka

Masjid Jami-Ul-Alfar, adalah salah satu masjid tertua di kota Kolombo dan merupakan ikon pariwisata di ibu kota Srilangka
Ciri khas disain arsitektur Masjid ini adalah ornamen atau dekoratif dinding belang merah dan putih.
Masjid ini berlokasi di perempatan jalan di daerah Pettah Bazaar, dibangun tahun 1909 dengan arsiteknya bernama Saibo Lebbe yang merancang bangunan ini selama satu tahun pada tahun 1908.
Beberapa orang telah mengakui bahwa masjid Jami Ul Alfar adalah salah satu “land mark” atau ikon pawisata kota Kolombo
Selain di kota Kolombo Sri Lanka, arsitektur masjid semacam ini juga terdapat di kota Kualalumpur Malaysia yang bernama Masjid Jamek



5. Masjid Dublin, Irlandia

Masjid Dublin Irlandia ini, merupakan salah satu masjid yang mencerminkan budaya daerah, karena pada semulanya tidak dirancang untuk bangunan masjid. Tetepi dirancang dan dibangun untuk rumah tempat tinggal, kemudian beralih fungsi menjadi masjid sebagai tempat ibadah.
Masjid ini, dibuka pada tahun 1983, oleh sekelompok mahasiswa Islam yang tiba di Dublin pada awal tahun 1950-an dalam rangka belajar di daerah ini. Mereka merupakan Perkumpulan Masyarakat Islam yang pertama pada tahun 1959 di Dublin, dan satu dekade kemudian masyarakat ini mulai menggalang dana untuk membeli sebuah bangunan yang akan dijadikan masjid.
Mereka pertama kali membeli sebuah rumah di Harrington Street, dan kemudian jumlah pendatang Islam bertambah juga maka mereka terpaksa mencari bangunan baru.
Pada tahun 1983 mereka membeli sebuah bangunan, bangunan yang sekarang ini dulunya adalah sebuah rumah di South Circular Road, Dublin 8, yang kemudian difungsikan menjadi masjid serta sebagai pusat “The Islam Foundation” di Irlandia. Saat ini jumlah umat Islam di Irlandia berjumlah lebih kurang 1300 orang.





 

6. Masjid assyafaah singapore

masjid assyafaah, singapura adalah masjid yang dibangun dengan disain arsitektur moderen (the modern masjid), masjid ini sekaligus merupakan basis atau kantor dewan agama islam singapura yaitu majlis ulama islam singapura (muis) yang didisain oleh “forum architects singapura”, sama sekali masjid ini tanpa kubah atau dome.
Masjid ini terletak di sebelah utara pulau singapura di lingkungan yang penuh dengan bangunan tinggi, arsitek tan kok hiang dengan konsern mendisain masjid ini dengan konsep “keharmonisan dan toleransi” dalam keberagaman kehidupan sosial berbagai suku bangsa, sehingga diaktualisasikanlah fisik bangunan masjid tanpa memihak kepada arsitektur peradaban salah satu suku bangsa atau etnis manapun.dan bahkan juga pada paradaban agama manapun. Tapi sudahbarang tentu bangunan ini harus mempunyai ciri atau tanda bahwa bangunan tersebut sesungguhnya adalah masjid.
Masjid assyafaah dibuka pada tahun 2004 dan ini masjid ke lima dibangun pada fase iii, program “the mosque building fund” masyarakat muslim singapura utara. Masjid dibangun dengan memakai konstruksi kerangka baja dilapisi anti karat serta penutup “colorless polyurethane”. Masjid ini juga sebagai pengganti dua buah masjid tua yang ditutup di daerah sembawang yang dapat menampung jemaah sebanyak 4000 orang.





7. “mahligai minang” masjid raya minangkabau

 pemerintah propinsi sumatera barat ingin mewujudkan land mark selain yang ada di sumbar yaitu jam gadang di kota bukittinggi, maka dalam satu-dua tahun ke depan akan ada land mark baru bernama “mahligai minang”. Ini adalah hasil karya arsitektur pemenang sayembara yang diikuti 323 arsitek dari sejumlah negara.
Mahligai minang tidak semata-mata sebuah masjid, tetapi sebuah identitas yang akan menjadi pusat peradaban, di mana salah satu bangunan utamanya adalah bangunan masjid. Di situlah perpaduan antara islam dan minangkabau, dengan melengkapi bangunan atau ruangan antara lain; ruangan atau bangungunan lembaga pendidikan seperti perpustakaan, tempat rekreasi keluarga sakinah, ruang serba guna yang menampung 3.000 orang yang bisa digunakan untuk seminar, pertunjukan kesenian, dan sebagainya.
Masyarakat minangkabau yang sebagian besar adalah penduduk wilayah propinsi sumatera barat dalam menjalankan kehidupan sosial budayanya tetap berpegang teguh pada adagium adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah (abs-sbk). Oleh karena itu sejak dulu sampai sekarang, masjid sebagai representasi kehidupan merupakan salah satu ikon budaya yang penting.

Masjid tidak saja dapat dijadikan ukuran dari keberhasilan masyarakat suatu wilayah/nagari, tetapi sekali gus menjadi sebuah kebanggaan masyarakat di nagari tersebut. Itulah sebabnya sampai sekarang, setiap orang minangkabau baik yang di kampung maupun yang di rantau selalu bergairah dan berlomba-lomba membangun dan memakmurkan masjid. Dengan demikian, masjid menjadi sentra kegiatan sosial kemasyarakatan. Di dalam adatnya disebutkan, sebagai salah satu syarat bagi sebuah nagari antara lain adalah babalai bamusajik. Adanya balai tempat bermusyawarah ninik mamak dan adanya masjid untuk aktivitas keagamaan dan ilmu pengetahuan.
Masjid merupakan bangunan utama mahligai minang mengambil dan mengaktulisasikan kembali seni dan arsitektur bangunan “minangkabau pada masa peradaban kebudayaan awal”.
Seperti diketahui dalam sejarah kerajaan pagaruyung bahwa ada tiga fase atau gelombang peradaban kebudyaan yaitu :

1). Fase atau gelombang peradaban kebudayaan pagaruyung yang menganut agama hindu budha.

2) fase atau gelombang peradaban kebudayaan pagaruyung yang menganut agama islam. Dan

3) fase atau gelombang peradaban kebudayaan pagaruyung atau minangkabau saat ini.







8. Masjid larabanga

 masjid larabanga merupakan masjid yang berada di larabanga, ghana dan juga termasuk masjid tertua di negara itu. Masjid larabanga diperkirakan dibangun pada tahun 1421.



9. Masjid Tooba

 

Masjid Tooba merupakan masjid yang berada di Karachi, Sindh, Pakistan. Masjid Tooba dibangun pada tahun 1969 dan mampu menampung sekitar 5 ribu jamaah. Masjid Tooba diklaim juga merupakan masjid terluas yang berbentuk single dome.



10. Masjid shah-faisal

masjid shah-faisal adalah masjid nasional di islamabad, pakistan dan merupakan salah satu masjid terbesar di duni yang mampu menampung jamaah sebanyak 300.000 orang. Masjid shah-faisal dibangun pada tahun 1975 oleh donator dari pemerintahan arab saudi, king faisal bin abdul aziz...

sumber

Aneh, Diguyur Hujan 3 Jam Padang Banjir Bandang



PADANG - Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, mengaku heran dengan musibah banjir bandang yang menerjang kotanya, Selasa malam kemarin. Padahal, hujan hanya mengguyur selama tiga jam.

Fauzi mensinyalir, penyebab banjir bandang yang terjadi pada pukul 18.30 WIB Selasa kemarin itu akibat penebangan liar.

“Ini jarang terjadi di Padang, padahal baru hujan tiga jam langsung terjadi banjir bandang. Paling-paling kalau hujan tiga jam hanya banjir biasa dari luapan sungai, tapi aneh, banjir bandang datang,” ujar Fauzi saat dihubungi Okezone, Rabu (25/7/2012).

Karena itu, lanjut dia, tim dari Pemkot Padang dan instansi terkait, akan menyelidiki penyebab pasti musibah tersebut.

Dia menambahkan, untuk sementara pemkot belum menetapkan tanggap darurat. Hari ini, Fauzi akan melakukan pertemuan dengan pihak terkait, apakah akan diterapkan tanggap darurat atau tidak perlu.

Sementara itu, sebagai penanganan awal, pemkot sudah menyalurkan makanan untuk sahur di tujuh titik pengungsian yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Pauh, Kuranji, dan Nanggalo. Tiga kecamatan itu merupakan lokasi terparah yang diterpa banjir bandang dibanding dua kecamatan lainnya.

Tim terpadu dari BPBD, dinkes, TNI, Kepolisian, dan PMI, juga melakukan pelayanan kepada para korban, berupa pengobatan, pendirian tenda, dan menyalurkan bantuan logisltik lainnya.

Sejauh ini Fauzi mendapat laporan ada 10 orang yang hilang. Tim SAR masih melakukan pencarian.

(ton)
Okezone

Ini Dia Penyebab Utama Banjir Bandang di Padang

Seorang warga berpegangan pada sebuah tali melintasi banjir di Kelurahan Limaumanis, Kecamatan Pauh, Padang, Sumbar, Selasa (24/7) malam.

 REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Wali Kota Padang, Fauzi Bahar menyatakan bencana banjir yang melanda lima kecamatan di Kota Padang, Sumatra Barat pada Selasa 24 Juli 2012 sore, diduga akibat aksi "illegal logging" atau penebangan liar.

"Penyebab bencana ini kuat dugaan akibat adanya aktifitas penebangan liar (illegal logging), terutama di perbukitan sekitar lokasi kejadian banjir," kata Fauzi Bahar di Padang, Rabu.

Menurutnya, saat kejadian banjir bandang tersebut tampak ada beberapa pohon besar, serta bekas pohon ditebang yang dihanyutkan air.

"Inilah akibatnya hutan ditebang secara liar, banjir bandang melanda Kota Padang," katanya.

Diduga perambahan hutan di kota Padang, tambah Fauzi Bahar dilakukan oknum untuk mencari keuntungan tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.

Karena itu, bila warga ada yang menemukan atau melihat pelaku menebang hutan tanpa izin agar segera melaporkan ke pihak kepolisian.

"Pemerintah Kota (Pemkot) Padang tidak memberikan izin kepada pengusaha yang melakukan penebangan di kawasan hutan lindung." kata Fuazi Bahar.

Dia mengatakan,sangat miris melihat kondisi hutan, di mana lebih kurang 20 persen luas hutan di daerah Kota Padang telah mengalami kerusakan, terutama akibat maraknya pembalakan liar.

"Dari jumlah total lahan hutan mencapai 12.000 hektare,20 persen luas hutan di daerah itu telah mengalami kerusakan, terutama akibat maraknya pembalakan liar," katanya.

Menurutnya, kondisi hutan yang terparah akibat pembalakan liar berada di enam kecamatan yang ada di Kota Padang.

"Enam kecamatan itu yakni, Pauh, Koto Tangah, Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, serta Bungus Teluk Kabung (Bungtekab)," katanya.

Untuk mencegah terjadi pembalakan liar, lanjut Fauzi Bahar Pemkot berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Di samping juga membentuk tim pengawas pembalakan liar untuk mencegah kerusakan hutan di daerah itu.

"Pembentukan tim pengawas pembalakan liar menjadi salah satu langkah tepat yang diambil Pemkot Padang dalam menjaga kelestarian hutan karena hutan merupakan paru-paru dunia," kata Fauzi Bahar.

Bencana banjir bandang menerjang Kota Padang Sumbar terjadi pada Selasa 24 Juli 2012 malam, dipicu terjangan badai, dan hujan deras sejak sore.

Puncaknya, sekitar pukul 18.30 WIB, air mulai meluap di hulu sungai Lubuk Kilangan Kecamatan Lubuk Kilangan dan Hulu Sungai Batang Kuranji Kecamatan Kuranji.

Masjid Ini Berdiri Kokoh Tanpa Semen dan Besi

Masjid Al Muhajirin yang terletak di Desa Ujung Lero
Secara teori arsitektur, rasanya mustahil bangunan ini bisa berdiri selama 55 tahun. Tapi fakta membuktikannya.
Bangunan utama Masjid Al Muhajirin yang terletak di Desa Ujung Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, bergaya arsitektur Timur Tengah ini tidak menggunakan sedikit pun besi sebagai rangka bangunan.
Ketua pembangunan Masjid Al-Muhajirin, Andi Patarai Nuur, 65 tahun, mengatakan sejak dibangun tahun 1957 masjid ini tidak menggunakan sebatang besi sebagai rangkanya, termasuk lantai dua sebagai tempat bertenggernya 25 menara.
"Sedikit pun tidak ada besi yang menjadi bagian utama bangunan ini," katanya kepada Tempo, Senin, 23 Juli 2012. Patarai yang mengaku terlibat langsung dalam pembangunan masjid tersebut mengatakan tempat ibadah itu dibangun oleh K.H. Sayyed Hasan Alwi.
Awalnya lokasi tersebut merupakan tempat masjid yang berukuran kecil. Namun setelah K.H. Sayyed Hasan alwi kembali ke Ujung Lero, setelah 10 tahun bermukim di Madinah, ia pun merombak masjid tersebut dengan berukuran 50 x 40 meter di atas lokasi 1 hektare.
Masjid itu dan mampu menampung 1.500 jemaah dan sejak dibangun belum pernah dipugar.

Menurut Patarai, bangunan pada masjid ini, termasuk bagian kubah yang bertengger di atas lantai dua, hanya terdiri dari susunan batu bata, tanpa semen dan besi sebagai tulang. Batu bata itu disusun di atas bilahan bambu.
Setelah kering, bambu tipis itu kemudian dilepas. "Hanya, bata yang telah dilangkahi atau dikencingi anjing tidak dipasang pada bagian masjid tersebut," kata Patarai.

Saat gempa bumi melanda daerah Pinrang tahun 1990-an, bangunan ini tetap kokoh. Padahal ada beberapa gedung di Kota Pinrang yang runtuh akibat guncangan gempa.

Seorang arsitek Jepang, kata dia, pernah mengunjungi masjid ini. Setelah melihat-lihat, ia tak percaya karena dianggap bertentangan dengan teori konstruksi bangunan.
Arsitek itu kemudian memprediksi 5 tahun yang akan datang masjid ini akan runtuh. "Tapi hingga 12 tahun setelah diprediksi, masjid ini tetap kokoh," ujarnya.

SUARDI GATTANG


Pemeluk Islam di AS MeningkatMuslim AS shalat di aula ibadah dalam Islamic Center, Kota New York

Muslim AS shalat di aula ibadah dalam Islamic Center, Kota New York
Nyaris setiap hari Muslim AS mendapat perlakuan diskriminatif. Namun, hikmah dibalik perlakuan itu setiap harinya warga AS memeluk Islam.

Hal itu diungkap Pendiri Pesantren Mualaf Annaba Center, Syamsul Arifin Nababan, saat bercerita tentang pengalamannya saat berkunjung di AS. " Setiap hari Islam dijelek-jelekan tapi setiap kali saya mengunjungi masjid-masjid di AS, ada pengumuman sejumlah warga AS yang memeluk Islam," paparnya saat berbincang dengan ROL, Ahad (22/7).

Hal menarik lain yang dialami Nababan, disela kunjungannya ke AS, ia mengetahui sejumlah gereja di AS tidak lagi dipenuhi jamaah. "Kalau saya tidak ada khutbah, saya sempatkan kunjungi geraja-gereja. Anehnya, tidak seluruh gereja di buka, bahkan, ada satu Katedral besar di Washington DC, dibuka hanya untuk turis yang sekedar foto-foto saja," papar dia.

"Dari fenomena itu, kita harus menyadari bahwa kebenaran itu pasti datang," pungkasnya.

sumber

Aneh Tapi Nyata, Anjing Melahirkan Kucing


Kabar ini mungkin sangat sulit untuk dipercaya dengan akal sehat. Namun itulah yang terjadi menurut pria tua sang pemilik anjing warga Korea Selatan bernama Jeong Pyong-bong (63). Memang aneh tapi nyata. Seekor anjing melahirkan anak kucing di Provinsi Jeolla, Korea Selatan.

Pyong-bong mengatakan kepada Media Korea Herald, anjingnya melahirkan sesosok makhluk yang terlihat seperti anak kucing. Makhluk kecil itu juga bersuara mirip kucing, sehingga kakek Jeong Pyong-bong tidak ragu lagi untuk mengklaim bahwa itu adalah anak kucing yang dilahirkan dari anjing peliharaannya.

Ini benar-benar terjadi, sebuah keajaiban, ungkap Pyong-bong, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (23/7).

Pria ini pun bersikukuh bahwa dirinya tidak menyebar berita bohong. Dia mencoba berspekulasi jika kemungkinan anjingnya itu sempat berhubungan dengan kucing liar, sehingga terciptalah anak kucing yang dilahirkan dari seekor anjing.

 Saat hewan ini dilahirkan, aku memang tak percaya, sebab ia terlihat seperti kucing dan mengeong. Bagaimana bisa ia disebut anak anjing Orang-orang dari seluruh penjuru kota berdatangan ke rumahku setelah berita ini menyebar, ujar Pyong-bong.

Kendati demikian, para ahli berpendapat bahwa kelahiran ajaib ini adalah suatu hal yang mustahil secara genetis. Sebab, jumlah dan sifat kromosom anjing dan kucing sangat berbeda. Yang masuk akal adalah anjing tersebut sangat mirip dengan kucing.

Sangat tak masuk akal anjing melahirkan anak kucing. Yang masuk akal, makhluk itu adalah anak anjing yang mirip kucing, kata  Professor Son Chang-ho dari Fakultas Kedokteran Hewan Chonnnam National University.

Klaim ini bukanlah yang pertamakalinya. Sebelumnya, warga Cina juga pernah mengklaim anjingnya melahirkan kucing. Selain itu, sekitar enam tahun yang lalu, perempuan Brazil mengklaim sebaliknya, yakni kucingnya melahirkan dua anak anjing.

sumber

https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-ash2/372897_131353430292780_619288642_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/188096_134547703323278_1162554518_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/372896_322832097804252_1451457464_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-ash2/188076_323826454312372_464368268_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/157988_245544635468600_1221856100_n.jpg https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-snc4/157972_225236267569573_1370082627_n.jpg

Baguru On Facebook

 
© Copyright 2010-2011 Baguru All Rights Reserved.
Template Design by Baguru | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.